Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Rating 159 BUMN 2024 – Anak Perusahaan BUMN

Raih Skor Sempurna, Luar Biasa!

Rating di Kelompok Anak Perusahaan BUMN Dilakukan Terhadap 71 Perusahaan. Hasilnya, Sebanyak 34 Perusahaan Mendapat Predikat “Sangat Bagus.” Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia Duduk di Peringkat Teratas, Dengan Skor Sempurna.

Oleh Ari Nugroho
Rating Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia

Rating Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia

1. ASURANSI JIWA INHEALTH INDONESIA

LUAR biasa! Itulah gambaran singkat dari kinerja Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) di 2023. Perusahaan asuransi jiwa yang tahun lalu masih menjadi anak perusahaan Bank Mandiri dan pada Juni 2024 lalu diakuisisi Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), ini berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sangat memuaskan. Alhasil, dalam rating ini, Mandiri Inhealth mendapat predikat “sangat bagus”. Hebatnya lagi, Mandiri Inhealth meraih total skor sempurna atau 100%.

        Sejumlah indikator kinerja keuangan Mandiri Inhealth yang sementara ini dipimpin Rahmat Syukri sebagai plt direktur utama ini tumbuh solid di atas rata-rata industri asuransi jiwa nasional, dengan rasio-rasio penting yang sehat dan berkualitas.

        Tahun lalu, perusahaan asuransi jiwa ini mencatatkan kenaikan pendapatan premi bruto sebesar 15,84% year on 

year (yoy) atau menjadi Rp3,44 triliun. Berbanding terbalik dengan laju premi bruto industri yang tumbuh negatif 7,43% yoy. Jumlah investasinya pun naik menjadi Rp1,50 triliun atau tumbuh 26,74% yoy. Sedangkan, secara industri, investasinya hanya naik 0,55% yoy.

        Lebih jauh, di saat industri asuransi jiwa mengalami koreksi pendapatan 0,39% yoy, Mandiri Inhealth justru mampu tumbuh positif. Pendapatannya mencapai Rp2,89 triliun atau meningkat 10,61% secara tahunan. Dan, sebagai hasil akhir, perusahaan asuransi jiwa ini membukukan laba sebelum pajak Rp227,16 miliar.

Di sisi permodalan, juga ada penguatan. Di 2023, modal sendiri Mandiri Inhealth naik 11,08% yoy atau menjadi Rp1,58 triliun. Sementara, risk based capital (RBC) mencapai 733,00%. Angka itu enam kali lipat lebih besar dibandingkan dengan threshold minimum yang disyaratkan regulator, yakni 120%. Adapun total asetnya menjadi Rp2,82 triliun atau meningkat 6,19%. 

Berdasarkan data rating, Mandiri Inhealth mendapat nilai sempurna di seluruh aspek penilaian untuk kelompok perusahaan asuransi jiwa. Aspek-aspek itu adalah rasio pencapaian solvabilitas minimum (RBC), likuiditas, aset yang diperkenankan banding aset total, rasio kecukupan investasi, pertumbuhan premi bruto, pertumbuhan modal sendiri, premi bruto banding ratarata modal sendiri, rasio perimbangan hasil investasi dengan pendapatan premi neto, rasio beban banding pendapatan premi neto, laba sebelum pajak banding ratarata modal sendiri, dan laba komprehensif banding rata-rata modal sendiri. 

 2. PT TWC BOROBUDUR, PRAMBANAN, DAN RATU BOKO

PENINGKATAN sangat signifikan dalam rating BUMN versi The Asian Post kali ini berhasil dicapai oleh PT TWC Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (PT TWC). Kini, berkat kinerjanya yang menawan di 2023, anggota holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata yang dipimpin PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Injourney) ini berhasil mendapat predikat “sangat bagus”. Di rating sebelumnya, PT TWC berpredikat “tidak bagus”. Itu artinya, dalam setahun terakhir, PT TWC mampu memperkuat kinerjanya sehingga menjadi lebih baik daripada 2022.              

        Di rating ini, perusahaan yang dipimpin Febrina Intan sebagai direktur utama ini memperoleh total skor 98,16%. Perusahaan yang bergerak di bidang pengusahaan lingkungan Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Ratu Boko serta cagar budaya dan kebudayaan lainnya sebagai suatu taman wisata dan usaha di bidang

pariwisata ini terlihat menonjol di aspek aktiva lancar banding kewajiban jangka pendek, rasio BO/PO, dan rentabilitas. Di aspek-aspek itu, PT TWC mendapat nilai sempurna.

Sementara, khusus untuk aspek pertumbuhan, PT TWC tampak sangat kuat di komponen pertumbuhan laba, pendapatan usaha, dan aktiva total. Di akhir 2023, PT TWC meraup laba Rp64,07 miliar. Dibandingkan dengan 2022, laba itu meroket 2.042,64%.

