Sumber: Istimewa
1. BPR Bahteramas Konawe
Kelompok BPR beraset Rp100 miliar sampai dengan di bawah Rp250 miliar dihuni 232 BPR. Dari jumlah itu, 103 BPR di antaranya meraih predikat “sangat bagus”. BPR Bahteramas Konawe tercatat sebagai BPR nomor wahid di kelompok ini dengan total skor 99,94%. Nyaris sempurna (100%) dan merupakan terbesar di kelasnya, sekaligus salah satu skor tertinggi dari seluruh BPR yang dirating Infobank tahun ini.
Kinerja BPR yang terletak di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, sepanjang 2023 mentereng, jauh di atas rata-rata industri BPR nasional. BPR Bahteramas Konawe mengantongi laba Rp4,58 miliar atau tumbuh 49,81%. Jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri BPR yang terkoreksi 38,67%. Kenaikan laba BPR Bahteramas Konawe ditopang penyaluran kredit dan DPK-nya yang masing-masing tumbuh 74,59% dan 20,28% menjadi Rp65,61 miliar dan Rp39,09 miliar. Keduanya juga tumbuh di atas ratarata industri. Per akhir 2023, aset BPR yang dipimpin Ahmat sebagai direktur utama ini mencapai Rp110,11 miliar atau tumbuh 57,79%. Di sisi rentabilitas, ROA-nya naik dari 5,96% menjadi 6,50%, sementara ROE-nya naik dari 22,21% menjadi 33,27%.
Dari 11 sub aspek penilaian rating, BPR Bahteramas Konawe mendapatkan nilai sempurna di 10 aspek, yakni CAR, pertumbuhan modal inti, pertumbuhan kredit yang diberikan, ROA, ROE, pertumbuhan laba tahun berjalan, LDR, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), BO/PO, dan NIM.
2. BPR Agra Dhana
BPR Agra Dhana menempati posisi runner up di kelompok ini. Per akhir 2023, BPR yang berlokasi di Batam, Kepulauan Riau, ini meraup laba Rp3,01 miliar atau tumbuh 43,49% secara tahunan. Kreditnya naik 15,24% menjadi Rp97,07 miliar. DPK BPR yang beraset Rp122,34 miliar di 2023 ini tumbuh 18,12%.
Kualitas kreditnya pun membaik. Tecermin dari rasio NPL yang turun dari 3,97% di 2022 menjadi 0,16% di 2023. BPR Agra Dhana mendapat nilai sempurna di sejumlah aspek penilaian.
3. BPR Fianka Rezalina Fatma
Kinerja keuangan BPR Fianka Rezalina Fatma cemerlang di 2023. Kinerja paling menonjol terlihat dari DPK-nya yang tumbuh triple digit, yakni 249,11%, menjadi Rp24,54 miliar, sangat jauh di atas rata-rata industri. Operasional bisnis BPR asal Kota Pekanbaru, Riau, ini juga makin efisien. BO/PO-nya berhasil ditekan dari 71,72% menjadi 66,04%. BPR ini menutup 2023 dengan laba Rp7,14 miliar atau tumbuh 46,74%.
BPR yang dipimpin Dedy Febriyanto sebagai direktur utama ini mendapat predikat “sangat bagus” dengan total skor 99,73%.
4. BPR Delanggu Raya
Berbekal total skor 99,62%, BPR Delanggu Raya menjadi salah satu yang terbaik di kelompoknya. BPR yang terletak di Klaten, Jawa Tengah, ini mendapatkan skor tertinggi di sebagian besar aspek penilaian dalam rating.
Sejumlah indikator keuangan utama BPR ini tumbuh positif. Tahun lalu, laba bersihnya tumbuh 31,16% secara tahunan atau menjadi Rp3,31 miliar. DPK meningkat 19,77% menjadi Rp41,57 miliar. Sementara, penyaluran kreditnya tercatat Rp111,50 miliar atau naik 33,91% dengan aset Rp125,11 miliar atau mengembang 29,81%.
5. BPR DP Taspen Jateng
BPR berpredikat “sangat bagus” selanjutnya di kelompok ini adalah BPR DP Taspen Jateng, dengan total skor 99,62%. Predikat prestisius ini berhasil diraih BPR yang berlokasi di Banyumas, Jawa Tengah, ini berkat kinerjanya yang tumbuh mengesankan tahun lalu. Pada 2023, BPR DP Taspen Jateng mencatatkan total aset Rp146,09 miliar atau tumbuh 15,10% secara tahunan. DPK-nya mengembang 19,75% menjadi Rp103,65 miliar.
Tumbuhnya DPK menopang penyaluran kredit yang naik 9,54% menjadi Rp114,82 miliar. Adapun laba bersihnya tercatat Rp6,02 miliar atau tumbuh 16,29%.
6. BPR Prima Riau Sentosa
BPR Prima Riau Sentosa meraih total skor 99,40%. Pada 2023, penyaluran kredit BPR asal Kota Pekanbaru, Riau, ini tumbuh 34,69% secara tahunan menjadi Rp150,55 miliar. BPR ini berhasil menghimpun DPK sebesar Rp141,13 miliar atau naik 19,76%. Pertumbuhan kredit dan DPK ini turut menopang peningkatan profitabilitasnya. Tahun lalu, BPR ini meraup laba Rp6,81 miliar atau tumbuh 18,18%.
Sementara, asetnya tumbuh 17,45% menjadi Rp180,91 miliar. BPR Prima Riau Sentosa mendapatkan nilai sempurna hampir di semua aspek.
Kelompok BPR beraset Rp100 miliar sampai dengan di bawah Rp250 miliar dihuni 232 BPR. Dari jumlah itu, 103 BPR di antaranya meraih predikat “sangat bagus”. BPR Bahteramas Konawe tercatat sebagai BPR nomor wahid di kelompok ini dengan total skor 99,94%. Nyaris sempurna (100%) dan merupakan terbesar di kelasnya, sekaligus salah satu skor tertinggi dari seluruh BPR yang dirating Infobank tahun ini.