Sumber: Istimewa
MAJALAH Infobank edisi November 2024 menyoroti para pemimpin terbaik melalui laporan bertajuk “Top 100 CEO 2024.” Laporan ini menampilkan sejumlah chief executive officer (CEO) yang dinilai sebagai pemimpin unggul dari berbagai sektor, mulai dari perbankan, asuransi jiwa, asuransi umum, multifinance, badan usaha milik negara (BUMN), hingga sektor-sektor pendukung keuangan lainnya.
Dalam proses seleksi, Dewan Redaksi Infobank dihadapkan pada banyaknya perusahaan dalam industri-industri tersebut, yang mencapai lebih dari 500 perusahaan. Karena itu, Dewan Redaksi Infobank membatasi hanya memilih 100 CEO, mengingat adanya berbagai keterbatasan, termasuk keterbatasan halaman majalah.
Ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi para CEO untuk dapat masuk dalam daftar “Top 100 CEO 2024”. Pertama, kinerja perusahaan yang dipimpin, yang dievaluasi berdasarkan hasil rating Infobank tahun 2024. CEO dari perusahaan-perusahaan yang memiliki rating “sangat bagus” diutamakan, mencakup peringkat bank, asuransi, multifinance, dan BUMN.
Kedua, skala (size) perusahaan. Dalam kategori perbankan, misalnya, perusahaan yang diprioritaskan adalah bank dengan aset minimal Rp50 triliun. Di sektor asuransi (jiwa dan umum) serta multifinance, kriteria size didasarkan pada nilai premi dan pembiayaan, dengan prioritas pada 10 besar premi dan pembiayaan terbesar. Selain itu, aspek pencapaian atau prestasi individual menjadi faktor penentu. Prestasi yang dipertimbangkan mencakup keberhasilan dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, menciptakan nilai-nilai (values) yang kuat, melakukan transformasi signifikan, melakukan turnaround perusahaan, serta keberhasilan mengatasi krisis. Pengalaman, ketokohan, dan kontribusi CEO terhadap perkembangan industri juga menjadi elemen penting dalam penilaian.
Namun, kriteria tersebut tidak bersifat mutlak; seorang CEO tidak harus memenuhi seluruh kriteria untuk masuk dalam daftar. Dewan Redaksi Infobank juga mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti nilai-nilai (values) yang dibangun oleh CEO, pencapaian atau kontribusi CEO dalam industri, atau kualifikasi khusus lain yang dianggap penting. Dengan demikian, seorang CEO bisa masuk dalam “Top 100 CEO 2024” meski perusahaannya mungkin tidak mendapatkan rating “sangat bagus.” Hal ini menunjukkan bahwa berbagai faktor lain, termasuk peran CEO dalam membangun perusahaan, turut dihargai.
Ringkasan Kriteria Top 100 CEO 2024
Perlu digarisbawahi bahwa “Top 100 CEO 2024” versi Infobank ini tidak dimaksudkan untuk membandingkan atau menilai CEO yang satu lebih baik daripada yang lain, khususnya terhadap mereka yang tidak terpilih. Forum ini hanyalah cerminan umum dari perwakilan para CEO di setiap industri, yang memberikan gambaran tentang mereka yang dianggap memiliki keunggulan berdasarkan pertimbangan Infobank.
Setiap CEO, termasuk mereka yang tidak masuk dalam forum ini, tentulah merupakan figur yang memiliki keunggulan tersendiri. Mereka dipilih untuk menduduki pucuk pimpinan perusahaan karena dinilai memiliki kualitas dan kemampuan sebagai pemimpin. Menjadi CEO adalah pencapaian tersendiri, dan setiap CEO memiliki peran penting dalam keberhasilan perusahaan yang dipimpin. Ar
ABDUL Latif, pria kelahiran Buton, Sulawesi Tenggara, menjabat sebagai Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) sejak Maret 2021. Sebelumnya, pemilik gelar sarjana ilmu perikanan dan magister manajemen dari Universitas Halu Oleo ini berkarier sebagai bankir di Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Kendari selama 17 tahun. Di BRI, ia pernah menduduki sejumlah posisi, mulai dari kepala unit hingga asisten manajer pemasaran. Ia juga pernah menjadi pengajar di BRI Corporate University. MAS
SUDAH 14 tahun Achmad S. Kartasasmita mengemban amanah sebagai Presiden Direktur Bank Mestika Dharma (Bank Mestika). Pria asal Medan, Sumatra Utara, ini memiliki karier panjang di industri perbankan. Ia pernah menempati sejumlah posisi di ABN AMRO Bank selama 14 tahun, hingga kemudian menduduki kursi presiden direktur di bank ini pada periode 2003-2006. MAS
ACHMAD Syamsudin dipercaya menjadi Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumselbabel) sejak 2019 lalu. Pria asal Jakarta ini pernah mengenyam pendidikan sarjana agrikultur di Institut Pertanian Bogor dan di University of Japan di Niigata, Jepang, mengambil gelar magister international business management.
Sebelum bergabung ke Bank Sumselbabel, sosok ini sudah melanglang buana di Bank Mandiri, menjabat sejumlah posisi strategis macam vice president dan regional risk manager serta senior vice president atau project manager. Di bawah arahannya, Bank Sumselbabel mampu membukukan kinerja pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun. (MAS)
BERGABUNG dengan Grup Astra sejak 1994, Agus Prayitno Wirawan sudah 30 tahun mengabdi untuk perusahaan ini, hingga akhirnya ia dipercaya menduduki kursi Presiden Direktur PT Toyota Astra Financial Services (TAF) pada 2018. Di bawah kepemimpinannya, TAF berhasil membukukan kinerja yang ciamik, hingga 2023 lalu. Pria kelahiran 1970 ini alumnus Universitas Katolik Atma Jaya pada 1994, dengan gelar sarjana administrasi niaga. MAS
USAI masuk daftar Top Young CEO pada 2023 lalu, Alan Wang kali ini menyodok masuk ke jajaran “Top 100 CEO 2024 Versi Infobank”. Direktur Utama SGMW Multifinance Indonesia (Wuling Finance) berlatar belakang pendidikan magister bisnis administrasi dari University of Manchester ini mampu membawa perusahaannya mencatat kinerja positif pada 2023. Tahun lalu, laba bersih perusahaan tumbuh triple digit dari 2022, yakni 383,19%. MAS
ALEXANDER Grenz ditetapkan menjadi Direktur Utama Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life Indonesia) pada April 2023. Pria asal Jerman ini memiliki gelar master of business administration (M.B.A.) dari University of Applied Sciences, Regensburg, Jerman. Alexander menghabiskan kariernya di Allianz sebelum ke Indonesia. Ia menduduki banyak posisi penting perusahaan di sejumlah negara, seperti Rusia, Tiongkok, Singapura, dan Filipina. MAS
AKHMAD Purwakajaya resmi dilantik menjadi Direktur Utama PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) pada Juli 2023. Sebelumnya, peraih gelar sarjana ekonomi akuntansi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini berkarya di Bank Rakyat Indonesia (BRI). Beberapa jabatan yang diembannya di BRI antara lain pemimpin cabang khusus dari 2021 hingga 2022 dan regional CEO office Jakarta 1 dari 2022 hingga 2023. MAS
NAMA Alexander sudah melekat dengan Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance). Pria ini sudah memimpin anak perusahaan Bank Maybank Indonesia ini sejak 2007. Peraih gelar doktor di bidang manajemen stratejik dari Universitas Trisakti ini banyak makan asam garam di industri pembiayaan. Ia tercatat pernah berkarier di Orix Indonesia Finance dan menduduki sejumlah posisi penting. Sebelum ditetapkan sebagai Presiden Direktur Maybank Finance, Alexander pernah menjabat sebagai risk director. MAS
ANANTA Wiyogo sudah malang melintang di industri keuangan. Ia pernah memimpin sejumlah perusahaan keuangan, seperti Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan BNI Sekuritas. Sejak 2016, pria yang memiliki dua gelar magister, yakni keuangan dan manajemen dari dua universitas berbeda di Amerika Serikat (AS), ini dipercaya memimpin PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) yang bergerak di bidang pembiayaan perumahan. MAS
ANGGORO Eko Cahyo mengemban jabatan sebagai Presiden Direktur BPJS Ketenagakerjaan sejak Februari 2021. Leader satu ini berlatar belakang seorang bankir, yang besar bersama Bank Negara Indonesia (BNI). Kariernya di bank terbesar keempat di Indonesia itu dimulai pada 1994. Sebelum memimpin BPJS Ketenagakerjaan, pria yang menamatkan pendidikan magister di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini dipercaya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BNI. Ar
ARIEF Mulyadi adalah salah satu saksi hidup lahirnya PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Ia menjadi bagian dari PNM sejak perusahaan ini berdiri pada 1999. Perlahan tapi pasti, karier Arief terus menanjak, hingga akhirnya diangkat menjadi direktur perencanaan dan pengembangan usaha serta direktur kepatuhan dan manajemen risiko pada 2017. Lalu, pada 2018, peraih gelar magister strategi ketahanan nasional dari Universitas Indonesia (UI) ini dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama PNM. MAS
ARIO Tejo Bayu Aji disahkan menjadi Direktur Utama Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) pada Februari 2023. Jalin merupakan perusahaan yang menyediakan layanan terintegrasi di bidang teknologi sistem pembayaran dan pengelola layanan jaringan switching LINK serta memiliki market share terbesar di kategori produk debit switching. Pria ini pernah menempati beberapa posisi di industri keuangan, seperti vice president digital channel di Bank Mandiri dan chief operating officer (COO) di PT Mitra Transaksi Indonesia, yang 99% sahamnya dimiliki oleh Bank Mandiri. MAS
MEMILIKI latar belakang pendidikan sarjana teknik kimia dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Arisudono Soerono justru banyak berkecimpung di sektor keuangan. Ia pernah bekerja di Citibank dan menjadi direktur keuangan di Bluebird dan Indonesia Infrastructure Finance. Arisudono juga pernah mengemban tugas menjadi chief executive officer (CEO) dari Perusahaan Pengelola Aset (PPA), sebelum dipercaya menjadi Presiden Direktur Biro Klaifikasi Indonesia (BKI) pada Desember 2022. MAS
SEBAGAI leader, Armand Hermawan sudah berpengalaman menjadi direksi sejumlah perusahaan di berbagai bidang. Beberapa jabatan bergengsi yang pernah diemban pria bergelar doktor di bidang keuangan dari Universitas Newcastle ini antara lain direktur utama di Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), direktur strategi dan transformasi di Angkasa Pura II, dan advisor untuk CEO Indosat.
Armand mulai memimpin Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) sebagai direktur utama sejak 2023. Saat ini, Armand juga tercatat sebagai Chairman of Asian Payment Network (APN), sebuah jaringan pembayaran yang menyediakan layanan keuangan yang cepat, aman, dan nyaman di Asia Pasifik, yang beranggotakan 13 perusahaan switching dari 12 negara. MAS
CITIBANK Indonesia beruntung memiliki Batara Sianturi sebagai CEO. Pria yang memiliki dua gelar magister ini memiliki pengalaman mendalam di bank asal Amerika Serikat (AS) ini. Ia sudah menjadi bagian dari Citibank sejak 1996. Batara pernah memimpin Citibank luar negeri, seperti di Hungaria dari 2007 sampai dengan 2013, lalu ia juga diangkat menjadi Head of Balkan and Baltic Region, dan di Filipina, merangkap pula sebagai Head of Philippines and Guam pada 2013 hingga 2015. Batara merupakan salah satu bankir nasional yang kaya pengalaman di tingkat global. MAS
BAYU Hanantasena, Presiden Direktur PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta), dikenal lekat dengan perusahaan teknologi dan komunikasi. Pria dengan gelar magister manajemen teknologi dari Massachusetts Institute of Technology ini banyak berkarier di perusahaan berbasis teknologi, salah satunya adalah Indosat. Dalam catatan kariernya, Bayu pernah bertugas sebagai Chief Business Officer Indosat dari 2020 hingga 2023, dan Direktur Utama Artajasa dari 2017 hingga 2022. MAS
BENNY Waworuntu memiliki karier yang panjang di industri asuransi dan keuangan. Ia sudah mencicipi berbagai posisi strategis di banyak perusahaan berbeda. Sosok bergelar sarjana psikologi UI ini pernah menjabat sebagai presiden komisaris di AXA Financial Indonesia dan Asuransi AXA Indonesia, serta menjadi Direktur Kepatuhan Mandiri AXA General Insurance. Pada 2021, Benny dipercaya menjadi Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re). MAS
BUDI Herawan sudah berpengalaman di industri perasuransian selama tiga dekade. Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama Asuransi Candi Utama pada 2018, Budi pernah mengisi posisi direksi di beberapa perusahaan asuransi, dan pernah memimpin Victoria Insurance dan Aspan General Insurance. Pengalaman dan ketokohannya membuat Budi dipercaya industri untuk menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). MAS
BUDI Tua Arifin Tampubolon mengemban tugas sebagai Direktur Utama PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) sejak pertengahan 2024. Ia sudah banyak makan asam garam di industri asuransi, pernah memimpin sejumlah perusahaan asuransi besar di Indonesia macam BNI Life Insurance, AXA Financial Indonesia, Lippo Life Assurance, dan Asuransi Jiwa Inhealth. Kini, Budi mengemban tugas sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) periode 2022-2025. MAS
BUSRUL Iman diangkat menjadi Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim) pada 2020. Sebelum menjadi pemimpin Bank Jatim, pria dengan gelar magister manajemen strategi dari Universitas Diponegoro ini menjabat sebagai direktur komersial & korporasi di 2019.
Sebagai bankir, karier Busrul banyak dihabiskan bersama Bank Rakyat Indonesia (BRI). Di bank jagoan micro banking itu, Busrul pernah menduduki sejumlah jabatan penting dan strategis, seperti memimpin sejumlah kantor cabang dan kantor wilayah.
Terkait dengan leadership, Busrul berpandangan, menjadi seorang pemimpin itu adalah amanah. Jabatan itu karunia Tuhan. Maka, tujuan pertamanya adalah ibadah. Kedua, setiap orang adalah pemimpin. Kalau tidak untuk diri sendiri, untuk keluarga atau yang lainnya. Peran itu harus dijalankan dengan baik. Ketiga, pemimpin harus memberikan kemanfaatan. Tantangan pasti ada. “Leader memang selalu membutuhkan tantangan,” katanya kepada Infobank, beberapa waktu lalu. MAS
KEPEMIMPINAN Christina W. Setyabudhi sebagai Presiden Direktur Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) saat ini, yang dimulai pada 2022, adalah untuk kali kedua. Sebelumnya, pada 2014 hingga 2017, Christina juga pernah memimpin perusahaan asuransi jiwa ini. Pada 2017 hingga 2022, wanita ini dipercaya menjabat sebagai Presiden Komisaris BCA Life. Kini, di bawah kepemimpinannya, BCA Life terus tumbuh dan berkembang menjadi salah satu perusahaan asuransi jiwa terbaik di Indonesia. SW
CHRISTOPHER Pangestu, Presiden Direktur Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), punya pengalaman panjang di industri keuangan. Alumnus Universitas Tarumanagara dan Queensland University of Technology, Australia, ini bergabung dengan Grup Astra pada 2003 bersama Astra Sedaya Finance. Setahun kemudian, ia pindah ke Asuransi Astra. Di perusahaan ini, Christopher dipercaya mengisi berbagai posisi penting dan strategis. Christopher mulai mengemban tugas sebagai direktur pada 2016, persisnya sebagai direktur pemasaran komersial, kesehatan dan syariah. Pada medio 2023, Christopher diberi tanggung jawab lebih besar, yakni sebagai presiden direktur. Ar
DAISUKE Ejima ditunjuk menjadi Direktur Utama Bank Danamon Indonesia pada Maret 2023. Sebelum bergabung dengan Bank Danamon, Daisuke telah menempati berbagai posisi penting, di antaranya Deputy General Manager Corporate Banking Division Asia & Oceania MUFG, Regional Executive MUFG Bank di Asia Pasifik, dan Country Head of Indonesia untuk MUFG Cabang Jakarta. Selain memimpin Bank Danamon, saat ini Daisuke tercatat sebagai Komisaris Utama Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance), anak perusahaan Bank Danamon. SW
DAMAR Latri Setiawan meniti kariernya di PT Pegadaian selangkah demi selangkah. Kerja keras dan dedikasinya telah mengantarkannya ke posisi Direktur Utama PT Pegadaian. Pria penyandang gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta ini pernah mengemban berbagai posisi penting dan strategis di perusahaan yang menjadi bagian dari Holding BUMN Ultra Mikro yang dipimpin BRI ini, di antaranya sebagai General Manager Bisnis Emas PT Pegadaian. SW
DARMAWAN Junaidi, Direktur Utama Bank Mandiri, merupakan salah satu bankir terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. Di bawah kepemimpinannya, Bank Mandiri terus mencatatkan kinerja dan prestasi cemerlang. Salah satunya, Bank Mandiri menjadi bank pertama di Indonesia yang asetnya mencapai Rp2.000 triliun atau tepatnya Rp2.006,94 triliun pada September 2023.
