Lima dari 11 perusahaan asuransi jiwa raksasa berhasil meraih predikat “sangat bagus”. AXA Mandiri, yang tahun lalu mencetak rekor laba tertinggi sejak lahir, kokoh di peringkat pertama. BNI Life dan BRI Life membayang
Direksi AXA Mandiri; produk yang inovatif
KINERJA industri asuransi jiwa di 2023 masih berada di jalur lambat. Tak banyak berubah dari tahun sebelumnya. Cerminannya, antara lain, pertumbuhan premi masih terkontraksi, yakni -7,43%. Sementara, di sisi profitabilitas, tampak ada tekanan yang lebih besar, ditandai dengan pertumbuhan laba bersih yang negatif 40,84%. Padahal, di 2022, industri asuransi jiwa mampu mengerek laba hingga lebih dari 160%.
Meski demikian, secara individu, sejumlah perusahaan asuransi jiwa tetap berhasil mencetak kinerja yang menawan, jauh lebih baik daripada industri. Buktinya terekam dalam “Rating 114 Asuransi Versi Infobank 2024” ini.
Di rating kali ini, di kelompok para pembesar atau perusahaan asuransi jiwa berpremi bruto Rp5 triliun ke atas, yang dihuni 11 perusahaan, lima perusahaan di antaranya berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Predikat prestisius itu diberikan karena kelima perusahaan itu berhasil mengukir kinerja yang sangat baik di tahun lalu.
AXA Mandiri Financial Services mengisi peringkat pertama dengan total skor 91,01%. Berdasarkan data rating, perusahaan asuransi jiwa yang dipimpin Handojo G. Kusuma sebagai presiden direktur ini berhasil meraih skor sempurna di 9 aspek penilaian dari total 11 aspek. Kesembilan aspek itu adalah rasio pencapaian solvabilitas minimum (RBC), likuiditas, rasio kecukupan investasi, pertumbuhan modal sendiri, premi bruto banding rata rata modal sendiri, rasio perimbangan hasil investasi dengan pendapatan premi neto, beban banding pendapatan premi neto, laba sebelum pajak banding rata rata modal sendiri, dan laba komprehensif banding rata rata modal sendiri.
Rasio-rasio keuangan yang solid mencerminkan kinerja AXA Mandiri yang berkualitas. Di lain sisi, secara pertumbuhan, perusahaan asuransi jiwa ini juga mampu mencetak performa yang mengesankan di sejumlah pos keuangan.
Salah satu yang cukup menonjol adalah kinerja laba. Tahun lalu, AXA Mandiri membukukan laba sebelum pajak Rp1,57 triliun atau tumbuh 10,39% secara tahunan. Pertumbuhan laba ini jauh di atas rata-rata industri yang mengalami kontraksi. Adapun laba bersih AXA Mandiri tercatat Rp1,33 triliun, naik 13,25%. Laba bersih AXA Mandiri ini adalah yang tertinggi sejak perusahaan ini berdiri di 20 tahun lalu.
"Pertumbuhan laba bersih yang merupakan kenaikan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan tersebut didukung oleh inisiatif perusahaan untuk terus menjaga portofolio bisnis yang sehat, dan pengelolaan biaya serta risiko underwriting yang baik. Pencapaian ini juga ditopang oleh inisiatif perusahaan untuk senantiasa meningkatkan perlindungan jiwa dan kesehatan bagi masyarakat dengan menyediakan produk asuransi jiwa yang inklusif dan layanan yang inovatif," kata Handojo, kepada Infobank, akhir Juni lalu.
Sementara, untuk pos pendapatan premi bruto, di akhir 2023, AXA Mandiri mencatatkan pendapatan premi bruto Rp11,68 triliun. Adapun total asetnya Rp41,11 triliun atau tumbuh 2,39% dari 2022.
Dalam menjalankan bisnis asuransi jiwa, AXA Mandiri selalu berkomitmen untuk menghadirkan inovasi untuk terus meningkatkan pangsa pasar dengan didukung oleh transformasi digital serta mengembangkan produk asuransi jiwa yang inovatif dalam rangka mendukung transformasi perusahaan asuransi jiwa ini.
