Kelas bank umum beraset Rp10 triliun sampai dengan di bawah Rp25 triliun di kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1 dihuni 32 bank, menjadikannya kelas terpadat di rating ini. Di kelas ini, 17 bank men dapatkan predikat “sangat bagus”.
Sumber : Istimewa
1. BANK BCA SYARIAH
Kelas bank umum beraset Rp10 triliun sampai dengan di bawah Rp25 triliun di kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1 dihuni 32 bank, menjadikannya kelas terpadat di rating ini. Di kelas ini, 17 bank men dapatkan predikat “sangat bagus”.
Posisi puncak ditempati Bank BCA Syariah dengan total skor 94,46%. Berdasarkan data rating, bank yang dipimpin Yuli Melati Suryaningrum selaku presiden direktur ini terlihat kuat di aspek permodalan, kualitas aset, dan efisiensi. Bank ini juga sangat baik dalam hal tata kelola, tecermin dari nilai yang sempurna untuk aspek peringkat nilai komposit good corporate governance (GCG).
Per 2023, Bank BCA Syariah beraset Rp14,47 triliun atau tumbuh 14,21% secara tahunan. Pertumbuhan aset itu di atas rata-rata pertumbuhan industri bank umum yang sebesar 5,87%.
Dana pihak ketiga (DPK) Bank BCA Syariah tumbuh 15,48% secara tahunan menjadi Rp10,95 triliun. Pertumbuhan DPK ini juga melebihi rata-rata pertumbuhan DPK industri yang sebesar 3,73%. Pem biayaannya naik 18,96% menjadi Rp9,01 triliun, juga di atas rata-rata pertumbuhan industri yang sebesar 10,61%.
Pertumbuhan pembiayaan Bank BCA Syariah diimbangi dengan kualitas non performing financing (NPF) yang terjaga di level 1,04%, jauh di bawah threshold 5%. Dengan raihan kinerja yang sangat baik, Bank BCA Syariah membukukan laba bersih Rp153,80 miliar di 2023, naik 30,80%, sekaligus di atas rata-rata pertumbuhan laba bersih industri yang sebesar 20,57%.
Dalam catatan Infobank, Bank BCA Syariah mampu mempertahankan pertumbuhan bisnisnya dengan sangat baik selama beberapa tahun terakhir. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilannya meraih predikat “sangat bagus” selama lebih dari 10 tahun berturut-turut.
2. BANK KALTENG
Bank Kalteng yang dipimpin Marzuki selaku direktur pemasaran dan bisnis serta Tuk Yulianto selaku direktur kepatuhan dan manajemen risiko mendapatkan predikat “sangat bagus” dengan total skor 94,12%.
Sejumlah pos keuangannya membukukan pertumbuhan di atas rata-rata industri, salah satunya dana pihak ketiga (DPK) yang naik 9,71%.
3. BANK NTB SYARIAH
Bank NTB Syariah meraih predikat “sangat bagus”, dengan total skor 92,55%. Predikat itu diberikan karena kinerja bank ini cemerlang di tahun lalu. Bank NTB Syariah yang dipimpin Kukuh Rahardjo sebagai direktur utama ini meraup laba Rp211,99 miliar di 2023 atau tumbuh 17,18% secara tahunan. Per akhir 2023 bank ini beraset Rp14,27 triliun.
4. BANK SULTRA
Kinerja gemilang ditorehkan Bank Sultra di 2023. Bank yang di pimpin Abdul Latif selaku direktur utama ini mencatatkan pertumbuhan kredit 8,02% secara tahunan di 2023. Total asetnya juga tercatat naik 3,14% dengan modal inti yang bertambah 18,83%. Bank Sultra meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 90,65%.
5. BANK CTBC INDONESIA
Bank CTBC Indonesia menorehkan prestasi gemilang di rating ini. Posisi Bank CTBC Indonesia naik hingga 21 peringkat ke po sisi ke-5 dari posisi ke-26 pada rating tahun lalu. Laba tahun berjalan bank yang dipimpin Iwan Satawidinata sebagai presi den direktur ini naik 306,99% di 2023. Bank ini meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 90,20%.