Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Rating 159 BUMN 2024 - Perusahaan BUMN

Kinerja Menawan Berlanjut & Mengukir Banyak Prestasi

Rating BUMN Ini Membagi Perusahaan-perusahaan Pelat Merah yang Dirating Dalam Tiga Kelompok: Perusahaan BUMN, Perusahaan BUMN di Bawah Kementerian Keuangan, dan Anak Perusahaan BUMN. Dari 78 Perusahaan, 21 di Antaranya Berhasil Meraih Predikat “Sangat Bagus”

Oleh Ari Nugroho
Statistik Rating Bank Negara Indonesia Tahun 2023

Statistik Rating Bank Negara Indonesia Tahun 2023

Bank Mandiri mencatatkan namanya sebagai perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) terbaik berdasarkan “Rating 159 BUMN Versi The Asian Post 2024”. Hal itu didasari capaian bank pelat merah satu ini dalam rating ini. Dengan total skor 98,46%, Bank Mandiri memperoleh predikat “sangat bagus” dan menempati peringkat pertama di kelompok perusahaan BUMN.

Kinerja keuangan yang tumbuh dan solid di 2023 mengantarkan bank yang dipimpin Darmawan Junaidi sebagai direktur utama ini meraih hasil maksimal dalam rating kali ini. Bank ini juga mampu menjaga keberlanjutan usahanya dengan baik selama bertahun tahun. Bank Mandiri selalu berkinerja sangat bagus dalam 15 tahun terakhir.

Berdasarkan data rating, Bank Mandiri memperlihatkan keunggulannya di sisi kualitas aset dengan rentabilitas dan efisiensi yang baik serta biaya dana (cost of fund/CoF) yang rendah. Dari tujuh aspek penilaian utama rating untuk kelompok bank, 

1. Bank Mandiri 

Bank Mandiri mendapat skor sempurna di lima aspek, yakni peringkat komposit profil manajemen risiko, peringkat nilai komposit good corporate governance (GCG), permodalan, rentabilitas, dan efisiensi. Sementara, untuk aspek kualitas aset dan likuiditas, skor Bank Mandiri tertinggi di antara peer-nya. Bank Mandiri juga juara dalam hal tata kelola. Peringkat nilai komposit GCG menjadi salah satu keunggulan Bank Mandiri. Di 2023, peringkat nilai komposit GCG bank ini adalah 1 atau sangat baik. Ini mencerminkan bahwa Bank Mandiri mampu mengimple[1]men tasikan prinsip dasar GCG dengan sangat baik.

Begitu pun dalam peringkat komposit profil manajemen risiko. Nilai Bank Mandiri adalah 1 atau low. Hal itu mencerminkan kondisi Bank Mandiri yang secara umum sangat sehat sehingga dinilai sangat mampu menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.

Sementara, secara pertumbuhan, kinerja Bank Mandiri sangat mengesankan. Tahun lalu, bank ini membukukan laba bersih Rp60,05 triliun atau tumbuh 33,59% year on year (yoy). Pertumbuhan laba Bank Mandiri ini di atas rata-rata pertumbuhan industri yang tercatat 20,57% yoy. Laba yang diraih Bank Mandiri di 2023 itu juga tercatat sebagai laba tertinggi sepanjang sejarah bank ini berdiri selama 25 tahun.

Pada pos penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), Bank Mandiri meraup DPK Rp1.576,95 triliun atau tumbuh 5,78% yoy. Pertumbuhan ini juga di atas rata-rata industri. Lebih jauh, dari DPK yang dihimpun, dana murah (CASA) Bank Mandiri terbilang tebal dengan rasio 74,30%.

Untuk kredit, Bank Mandiri mencetak kinerja yang juga menawan. Tahun lalu, kreditnya tumbuh 16,40% yoy atau menjadi Rp1.392,58 triliun. Pertumbuhan kredit bank ini pun di atas rata-rata industri yang tercatat 10,61% yoy.

Menutup 2023, Bank Mandiri membukukan total aset (konsolidasi) Rp2.174,22 triliun atau tumbuh 9,12% yoy. Dengan capaian itu, Bank Mandiri menjadi bank pertama di Indonesia yang asetnya tembus Rp2.000 triliun.

2. PT YODYA KARYA

PT Yodya Karya, perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konsultan konstruksi, berhasil meraih capaian yang lebih baik dalam rating tahun ini, dibandingkan dengan rating 2023. Kali ini, perusahaan yang dipimpin C. Thomas Pangaribuan sebagai direktur utama ini berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Sebelumnya, PT Yodya Karya berpredikat “bagus” saja. Itu berarti, kinerja PT Yodya Karya makin kuat dalam setahun terakhir.

Menurut data rating, dari total lima aspek penilaian, PT Yodya Karya mendapat nilai sempurna di dua aspek, yakni pertumbuhan dan rasio aktiva lancar banding kewajiban jangka pendek. Di tiga aspek lainnya, nilai yang diraih PT Yodya Karya terbilang baik. Secara total, di rating kali ini, PT Yodya Karya mendapat skor 94,83%.