Sebelum memimpin Bank Mandiri, bankir penyandang gelar sarjana hukum dari Universitas Sriwijaya ini pernah mengisi sejumlah posisi strategis di institusi Bank Mandiri, seperti direktur treasury, direktur treasury and international banking, dan direktur treasury, international banking and special asset management. Pernah pula menjadi direktur keuangan sekaligus Komisaris Utama PT Semen Kupang Indonesia dan Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Semen Indonesia.
Lebih jauh, Bank Mandiri mencatatkan kinerja impresif pada triwulan dua 2024, dengan capaian positif di berbagai indikator keuangan. Tecermin dari realisasi penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp1.532 triliun di paruh pertama 2024, tumbuh 20,5% secara year on year (yoy). Pertumbuhan itu melampaui rata-rata industri perbankan yang tumbuh sebesar 12,36% yoy di periode yang sama.
Pertumbuhan kredit itu diikuti pula oleh realisasi laba bersih Bank Mandiri secara konsolidasi yang tumbuh 5,23% yoy atau menjadi Rp26,6 triliun. Darmawan menyatakan, pertumbuhan kredit yang melebihi rata-rata industri perbankan ini tidak lepas dari stabilitas dan perkembangan ekonomi Indonesia, meskipun di tengah dinamika ekonomi global.
“Pencapaian ini juga diikuti dengan kualitas aset Bank Mandiri yang membaik, sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian yang berkesinambungan, sistemis, logis, dan terukur. Dan, untuk mendorong pertumbuhan kredit, Bank Mandiri berfokus pada perluasan ekosistem dan optimalisasi potensi di setiap wilayah, guna mencapai hasil maksimal sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan nasabah,” kata Darmawan dalam keterangan resminya, beberapa waktu lalu. SW
ARMAWAN Prasodjo menghabiskan 15 tahun lebih di negeri Paman Sam untuk menempuh studi dan berkarier sebagai konsultan serta peneliti di Texas A&M University dan Duke University. Pada 2012, Darmawan memulai kariernya di Tanah Air, antara lain sebagai direktur di Indonesia Center for Green Economy dan kepala jurusan di Prodi Green Economy Surya University, serta Komisaris Perusahaan Listrik Negara (PLN). Doktor ekonomi terapan, ekonomi sumber daya alam dari Texas A&M University ini diangkat sebagai Direktur Utama PT PLN pada 2021. SW
DENNY Santoso menduduki posisi Presiden Direktur Astra Auto Finance sejak Desember 2020. Denny yang bergabung ke grup Astra Credit Companies (ACC) pada 1995 ini memiliki track record panjang di ACC Group. Alumnus Universitas Kristen Petra dengan gelar sarjana teknik elektro ini pernah menempati IT Division Head Astra Sedaya Finance, Marketing Division PT Astra Sedaya Finance, Marketing Strategic Division PT Astra Sedaya Finance, dan Presiden Direktur PT Sedaya Pratama. SW
DJAJA Suryanto Sutandar diangkat sebagai Presiden Direktur Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance) sejak 2011 dan diangkat kembali pada Maret 2023. Pernah menjabat sebagai EVP regional & branch network development head di Bank Maybank Indonesia, Komisaris Maybank Indonesia Finance, dan Presiden Komisaris Maybank Indonesia Finance. Djaja memperoleh gelar Bsc finance dari California State University of Sacramento, Amerika Serikat (AS). Ar
DWI Wahyuni mengisi posisi Direktur Utama Avrist General Insurance sejak 2023. Srikandi satu ini telah melanglang buana di sejumlah perusahaan asuransi. Sarjana hukum Universitas Indonesia ini memulai kariernya di PT Asuransi Inda Tamporok pada 1992, lalu menjadi general manager di Asuransi Aegis Indonesia. Setelah menyelesaikan program S-2 risk management di PPM, ia melanjutkan karier sebagai Direktur Teknik Asuransi FPG Indonesia dan Asuransi Harta Aman Pratama. SW
PRIA kelahiran 1970 ini memiliki pengalaman panjang di Bank Mandiri. Sebelum diangkat menjadi Direktur Utama Bank Mandiri Taspen di 2021, Elmamber Petamu Sinaga pernah bertugas sebagai Department Head Decision Support Micro & Retail Banking Bank Mandiri, Dept Head Decision Support - Micro & Bussiness Banking - SPM Group Bank Mandiri, Senior Vice President Group Head Accounting Bank Mandiri, serta Senior Vice President Group Head Strategy and Performance Management Bank Mandiri. SW
ERIC Nemitz memulai kariernya sebagai Presiden Direktur Sompo Insurance Indonesia sejak 2018. Sebelumnya, ia ditugaskan sebagai chief operating officer (COO). Di bawah komandonya, Sompo Insurance Indonesia sukses meraup pendapatan premi bruto Rp2,22 triliun di 2023 atau naik 4,95% secara tahunan dari Rp2,12 triliun di 2022. Eric juga pernah menjabat sebagai COO Allianz Utama Indonesia. SW