Di lain sisi, rating ini menempatkan PT TWC dalam perhotelan dan pariwisata bersama satu perusahaan lainnya. Di bidang ini, hanya PT TWC yang meraih predikat “sangat bagus”. Ar

   3. PT DAHANA 

PT Dahana mendapat predikat “sangat bagus” dengan total skor 97,99%. Perusahaan yang dikomandoi Syaifuddin sebagai direktur utama ini merupakan anggota holding BUMN industri pertahanan yang dipimpin PT LEN Industri. Di rating ini, PT Dahana ditempatkan dalam bidang industri pertahanan bersama PT Pindad dan PT PAL Indonesia. Dari ketiga perusahaan itu, hanya PT Dahana yang mendapat predikat “sangat bagus”.

            Berdasarkan penilaian rating, PT Dahana unggul di aspek rentabilitas, rasio BO/PO, dan aktiva lancar banding kewajiban jangka pendek. Di ketiga aspek itu, perusahaan yang berdiri sejak 1973 ini mendapat nilai sempurna.

               Pada 2023, PT Dahana mencatatkan perolehan laba Rp458,46 miliar atau tumbuh 75,86% dari 2022 yang sebesar Rp260,69 miliar. Tumbuhnya laba, salah satunya ditopang oleh pendapatan usaha yang mengembang 18,05% atau menjadi Rp3,92 triliun. Sementara, asetnya tercatat Rp4,35 triliun atau tumbuh 11,54% yoy. Ar

4. PT KAWASAN INDUSTRI WIJAYAKUSUMA

PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW) merupakan anak perusahaan PT Danareksa, holding BUMN spesialis transformasi dan investasi. PT KIW yang dipimpin Ahmad Fauzie Nur sebagai direktur utama ini bergerak di bidang pengembangan dan pengelolaan kawasan industri, properti, dan bisnis di Jawa Tengah.

           Pada rating edisi tahun ini, PT KIW mendapat total skor 97,30% dan berpredikat “sangat bagus”. PT KIW mendapat nilai sempurna di aspek penilaian pertumbuhan, aktiva lancar banding kewajiban jangka pendek, rasio BO/PO, dan rentabilitas. Di rating 2023, perusahaan ini juga mendapat predikat yang sama.

           Kinerja PT KIW di 2023 memang ciamik. Bisnis perusahaan tumbuh mengesankan. Cerminannya, antara lain pendapatan usaha yang memelesat 117,33% secara tahunan atau menjadi Rp801,88 miliar. Pendapatan usaha yang mengembang berkontribusi terhadap peningkatan laba. Menutup 2023, PT KIW meraup laba Rp271,05 miliar atau terbang 149,22% dari 2022. Ar

      5. PT PEGADAIAN 

DI rating ini, PT Pegadaian terlihat kuat di aspek rentabilitas, rasio BO/PO, dan aktiva lancar banding kewajiban jangka pendek. Di tiga aspek itu, nilai yang didapat perusahaan anggota holding BUMN ultra mikro yang dipimpin Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini sempurna. Sementara, untuk aspek pertumbuhan dan solvabilitas, nilai yang didapatnya cukup tinggi.

                Secara total, PT Pegadaian yang dipimpin Damar Latri Setiawan sebagai direktur utama ini mendapat total skor 96,35% dan berpredikat “sangat bagus”. Di rating tahun lalu, perusahaan ini juga mendapat predikat yang sama.

                Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birI), pada 2023, PT Pegadaian berhasil membukukan laba sebesar Rp4,38 triliun atau tumbuh 32,67% dari Rp3,29 triliun di 2022. Perolehan laba yang makin gemuk itu, antara lain ditopang oleh pendapatan usaha yang meningkat 6,81% atau dari Rp22,88 triliun di 2022 menjadi Rp24,43 triliun. Ar

 

   6. BANK MANDIRI TASPEN 

BANK Mandiri Taspen sukses menorehkan kinerja gemilang di 2023. Indikator kinerja keuangannya, seperti aset, kredit, laba, dana pihak ketiga (DPK), dan modal inti, tumbuh positif dan berkualitas. Bank yang dipimpin Elmamber Petamu Sinaga ini juga dikelola dengan sangat baik. Tecermin dari perolehan peringkat komposit profil manajemen risikonya yang mendapat nilai terbaik.

         Dari 14 aspek penilaian rating, untuk kelompok bank, Bank Mandiri Taspen meraih nilai sempurna di 10 aspek, yakni capital adequacy ratio (CAR), pertumbuhan modal inti, pertumbuhan kredit yang diberikan, return on asset (ROA), return on equity (ROE), pertumbuhan laba tahun berjalan, loan to deposit ratio (LDR), pertumbuhan DPK, BO/PO, dan net interest margin (NIM). Sementara, di aspek lainnya, nilainya cukup tinggi.

       Di rating ini, bank yang merupakan anak perusahaan Bank Mandiri ini mendapat total skor 96,23% dan berpredikat “sangat bagus”. Ar 

     7. ASURANSI JIWA TASPEN


KINERJA apik Asuransi Jiwa Taspen (Taspen Life) pada 2023 diganjar predikat “sangat bagus”. Fundamental perusahaan yang dipimpin Ibnu Hasyim sebagai direktur utama tampak sangat kuat di tahun lalu. Lihat saja RBC-nya di posisi 289,88%. Jauh di atas ambang batas minimum.