SEIRING dengan kinerjanya yang ciamik di 2023, BNI Life Insurance (BNI Life) berhasil melakukan lompatan di rating kali ini dengan meraih predikat “sangat bagus”. Di rating sebelumnya, BNI Life berpredikat “bagus” saja. Hebatnya lagi, BNI Life yang sementara ini dipimpin Eben Eser Nainggolan sebagai plt direktur utama kini mengisi peringkat kedua. Anak perusahaan Bank Negara Indonesia (BNI) ini meraih total skor 89,15%.
Menutup 2023, BNI Life membukukan pendapatan premi bruto Rp5,38 triliun atau tumbuh 7,65% secara tahunan. Di antara 11 perusahaan asuransi jiwa dengan premi bruto Rp5 triliun ke atas, pertumbuhan premi bruto BNI Life merupakan yang tertinggi, sekaligus juga di atas rata-rata industri. Adapun laba bersih BNI Life di 2023 tercatat Rp273,17 miliar atau tumbuh 34,44%. Pertumbuhan laba BNI Life juga jauh lebih baik daripada rata-rata industri. Ar
BRI Life, yang merupakan anak perusahaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), berhasil menutup tahun kerja 2023 dengan rapor yang membiru. Sejumlah pos keuangan dan rasio pentingnya tertulis dengan tinta emas.
Dalam rating ini, dari 11 aspek penilaian, BRI Life mendapat skor sempurna di 7 aspek. Perusahaan asuransi yang dipimpin Aris Hartanto sebagai direktur utama ini mendapat total skor 89,04% dan berhak menyandang predikat “sangat bagus”. Dengan diraihnya predikat prestisius itu, artinya di tahun ini BRI Life mencetak rekor baru, yakni sebagai perusahaan asuransi jiwa berpredikat “sangat bagus” 13 tahun berturut-turut. Luar biasa!
Biro Riset Infobank (birI) mencatat, di 2023, BRI Life meraup pendapatan premi bruto Rp7,78 triliun. Sementara, laba bersihnya tercatat Rp535,11 miliar atau tumbuh 55,44% secara tahunan. Dibandingkan dengan industri, pertumbuhan laba bersih BRI Life sangat jauh lebih baik. Ar
KINERJA cemerlang Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) di 2022 berlanjut di 2023. Alhasil, di rating tahun ini, perusahaan asuransi jiwa yang dipimpin Tony Benitez sebagai presiden direktur ini kembali meraih predikat “sangat bagus”, pada kinerja tahun 2023, dengan total skor 86,98%.
Berdasarkan data rating, perusahaan asuransi jiwa ini tampak unggul di sisi permodalan dan pertumbuhan premi bruto. Di 2023, Prudential Indonesia mencetak pendapatan premi bruto Rp19,88 triliun atau tumbuh 0,51% secara tahunan. Dibandingkan dengan industri yang mengalami kontraksi, pertumbuhan premi bruto Prudential Indonesia jauh lebih baik. Adapun RBC-nya solid di level 470%, jauh di atas threshold.
Di akhir 2023, Prudential Indonesia meraup laba ber sih Rp1,98 triliun. Sementara, asetnya Rp60,22 triliun. Ar
SETELAH hanya berpredikat “bagus” saja dalam dua tahun penyelenggaraan rating asuransi versi Infobank sebelumnya, kali ini, Asuransi Allianz Life Indonesia berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Itu artinya, di 2023, kinerja perusahaan asuransi jiwa yang dipimpin Alexander Grenz sebagai direktur utama ini sudah lebih baik dibandingkan dengan 2021 dan 2022.
Di rating tahun ini, Allianz Life Indonesia meraih total skor 83,14%. Perusahaan asuransi jiwa ini mendapat skor sempurna di sejumlah aspek penilaian, seperti laba komprehensif banding rata-rata modal sendiri, laba sebelum pajak banding rata-rata modal sendiri, dan pertumbuhan premi bruto.
Tahun lalu, Allianz Life Indonesia mencetak pendapatan premi bruto Rp16,22 triliun. Secara tahunan, premi bruto itu tumbuh 7,30%. Pertumbuhan premi bruto Allianz Life Indonesia jadi salah satu yang tertinggi di kelompoknya. Ar