EVELYN Halim, Direktur Utama Sarana Global Finance Indonesia (SG Finance), tercatat sebagai salah satu direktur utama termuda dalam Top 100 CEO tahun ini. Wanita kelahiran 1992 ini mulai memimpin SG Finance sejak 2016. Sebelumnya, Evelyn pernah mengemban tugas sebagai senior manager SG Finance dan Division Head – Senior General Manager SG Finance. Di bawah kepemimpinan wanita peraih bachelor of science with honours in economics and accountancy dari City University London ini, SG Finance berhasil mencatatkan pembiayaan Rp1,44 triliun selama 2023, atau naik 27% secara tahunan. SW
PRIA kelahiran April 1957 ini mengemban amanah sebagai Presiden Direktur Panin Dai-ichi Life sejak 2013. Sebelum menjadi presiden direktur, berbagai jabatan penting dan strategis pernah diembannya. Di antaranya, Wakil Presiden Direktur Panin Life, Wakil Presiden Komisaris Panin Insurance, Presiden Direktur Panin Life, Komisaris Maskapai Reasuransi Indonesia, Wakil Presiden Komisaris Panin Life, dan Presiden Direktur Panin Financial. SW
FAIZAL Rochmad Djoemadi memiliki rekam jejak profesional yang panjang sebelum diangkat menjadi Direktur Utama Pos Indonesia pada 2020. Pria lulusan program doktor ilmu manajemen dari Universitas Brawijaya ini pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Telkom Indonesia International (Telin) dan Direktur Digital Business and Innovation Telekomunikasi Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Telin berhasil memasarkan layanan telekomunikasi dari Indonesia ke negara tetangga di Asia Pasifik, Asia Timur, dan Timur Tengah. SW
GIMIN Sumalim, Presiden Direktur Bank Index Selindo, telah malang melintang di industri keuangan Tanah Air selama lebih dari 30 tahun. Karier bankir senior kelahiran Sumatra Utara pada 1970 ini dimulai di Bank Bali pada 1992. Per Juni 1996, Gimin bergabung dengan Bank Ekonomi Raharja yang kini menjadi Bank HSBC Indonesia dengan menempati sejumlah posisi, seperti relationship manager, branch manager, area manager, head of product management, regional business development head, head of consumer banking, serta direktur retail banking and distribution. Alumnus Universitas Trisakti dan IBII ini bergabung dengan Bank Index pada Juli 2017, dan ditunjuk sebagai presiden direktur pada Agustus 2017. SW
GUSTI Candra menduduki salah satu kursi direksi di Bank Nagari, tepatnya sebagai direktur kredit dan syariah, sejak 2020. Posisi itu diemban bankir kelahiran Lintau pada 1972 ini hingga menjelang pertengahan 2024. Selanjutnya, dedikasi dan kapasitas pria peraih gelar magister manajemen dari Universitas Andalas ini membuat pemegang saham Bank Nagari memercayakan jabatan direktur utama kepada Gusti pada Juni 2024. Ar
SUDAH 30 tahun lebih Handojo Gunawan Kusuma berkarier di industri asuransi, dan 20 tahun di antaranya menempati posisi manajemen senior. Ia dipercaya menjadi Presiden Direktur AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) sejak November 2018. Di bawah kepemimpinannya, AXA Mandiri terus tumbuh dan menjadi salah satu perusahaan asuransi terdepan di Indonesia. Pada 2023, AXA Mandiri mencatatkan satu sejarah baru yaitu membukukan laba bersih Rp1,33 triliun atau tumbuh 13,2% secara tahunan. SW
HANINDIO Witoko Hadi mengemban tugas sebagai Direktur Utama Perta Life Insurance sejak 2020. Di bawah kepemimpinannya, Perta Life Insurance terus tumbuh dan berkembang. Pada 2023, perusahaan asuransi jiwa ini meraup laba bersih Rp96,14 miliar atau meningkat 32,61% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp72,49 miliar. Capaian laba bersih itu sekaligus menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Sebagai leader, alumnus Universitas Pandjadjaran dan Wichita State University of Kansas, Amerika Serikat (AS), ini berhasil meningkatkan kinerja keuangan perusahaan yang dipimpinnya dan mampu menciptakan nilai-nilai yang lebih kuat untuk perusahaan melalui transformasi. SW
BANKIR senior kelahiran Surabaya ini masuk jajaran direksi Bank Mayapada sejak 1992. Di bank ini, Hariyono mengisi berbagai posisi penting dan strategis, termasuk jabatan direktur utama pada periode 1994-2003. Alumnus Golden State University, Amerika Serikat (AS), ini kembali menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mayapada pada 2010 hingga sekarang. Sebelumnya, ia juga meniti karier di Bank Central Asia (BCA), dengan jabatan terakhir senior manager deputy head of international banking. AA
HARRY Iman Subekti adalah alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI). Ia juga memegang gelar magister manajemen dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Harry pernah berkarier sebagai bankir di Bank Niaga (sekarang Bank CIMB Niaga) dan PermataBank. Kemudian, pada 2018, Harry berlabuh di Sedaya Multi Investama sebagai head corporate planning & strategy. Terhitung sejak 2020, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Presiden Direktur Swadharma Bhakti Sedaya Finance, multifinance di bawah naungan Grup Astra. AA
