Bisnis yang tumbuh solid berimbas positif pada profitabilitas. Tahun lalu, BPR ini mengantongi laba Rp37,14 miliar atau tumbuh 15,91% secara tahunan. Total asetnya pun mengembang 13,90% menjadi Rp516,75 miliar. Aset yang makin gemuk itu mengantarkan BPR ini naik ke kelas aset yang lebih tinggi.
Sumber : Istimewa
1. BPR Arta Kedaton Makmur
Ada 45 BPR yang menghuni kelompok aset Rp500 miliar sampai dengan di bawah Rp1 triliun. Dari jumlah tersebut, 26 BPR meraih predikat “sangat bagus”. Dengan total skor 99,53%, BPR Arta Kedaton Makmur meraih predikat “sangat bagus” sekaligus menjadi yang teratas di kelompok ini. Dari lima kriteria penilaian, BPR yang dipimpin HC. Ho Lie Tjoe sebagai direktur utama ini mendapat skor sempurna di empat kriteria, yakni permodalan, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi.
Kinerja BPR Arta Kedaton Makmur memang gemilang. Kreditnya melonjak 28,67% secara tahunan atau menjadi Rp428,22 miliar di 2023. Laju kreditnya lebih cepat dibandingkan dengan rata-rata industri BPR yang 8,89%. Kualitas kredit BPR yang berbasis di Bandar Lampung ini pun sangat baik. Rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL)-nya hanya 0,83%, jauh di bawah rata-rata industri yang sebesar 6,51% (net). Likuiditas BPR Arta Kedaton Makmur juga berlimpah. DPK-nya tumbuh 15,68% menjadi Rp303,36 miliar.
Modal intinya meningkat 12,10% menjadi Rp205,01 miliar. Dengan rasio kecukupan modal (CAR) di posisi 58,13%, BPR ini masih mempunyai banyak tenaga untuk melakukan ekspansi bisnis. Bisnis yang tumbuh solid berimbas positif pada profitabilitas. Tahun lalu, BPR ini mengantongi laba Rp37,14 miliar atau tumbuh 15,91% secara tahunan. Total asetnya pun mengembang 13,90% menjadi Rp516,75 miliar. Aset yang makin gemuk itu mengantarkan BPR ini naik ke kelas aset yang lebih tinggi.
2. BPR DP Taspen
BPR DP Taspen meraih total skor 98,81% dalam rating kali ini. Raihan itu mengantarkannya sebagai peraih predikat “sangat bagus” sekaligus menempati peringkat kedua. Kinerja BPR yang dikomandoi Iwan Soeroto sebagai direktur utama ini memang ciamik di 2023, tumbuh melampaui rata-rata industri. Pada 2023, kredit BPR DP Taspen melonjak 21,19% menjadi Rp481,02 miliar.
Sementara, DPK-nya tumbuh 9,92% menjadi Rp420,42 miliar. BPR ini mengantongi laba Rp23,34 miliar atau tumbuh 19,14%, dengan total aset Rp574,69 miliar atau naik 16,35%.
3. BPR Kredit Mandiri Indonesia
Peringkat ketiga di kelompok ini menjadi milik BPR Kredit Mandiri Indonesia. Berkat performa bisnisnya yang gemilang tahun lalu, BPR ini meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 98,03%. Pertumbuhan kreditnya sebesar 28,65% atau menjadi Rp504,14 miliar, tiga kali lipat lebih besar dari rata-rata pertumbuhan industri yang tercatat 8,89%. Sementara, DPK-nya tembus Rp308,70 miliar atau naik 36,14%.
Labanya juga meningkat 20,22% menjadi Rp28,52 miliar. BPR yang per akhir 2023 beraset Rp678,55 miliar atau tumbuh 25,15% ini pun masih mempunyai tenaga besar untuk ekspansi.
4. BPR Bank Boyolali Perseroda
Kinerja BPR Bank Boyolali memelesat di atas ratarata industri pada 2023. Sejumlah aspek keuangan pentingnya tumbuh double digit. Kredit naik 10,11% menjadi Rp365,53 miliar. Laju kredit itu ditopang likuiditas yang kuat dengan DPK Rp456,97 miliar atau tumbuh 25,69%.
Bisnis yang tumbuh solid membuat laba BPR ini tumbuh 11,32% menjadi Rp9,19 miliar. Modalnya pun diperkuat dengan modal inti Rp80,63 miliar, tumbuh 13,26%. Alhasil, total asetnya naik 23,21% menjadi Rp557,46 miliar. Kinerja itu membuahkan predikat “sangat bagus” dalam rating.
5. BPR Bank Daerah Pati Perseroda
Total skor 97,19% mengantarkan BPR Bank Daerah Pati Perseroda duduk di peringkat kelima. BPR yang dipimpin Arif Budiarto sebagai direktur utama ini meraih predikat “sangat bagus” berkat performa bisnisnya yang tumbuh solid di 2023. BPR ini mencatatkan pertumbuhan kredit 7,38% secara tahunan atau menjadi Rp462,12 miliar. DPK-nya pun naik 9,44% menjadi Rp440,46 miliar.
Alhasil, laba yang dikantonginya naik 5,99% menjadi Rp9,62 miliar. Di akhir 2023, BPR Bank Daerah Pati Perseroda beraset Rp543,25 miliar atau meningkat 3,51%.
6. BPR Arthaguna Mandiri
BPR Arthaguna Mandiri mendapatkan total skor 96,30%. Capaian ini membuatnya berhak atas predikat “sangat bagus”. Kinerja solid BPR asal Bandung Barat ini tergambar dari sejumlah indikator keuangannya yang tumbuh positif di 2023. Kredit meningkat 17,85% atau menjadi Rp473,61 miliar.
Ekspansi kredit disokong likuiditas yang mumpuni dengan DPK Rp301,55 miliar atau naik 7,95%. Labanya pun naik 4,78% menjadi Rp18,49 miliar dengan aset Rp600,17 miliar atau tumbuh 14,89%. Sementara, modal intinya melonjak 16,87% menjadi Rp92,51 miliar.
Ada 45 BPR yang menghuni kelompok aset Rp500 miliar sampai dengan di bawah Rp1 triliun. Dari jumlah tersebut, 26 BPR meraih predikat “sangat bagus”. Dengan total skor 99,53%, BPR Arta Kedaton Makmur meraih predikat “sangat bagus” sekaligus menjadi yang teratas di kelompok ini. Dari lima kriteria penilaian, BPR yang dipimpin HC. Ho Lie Tjoe sebagai direktur utama ini mendapat skor sempurna di empat kriteria, yakni permodalan, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi.