Belum ada produk di keranjang belanja kamu

PETA GAJI BANKIR

Menarik Garis antara Laba Bank & Gaji Para Bankir

SDM tetap menjadi kunci bagi bank dalam mengarungi ketatnya persaingan. Gaji para bankir bergerak dalam tren yang mendaki selaras dengan kinerja bank-bank. Budaya perusahaan yang baik jadi salah satu cara untuk menjaga talenta-talenta terbaik. Kompetensi manusia akan beradu dengan teknologi di masa depan.

Oleh Ari Nugroho
SUMBER : ISTIMEWA

SUMBER : ISTIMEWA

Tren gaji bankir di Indonesia menunjukkan sejumlah pergeseran dalam beberapa tahun terakhir, khususnya sejak 2020 atau masa ketika pandemi COVID-19 mulai merebak. Pergeseran itu dipengaruhi beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, dan perkembangan industri perbankan itu sendiri.

Tapi, satu yang pasti. Gaji bankir selalu naik. Dalam catatan Infobank Institute, gaji para bankir secara ratarata mengalami kenaikan di rentang 5% hingga 6% per tahun pada 2020 hingga 2023. Kenaikan yang berada di atas inflasi.

Pada 2023, berdasarkan data yang didapat Biro Riset Infobank (birI), para bankir menikmati kenaikan gaji 6,38% atau lebih tinggi daripada kenaikan gaji di 2022 yang tercatat 6,00%. Di 2024 hingga akhir tahun, salah satunya mempertimbangkan kinerja industri perbankan nasional yang diyakini akan tetap tumbuh, gaji para bankir diperkirakan juga akan tetap mengalami kenaikan di atas 6%.

Kenaikan gaji di industri perbankan dalam lima tahun terakhir memang tak setinggi periode sebelumnya. Sebagai perbandingan, di 2017 hingga 2019, gaji para bankir mengalami kenaikan rata-rata sekitar 7% per tahun. Ketika pandemi datang, kenaikan gaji bankir mengalami penyesuaian, mengikuti kinerja perbankan yang ketika itu mengalami tekanan. Titik kenaikan gaji terendah (lowest point) terjadi di 2021 yakni 5,56%. Tapi, setelahnya, kenaikan gaji para bankir bergerak terus meningkat setiap tahunnya. Singkat kata, di saat periode ekonomi sedang sulit, kenaikan gaji menjadi lebih lambat. Dan, itu realistis.

Dibandingkan dengan sektor lain di industri keuangan, kenaikan gaji di perbankan, khususnya di 2023, bukanlah yang tertinggi.

Kenaikan gaji di perbankan di 2023 tercatat di bawah multifinance yang sebesar 6,99% dan asuransi umum yang sebesar 6,91%. Tapi, jika dikomparasi dengan perusahaan sekuritas dan asset management, serta asuransi jiwa, kenaikan gaji di perbankan lebih tinggi. Kenaikan gaji para bankir ada korelasinya dengan kinerja bank. Pegawai bank-bank terlihat makin produktif sehingga berdampak positif terhadap profitabilitas bank. Hal ini pun seperti mencerminkan bahwa bank-bank di Indonesia lebih mempertegas struktur kompensasi mereka, terutama dalam bentuk gaji dan insentif, untuk lebih fokus pada kinerja dan pencapaian target.

 

Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birI), produktivitas pegawai perbankan di Indonesia secara industri mengalami kenaikan 17,90% year on year (yoy) di 2023 atau dari Rp463,16 juta per pegawai di 2022 menjadi Rp546,09 juta per pegawai. Perhitungan ini didapat dari laba tahun berjalan industri bank umum yang diwakili 105 bank pada 2023 yang sebesar Rp240,46 triliun dibagi total pegawai bank umum yang sebanyak 440.337 orang. Makin tinggi produktivitas pegawai perbankan berbanding lurus dengan peningkatan laba yang dihasilkan bank-bank di 2023, yang tumbuh 19,94% yoy.

“Jadi, kenapa dikasih gaji, reward, itu dalam rangka memotivasi supaya karyawan kerja produktif,” kata Awaldi, pengamat SDM, beberapa waktu lalu. Di lain sisi, gaji para pegawai bank merupakan komponen utama dalam struktur biaya tenaga kerja perbankan. Kenaikan gaji para bankir sejalan dengan meningkatnya biaya tenaga kerja di perbankan. Dalam tiga tahun terakhir, biaya tenaga kerja perbankan terlihat melandai dari sisi pertumbuhan.

Di 2023, biaya tenaga kerja perbankan tercatat Rp144,78 triliun atau tumbuh 3,47% yoy. Biaya tenaga kerja di 2023 itu berkontribusi 21,76% terhadap total beban perbankan yang sebesar Rp665,25 triliun. Adapun total beban perbankan di 2023 mengalami kenaikan 15,49% dibandingkan dengan 2022.

Lebih jauh, di balik tren kenaikan gaji para bankir, tetap terlihat ada kesenjangan yang mencolok di antara gaji yang diterima bankir. Menurut data Biro Riset Infobank, di 2023, rasio disparitas (kesenjangan) gaji antarpegawai bank tertinggi ada di angka 169,41 banding 1. Angka itu lebih tinggi daripada 2022 yang sebesar 132,00 banding 1.

Meski demikian, dibandingkan dengan 2019, angka disparitas di 2023 sudah menurun. Di 2019, disparitas gaji pegawai bank tertinggi tercatat 238,97 berbanding 1. Tapi, memang, sejak 2020 hingga 2023, rasio gaji pegawai tertinggi dibandingkan dengan yang terendah berada dalam tren yang cenderung meningkat. Dengan kata lain, disparitas gaji antarpegawai bank secara umum makin lebar.

SDM Bank, antara Teknologi & Engagement.

Pandemi COVID-19 mempercepat adaptasi teknologi di industri perbankan. Tak hanya dari sisi business process, tapi juga SDM. Digitalisasi mengambil alih banyak peran bankir. Di lain sisi, masyarakat yang berperan sebagai konsumen makin jarang datang dan bertransaksi di kantor cabang bank. Mayoritas transaksi sudah bisa dilakukan melalui platform digital.

Karena perkembangan teknologi, banyak bagian kerja di industri perbankan yang rentan tergantikan. Dikutip dari Citi Global Perspectives and Solution (Citi GPS) dalam “AI in Finance: Bot, Bank & Beyond)” pada Juni 2024, banyak profesi di berbagai industri yang berpotensi besar bisa diautomasi dan digantikan oleh artificial intelligence (AI). Profesi di industri perbankan memiliki persentase paling besar, yakni 54%.

Lebih jauh, menurut Mercer, nantinya akan ada sekitar 85 juta pekerjaan yang digantikan AI. Di sektor keuangan, termasuk perbankan, level white collar justru yang merasa takut digantikan AI. Makin tinggi levelnya di organisasi, mereka makin takut digantikan AI. “Kita lihat bahwa AI itu akan shaping the future of world,” kata Andre Isdar Marwan, Director Career Services Mercer.

Selain dengan gaji, remunerasi, serta benefit yang menarik dan fair, bank-bank perlu memperhatikan hal-hal lain demi menjaga loyalitas pegawainya. Bank-bank perlu membangun engagement dengan para pegawainya. Hal ini erat kaitannya dengan produktivitas. Perlu dicatatkan juga, menurut para ahli SDM, produktivitas karyawan tidak meningkat signifikan karena pekerjaan yang banyak atau jam kerja yang berlebih.


 

Salah satu poin penting dalam membangun engagement adalah budaya atau kultur (culture) perusahaan. Hal itu ditegaskan Agus Winardono, Direktur Human Capital Bank Rakyat Indonesia (BRI). Menurutnya, kultur sangat berpengaruh terhadap perilaku SDM dan perusahaan itu sendiri.

“Karena pengalaman yang ada di BRI, culture itu sangat memengaruhi atau sangat dominan dampak dan efeknya terhadap habit setiap perusahaan,” ucapnya.

Memang, budaya perusahaan yang positif, inklusif, dan mendukung menciptakan lingkungan di mana pegawai merasa dihargai dan termotivasi. Karyawan yang merasa terlibat dan dihargai cenderung memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

Budaya perusahaan yang positif, adaptif, mendukung kolaborasi, dan mendorong kesejahteraan karyawan memiliki korelasi kuat dengan produktivitas perusahaan yang lebih tinggi. Jadi, selain kompetitif di sisi materi, fokus pada membangun budaya yang positif dapat menjadi salah satu strategi terbaik bagi bank untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja secara keseluruhan.

Tapi, satu yang pasti. Gaji bankir selalu naik. Dalam catatan Infobank Institute, gaji para bankir secara ratarata mengalami kenaikan di rentang 5% hingga 6% per tahun pada 2020 hingga 2023. Kenaikan yang berada di atas inflasi.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi November 2024

Rp 65.000

BELI