USAI menuntaskan pendidikan di jurusan akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia, Jakarta, pada 1983, Harryjanto Lasmana sempat berkarier di sejumlah perusahaan. Pria yang memulai karier sebagai staf akuntan ini mempunyai pengalaman panjang di bidang akuntansi dan keuangan yang menjadi keahliannya. Sejak 1997 atau 27 tahun lalu, Harryjanto dipercaya untuk menduduki kursi Direktur Utama Mandala Multifinance. Sebelumnya, ia juga pernah mengisi kursi direksi di Putra Surya Finance dan Citradwipa Finance. AA
SEBELUM menjadi orang nomor satu di holding BUMN Tambang, MIND ID, Hendi Prio Santoso pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan Perusahaan Gas Negara dan Direktur Utama Semen Indonesia. Tak hanya di perusahaan pelat merah, alumnus University of Texas ini pun pernah berkarya sebagai Direktur Investment Banking JP Morgan Securities Indonesia. Ia juga mempunyai pengalaman sebagai Director of Business Development and Business Planning Perdana Inti Investama dan Direktur Anugrah Cipta Investama. AA
HENDRA Gunawan, Direktur Utama Bank UOB Indonesia merupakan salah satu bankir senior. Ia sudah lebih dari 25 tahun berkecimpung di industri keuangan dan perbankan. Ia bergabung dengan UOB Group sejak 2011. Sebelum menjadi orang nomor satu di bank ini pada Oktober 2020, Hendra menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Bank UOB Indonesia sejak 1 Juli 2019.
Sosok Hendra saat ini adalah hasil kerja keras dan tempaan pengalaman. Sebagai profesional, pria yang pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Bank DBS Indonesia ini selalu berupaya memberikan kerja ekstra atau lebih dari yang seharusnya ia kerjakan. Ia tidak pernah perhitungan dalam bekerja. Ar
TAHUN ini, Hendry Christian Wong kembali ke Astra Sedaya Finance dan ditugaskan sebagai presiden direktur. Sebelumnya, ia mendapat amanah sebagai Presiden Direktur Serasi Autoraya (SERA), anak perusahaan Astra International. Hendry bukan sosok baru di Astra Sedaya Finance. Pada periode 2018- 2022, ia menjabat sebagai Direktur Astra Sedaya Finance sekaligus Presiden Komisaris Swadharma Bhakti Sedaya Finance. Jebolan Universitas Indonesia (UI) ini juga pernah berkarier di multifinance Grup Astra lainnya, yakni Federal International Finance (FIF). AA
TERHITUNG sejak September 2022, Henoch Munandar dipercaya sebagai Direktur Utama Bank SMBC Indonesia – dulu Bank BTPN. Henoch adalah sarjana manajemen jebolan Universitas Atma Jaya Jakarta. Ia mengawali karier profesional di Indomarco pada 1989. Sejak 1991, Henoch merintis karier sebagai bankir dengan bergabung di Bank Susila Bakti. Ia kemudian menimba pengalaman di beberapa bank dan multifinance. Henoch juga tercatat pernah bergabung dengan Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ pada 2006, sebelum kemudian pindah ke Bank Danamon. Selanjutnya, Henoch berlabuh di DBS Bank. Sebelum menjadi Direktur Bank BTPN pada 2019, ia sempat dipercaya sebagai Direktur Bank Sumitomo Mitsui Indonesia periode 2013-2019. AA
HERY Gunardi mempunyai pengalaman panjang di industri perbankan. Dikenal sebagai bankir ahli proses merger, pria kelahiran Bengkulu, pada 1962, ini mengawali karier sebagai bankir di Bapindo pada 1991. Namanya makin berkibar di Bank Mandiri. Di bank berlogo pita emas itu, ia masuk jajaran direksi pada 2013, dan dipercaya menangani bisnis micro and retail sekaligus ditugaskan sebagai presiden komisaris di anak perusahaan Bank Mandiri, yakni AXA Mandiri Financial Services.
Pada periode 2015-2020, beberapa posisi direktur di Bank Mandiri dipercayakan kepada Hery. Pengalaman-pengalaman itu pula yang kemudian menempatkannya di posisi Wakil Direktur Utama Bank Mandiri pada 2020. Tak lama kemudian, di tahun yang sama, alumnus University of Oregon yang juga meraih gelar doktor dari Universitas Padjadjaran ini ditugaskan sebagai Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN. Ketika itu, pemerintah melalui Kementerian BUMN tengah menyiapkan megamerger tiga bank syariah pelat merah menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI).
Sejak 2021, Hery menduduki kursi Direktur Utama BSI. Di bawah kepemimpinan Hery, BSI makin memperkuat posisinya di industri perbankan syariah. Per Juni 2024, bank syariah terbesar di Indonesia ini tercatat memiliki aset Rp360,96 triliun. AA
PRIA yang lama menjadi bankir di Bank Danamon ini bergabung dengan Adira Dinamika Multi Finance (Adira Finance) sejak 2010, sebagai direktur keuangan dan kepatuhan. Pernah merangkap sebagai sekretaris perusahaan, I Dewa Made Susila menjadi direktur keuangan di Adira Finance sejak 2016. Lalu, ia ditunjuk pemegang saham sebagai direktur utama pada Juli 2022. Made juga pernah menempati berbagai posisi senior di Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO), sebelum bergabung ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) pada periode 1999-2001.