Di 2023, kinerja PT Yodya Karya tumbuh mengesankan. Pendapatan usahanya naik 20,43% yoy atau menjadi Rp364,56 miliar. Mengembangnya pendapatan usaha mengerek laba PT Yodya Karya sehingga terbang 644,51% yoy menjadi Rp158,75 miliar

3. PT DANAREKSA

PT Danareksa, yang merupakan holding BUMN spesialis transformasi dan investasi satu-satunya di Indonesia, meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 93,63%. Kinerja perusahaan BUMN yang membawahkan lima subkluster ini, yaitu jasa keuangan, kawasan industri, jasa dan konsultansi konstruksi, media dan teknologi, serta pengelolaan sumber daya air, cemerlang di 2023.

Tahun lalu, perusahaan yang dipimpin Yadi Jaya Ruchandi sebagai direktur utama ini mencetak laba Rp1,30 triliun atau meningkat 4,41% yoy. Naiknya laba ditopang pendapatan usaha yang tumbuh 24,44% yoy atau menjadi Rp11,82 triliun. Adapun asetnya tercatat Rp60,45 triliun, mengembang 13,01% yoy.

Di rating kali ini, PT Danareksa terlihat menonjol di aspek aktiva lancar banding kewajiban jangka pendek dan efisiensi yang diwakili rasio BO/PO. Di kedua aspek itu, PT Danareksa mendapat nilai sempurna.

4. Bank Negara Indonesia

Rapor kinerja keuangan yang membiru di 2023 berhasil dicetak Bank Negara Indonesia (BNI). Sejumlah pos keuangannya tumbuh mengesankan dan berkualitas. Dalam rating ini, bank yang dipimpin Royke Tumilaar sebagai direktur utama ini mendapat predikat “sangat bagus” dengan total skor 92,69%.

Berdasarkan data rating, BNI mendapat nilai sempurna di sejumlah aspek penilaian – untuk kategori bank, yakni peringkat nilai komposit GCG dan permodalan. Selain itu, bank ini terlihat tangguh di aspek likuiditas dan efisiensi. Di 2023, BNI membukukan laba bersih Rp21,11 triliun atau tumbuh 14,20% yoy. 

Pertumbuhan laba BNI ini lebih tinggi daripada rata-rata industri yang sebesar 20,57% yoy. Adapun DPK dan kreditnya masing-masing tercatat Rp810,73 triliun atau naik 5,39% yoy dan Rp695,08 triliun atau naik 7,57% yoy. Sementara, aset BNI tahun lalu tercatat Rp1.086,66 triliun atau tumbuh 5,52% yoy.

5. Perum Percetakan Uang Republik Indonesia

Total skor yang diraih Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) di rating kali ini adalah 92,37%. Karena itu, perusahaan BUMN yang dipimpin Dwina Septiani Wijaya sebagai direktur utama ini berhak atas predikat “sangat bagus”. Di rating yang sama tahun sebelumnya, Peruri juga mendapat predikat “sangat bagus”.

Perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang industri kertas, percetakan, dan penerbitan ini mendapat nilai sempurna di sejumlah subaspek penilaian. Di antaranya, rasio ekuitas banding aktiva total di aspek solvabilitas serta ROA dan ROE di aspek rentabilitas. Sementara, di aspek pertumbuhan, Peruri unggul di subaspek pertumbuhan laba tahun berjalan.

Menutup 2023, Peruri meraup laba Rp428,41 miliar atau tumbuh 21,92% yoy. Pendapatan usaha yang meningkat 14,33% yoy atau menjadi Rp4,44 triliun menjadi salah satu penyokong pertumbuhan labanya.

6. PT Biro Klasifikasi Indonesia

Dipimpin Arisudono Soerono sebagai direktur utama, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) berhasil menutup tahun kerja 2023 dengan gemilang. Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang sertifikasi ini mampu meraih pertumbuhan yang mengesankan dan solid. Di 2023, BKI membukukan laba Rp783,56 miliar. Dibandingkan dengan 2022, laba itu tumbuh 13,83% yoy. Makin tebalnya laba BKI antara lain didorong pendapatan usahanya yang meningkat 6,62% dari Rp5,55 triliun di 2022 menjadi Rp5,91 triliun. 

 

Adapun asetnya tercatat meningkat 9,50% yoy dari Rp7,95 triliun di 2022 menjadi Rp8,70 triliun. Di rating kali ini, BKI mendapat predikat “sangat bagus” dengan total skor 91,81%. Perusahaan BUMN berusia 60 tahun pada 2024 ini terlihat kuat di aspek aktiva lancar banding kewajiban jangka pendek, ROA, dan ROE yang merupakan salah satu indikator terbaik perusahaan.