          Dari sisi premi bruto memang mengalami koreksi, tapi indikator keuangan lainnya tetap tumbuh positif. Investasinya masih tumbuh 13,94% yoy atau menjadi Rp7,23 triliun. Laba naik 5,73% yoy menjadi Rp90,79 miliar. Pemegang saham juga melakukan penguatan permodalan. Modal sendiri tumbuh 15,55% yoy atau menjadi Rp712,29 miliar. Taspen Life tercatat memiliki aset Rp7,49 triliun di akhir 2023, tumbuh 13,61% dari 2022.

           Taspen Life merupakan anak perusahaan PT Taspen. Berdiri sejak 2014, Taspen Life berkomitmen untuk terus menciptakan nilai bagi para nasabah melalui produk dan layanan yang berkualitas dan inovatif. Di rating ini, Taspen Life mendapat total skor 96,14%. Ar 

 

      8. PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY


BERBEKAL perolehan total skor 95,92%, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) mendapat predikat “sangat bagus”. Kinerja anak perusahaan Pertamina yang fokus pada bidang energi panas bumi ini impresif di 2023. Ditan dai dengan pertumbuhan yang mengesankan di sejumlah komponen keuangan, seperti aset, ekuitas, dan laba.

      Di 2023, perusahaan yang dipimpin Jufri Hadi sebagai direktur utama ini membukukan laba Rp2,52 triliun atau tumbuh 25,90% dari 2022 yang sebesar Rp2,00 triliun. Pendapatan usaha yang naik 3,13% secara tahunan atau menjadi Rp6,26 triliun menjadi salah satu pendorong meningkatnya laba. Adapun aset PGE tercatat Rp45,69 triliun atau mengembang 17,36% dari Rp38,94 triliun di 2022.

     Kinerja unggul yang berhasil dicapai PGE diperoleh melalui strategi efisiensi, penjualan uap dan listrik, dan pendapatan lainnya. Di sisi yang lain, perusahaan ini juga ekspansif dalam menggali potensi panas bumi di Indonesia. Ar 

 

      9. PT JAMINAN KREDIT INDONESIA (JAMKRINDO)


PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencetak pertumbuhan kinerja yang solid di 2023. Perusahaan yang merupakan anggota Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN asuransi, penjaminan, dan investasi, ini berhasil membukukan laba bersih Rp1,44 triliun atau tumbuh 12,24% dari tahun sebelumnya.

       Berbagai inisiatif strategis – termasuk transformasi – yang telah dilakukan Jamkrindo menjadi salah satu sumber tercapainya kinerja yang positif itu. Dalam transformasi bisnis, Jamkrindo menitikberatkan diversifikasi pendapatan melalui optimalisasi bisnis nonpenugasan dan pengembangan model bisnis serta proses bisnis. Selain itu, perusahaan ini melakukan penguatan tata kelola risiko dan kepatuhan.

     Di rating kali ini, perusahaan yang dipimpin Akhmad Purwakajaya sebagai direktur utama mendapat predikat “sangat bagus”. Total skor yang diraihnya adalah 95,61%. Ar 

      10. PT SUCOFINDO


PT Sucofindo membukukan kinerja keuangan yang bertumbuh di 2023. Anggota holding BUMN jasa survei yang dipimpin PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) ini mendulang laba Rp401,38 miliar atau tumbuh 14,31% dari Rp351,13 miliar di 2022.

              Dipimpin Jobi Triananda Hasjim sebagai direktur utama, PT Sucofindo mampu mengakselerasi bisnisnya dengan baik di tahun lalu. Salah satu buktinya adalah pendapatan usaha yang meningkat 4,91% secara tahunan atau menjadi Rp3,04 triliun. Perusahaan ini memiliki beberapa layanan bisnis, yakni sertifikasi, pelatihan, konsultasi, pengujian dan analisis, serta inspeksi dan audit.

                Di rating kali ini, PT Sucofindo mendapat predikat “sangat bagus”, dengan total skor 94,96%. Perusahaan yang per akhir 2023 beraset Rp4,64 triliun ini terlihat kuat di sejumlah aspek penilaian, salah satunya adalah efisiensi. Di rating 2022, PT Sucofindo juga berpredikat “sangat bagus”. Ar 

LUAR biasa! Itulah gambaran singkat dari kinerja Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) di 2023. Perusahaan asuransi jiwa yang tahun lalu masih menjadi anak perusahaan Bank Mandiri dan pada Juni 2024 lalu diakuisisi Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota holding Indonesia Financial Group (IFG), ini berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sangat memuaskan. Alhasil, dalam rating ini, Mandiri Inhealth mendapat predikat “sangat bagus”. Hebatnya lagi, Mandiri Inhealth meraih total skor sempurna atau 100%.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi September 2024

Rp 65.000

BELI