Selain di Adira Finance, jebolan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Sekolah Tinggi Manajemen PPM ini merangkap Komisaris Home Credit Indonesia sejak 2023. Made juga aktif sebagai pengurus Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Adira Finance sendiri menjadi salah satu multifinance terbesar di Tanah Air, dengan total aset Rp35,28 triliun per Juni 2024. AA
BANKIR yang berulang tahun setiap 9 Agustus ini menuntaskan pendidikan magister di Universitas Udayana pada 2000. Ia bergabung dengan Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) sejak 1997. Sepanjang kariernya di Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma pernah menduduki berbagai posisi kepala bagian hingga kepala divisi. Kariernya terus menanjak, hingga masuk jajaran direksi. Pada 22 Juni 2018, selain sebagai direktur bisnis nonkredit, Nyoman mengemban tugas sebagai Plt Direktur Utama Bank BPD Bali. Lalu, ia diangkat menjadi direktur utama definitif sejak 14 Februari 2019.
Di bawah kepemimpinannya, Bank BPD Bali terus tumbuh sebagai salah satu BPD besar di Indonesia. Tidak hanya mengandalkan captive market ASN, Bank BPD Bali juga memiliki portofolio besar di segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Total aset bank ini pun terus meningkat, mencapai Rp37,13 triliun per Juni 2024. AA
IBNU Hasyim bergabung dengan Asuransi Jiwa Taspen pada 2020, sebagai direktur operasional dan aktuaria. Dua tahun kemudian ia mendapat amanah yang lebih besar, sebagai direktur utama. Sarjana akuntansi jebolan Binus University ini mempunyai pengalaman di beberapa perusahaan asuransi, sebelum berlabuh di Asuransi Jiwa Taspen. Ibnu pernah menjadi Actuary Director Avrist Assurance pada 2013-2015. Setelahnya, ia pindah ke KPMG Siddharta Advisory Indonesia dan China Life Insurance Indonesia. AA
SEBELUM terjun ke dunia perbankan, Indra Utoyo lama berkarier di industri telekomunikasi. Latar belakang pendidikannya adalah sarjana teknik elektro (ITB) dan master di Imperial College-London. Ia meraih doktor dari Universitas Indonesia (UI). Indra pernah menjadi direktur di Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Juga Direktur Digital dan Teknologi Informasi Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sejak Mei 2022, Indra mendapatkan mandat sebagai Direktur Utama Allo Bank Indonesia, bank digital besutan Mega Corpora. AA
IRFAN Setiaputra sudah malang melintang sebagai chief executive officer (CEO) di beberapa perusahaan, terutama di sektor telekomunikasi dan pertambangan, sebelum menerima pinangan Garuda Indonesia. Sarjana informatika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini resmi menjabat sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia sejak 2020. Pria kelahiran 1964 ini mengemban tugas berat, yakni memperbaiki kinerja maskapai national flag carrier yang tengah terpuruk. Di bawah kepemimpinan Irfan, Garuda Indonesia berhasil melakukan restrukturisasi utang besar-besaran. Kinerja Garuda Indonesia pun perlahan membaik. AA
IWAN Setiawan memulai karier profesional sebagai auditor. Selepas meraih gelar sarjana akuntansi dari Universitas Trisakti, ia menjadi auditor di salah satu kantor akuntan publik (KAP) ternama, Pricewaterhouse, pada 1975 sampai dengan 1977. Lalu, Iwan banting setir menjadi bankir. Ia bergabung dengan Bank Central Asia (BCA) dari 1977 hingga 2000.
Di BCA, sejumlah posisi strategis pernah dijalaninya, mulai dari IT division head hingga corporate planning division head. Pengalaman dan track record di bidang strategi korporasi dan teknologi informasi di bank sekaliber BCA itu pula yang membuatnya dipercaya sebagai Presiden Direktur Rintis Sejahtera sejak 2000.
Selama hampir 25 tahun memimpin Rintis, Iwan terus mendorong inovasi melalui produk Jaringan Prima dan lain sebagainya. Pria kelahiran 1951 ini melakukan pelbagai terobosan untuk membawa Rintis memperkuat posisi sebagai perusahaan penyedia solusi transaksi keuangan elektronis di Indonesia. AA
TERHITUNG sejak 2012, sudah lebih dari satu dekade Iwan Setiawan menakhodai Mega Finance sebagai direktur utama. Mega Finance adalah perusahaan pembiayaan di bawah bendera CT Corp, yang menawarkan pembiayaan motor baru, multiguna, multiproduk, dan B2B. Sebelum ditugaskan memimpin Mega Finance, Iwan merupakan Direktur Business Support Mega Central Finance (MCF), yang juga merupakan perusahaan di bawah naungan CT Corp. Sebelum itu, Iwan pernah berkarier di Indomobil Finance Indonesia, dengan posisi terakhir general manager HRD and general affair. AA
PRESIDEN Direktur Bank Central Asia (BCA) ini adalah bankir senior yang inspiratif. Jahja Setiaatmadja menjadi salah satu sosok yang berperan penting di balik kesuksesan BCA. Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan murah senyum. Jahja juga tak segan berbagi pengalaman kepada yang lebih muda.