7. PT Asdp Indonesia Ferry

PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) adalah BUMN yang bergerak dalam bisnis jasa penyeberangan dan pelabuhan terintegrasi serta tujuan wisata waterfront. Perusahaan yang dipimpin Ira Puspadewi sebagai direktur utama ini berhasil meraih capaian kinerja yang mengesankan di 2023. Tahun lalu, perusahaan BUMN yang menjalankan armada feri sebanyak lebih dari 226 unit kapal dan melayani 307 lintasan di seluruh Indonesia ini mencetak laba Rp636,54 miliar atau meningkat 8,78% dari Rp585,17 miliar di 2022. Kenaikan laba perusahaan ini ditunjang pendapatan usaha yang mengembang 13,94% yoy menjadi Rp4,92 triliun. 

 

Di rating kali ini, ASDP mendapat total skor 90,59% dan berhak atas predikat “sangat bagus”. ASDP juga tercatat sebagai satu-satunya perusahaan BUMN yang mendapat predikat prestisius itu, dari empat perusahaan BUMN yang bergerak di sektor angkutan darat, udara, dan laut

8. Perum Jasa Tirta Ii

Rapor keuangan Perum Jasa Tirta II pada 2023 membiru. Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang jasa pengairan ini pun berhak atas predikat “sangat bagus” dengan total skor 90,51%. Perum Jasa Tirta II menjadi salah satu perusahaan BUMN terbaik yang meraih predikat “sangat bagus” dalam rating kali ini. 

Hasil rating menunjukkan, perusahaan pelat merah yang dinakhodai Imam Santoso sebagai direktur utama ini unggul di tiga aspek penilaian, yakni aktiva lancar banding kewajiban jangka pendek, BO/PO, dan rentabilitas, yang skornya tercatat sempurna. Untuk dua aspek lainnya, yakni pertumbuhan dan solvabilitas, nilai yang diraih Perum Jasa Tirta II cukup baik. Pada 2023, Perum Jasa Tirta II meraup laba Rp138,02 miliar. Adapun pendapatan usahanya tercatat Rp1,08 triliun atau tumbuh 10,10% yoy. Perusahaan BUMN ini mengakhiri 2023 dengan total aset Rp2,06 triliun, naik 7,88% yoy

9. Bank Rakyat Indonesia

Pertumbuhan kinerja yang solid dan memuaskan berhasil ditunjukkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) di 2023. Fungsi intermediasi yang dijalankan bank pelat merah yang dipimpin Sunarso sebagai direktur utama ini berjalan sangat baik. Berkat kinerjanya yang ciamik di tahun lalu, BRI mendapat predikat “sangat bagus” dalam rating BUMN kali ini. Bank ini memperoleh total skor 90,33%. BRI selalu mencetak kinerja yang mengesankan selama lebih dari 20 tahun. 

Berdasarkan data rating, BRI mendapat nilai sempurna di aspek peringkat nilai komposit GCG. Untuk aspek lainnya, seperti efisiensi, likuiditas, rentabilitas, permodalan, dan peringkat komposit profil manajemen risiko, nilainya cukup tinggi, mendekati sempurna. Di 2023, BRI meraup laba bersih Rp60,43 triliun atau tumbuh 17,54% secara tahunan. Di industri perbankan nasional, laba yang diraih BRI itu merupakan yang terbesar.

10. PT Telekomunikasi Indonesia

Kinerja yang lebih baik diraih PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) di 2023, dibandingkan dengan 2022. Hal itu tecermin dari hasil yang dicapai perusahaan yang dipimpin Ririek Adriansyah sebagai direktur utama di rating BUMN kali ini. Kini, dengan total skor 87,42%, Telkom mendapat predikat “sangat bagus”.

Sebelumnya, perusahaan pelat merah satu ini berpredikat “bagus” saja. Berdasarkan data rating, dari lima aspek penilaian, Telkom meraih nilai sempurna di dua aspek, yakni rasio BO/PO dan rentabilitas. Untuk tiga aspek lainnya, yaitu solvabilitas, aktiva lancar banding kewajiban jangka pendek, dan pertumbuhan, nilai yang didapat Telkom cukup baik. Khusus untuk aspek pertumbuhan, Telkom sangat menonjol di komponen laba. Tahun lalu, laba perusahaan BUMN bidang informasi dan komunikasi yang per akhir 2023 beraset Rp287,04 triliun ini tumbuh 16,35% secara tahunan atau menjadi Rp32,21 triliun.

Kinerja keuangan yang tumbuh dan solid di 2023 mengantarkan bank yang dipimpin Darmawan Junaidi sebagai direktur utama ini meraih hasil maksimal dalam rating kali ini. Bank ini juga mampu menjaga keberlanjutan usahanya dengan baik selama bertahun tahun. Bank Mandiri selalu berkinerja sangat bagus dalam 15 tahun terakhir.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi September 2024

Rp 65.000

BELI