Pengalaman kerja Jahja dimulai sebagai akuntan di PricewaterhouseCoopers (PWC) pada 1979. Selang setahun, alumnus Universitas Indonesia (UI) ini pindah ke perusahaan farmasi, Kalbe Farma. Di sini, kariernya terus berkembang, hingga dipercaya sebagai direktur keuangan di usia yang relatif muda, 33 tahun. Kinerja Jahja ternyata memikat salah satu lini bisnis milik Grup Salim, yakni Indomobil. Pada 1989, Jahja menerima pinangan Indomobil, dan menjadi direktur keuangan di perusahaan tersebut.
Setahun di Indomobil, Jahja mendapatkan tawaran dari BCA. Posisi pertamanya di BCA adalah wakil kepala divisi keuangan. Dedikasinya dalam bekerja mendapat ganjaran setimpal. Perlahan kariernya terus naik. Setelah menjadi kepala divisi treasury pada 1996, Jahja diangkat menjadi Direktur BCA pada 1999. Kemudian, naik lagi menjadi wakil presiden direktur pada 2005. Terhitung sejak 2011, Jahja menjadi orang nomor satu di BCA.
Sekarang, BCA menjadi bank swasta terbesar di Indonesia, dengan total aset mencapai Rp1.433,70 triliun per September 2024. Kinerja BCA tercatat tumbuh solid. Kreditnya pun meningkat 14,5% year on year (yoy), atau menjadi Rp877 triliun. Secara konsolidasi, emiten berkode saham BBCA ini mengantongi laba sebesar Rp41,1 triliun, meningkat 12,8% secara tahunan. AA
Jemmy Atmadja memimpin maximus Insurance sebagai direktur utama sejak 2020. Ia mempunyai visi mencapai pertumbuhan berkelanjutan dalam jangka panjang. Sebelum bergabung di maximus Insurance sejak 2015 sebagai direktur pemasaran, Jemmy berkiprah di berbagai perusahaan asuransi terkemuka, antara lain sebagai Senior General Manager Marketing Fairfax Insurance Indonesia, lalu Ace Jaya Proteksi periode 2006-2014 dengan posisi terakhir sebagai asisten general manager. Jemmy juga berkarier di LIG Insurance (sekarang KB Insurance) sejak 2002 hingga 2006. Sebelumnya, sejak 2001, ia bergabung di Lippo General Insurance.
Jemmy terjun ke dunia asuransi pada 1995 dengan bergabung sebagai management Development Program (MDP) di Asuransi Sinar mas. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Fakultas Ekonomi manajemen di Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, dan saat ini tengah melanjutkan studi S-2 mm manajemen Risiko Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta, guna memperkuat kompetensinya dalam menghadapi tantangan dan dinamika industri asuransi. AA
JENNY Wiriyanto, Direktur Utama Bank Hibank Indonesia (Hibank), berkomitmen kuat dalam mendukung pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia melalui peran sebagai "orkestrator UMKM”. Di bawah kepemimpinannya, Hibank, yang merupakan anak perusahaan Bank Negara Indonesia (BNI), mentransformasi dirinya menjadi bank UMKM berbasis digital, dengan tiga pilar utama: membina (nurture), memberdayakan (empower), dan mengangkat (uplift) UMKM di Tanah Air.
Visi Hibank adalah membantu UMKM mewujudkan potensi bisnis mereka, membuka akses pasar baru, serta mendukung mereka untuk berkembang melalui layanan perencanaan, pembayaran, pencatatan, dan pembiayaan yang mudah diakses. Jenny menegaskan bahwa teknologi merupakan kunci untuk membantu UMKM bertahan dan berkembang dalam era digital.
Meski transformasi digital kerap dianggap kompleks oleh pelaku UMKM, Hibank menyediakan ekosistem digital yang menyeluruh, mencakup fitur-fitur pembukuan, pembayaran digital, literasi bisnis, dan chatbot virtual. Semua ini dirancang sebagai jawaban bagi permasalahan unik pelaku UMKM dan memberikan solusi keuangan yang tepat
“Hibank memiliki visi merealisasikan mimpi para ekonom hiro agar dapat berwikarya, membuka akses pasar baru bagi pelaku UMKM yang memiliki produk berkualitas, dan membantu usaha hiro UMKM untuk naik kelas melalui perencanaan, penjualan, pembayaran, pencatatan, pembiayaan, serta pemasaran, termasuk pemantauan dan pendampingan ketika dibutuhkan," ujar Jenny.
Jenny memulai karier sebagai corporate banker dan menemukan fokusnya untuk mengembangkan dan memberdayakan UMKM. Berbekal akses ke berbagai korporasi, Jenny mengembangkan pembiayaan rantai pasok untuk membantu pertumbuhan korporasi melalui pemberdayaan ekosistem yang terangkum dalam korporasi tersebut, secara vertikal maupun horizontal. Dengan cita-cita besar bagi UMKM Indonesia, Jenny yakin, pemberdayaan dan dampak ekonomi berkelanjutan bisa diwujudkan bersama.
Sebelum memimpin Hibank pada Januari 2023, Jenny pernah menjabat sebagai Direktur Community Financial Services di Bank Maybank Indonesia selama 11 tahun (2009-2020) dan CEO PT Berdayakan Usaha Indonesia (Batumbu) pada 2020. Ar
PRIA berusia 60 tahun ini mempunyai pengalaman panjang sebagai eksekutif di perusahaan pelat merah. Jobi Triananda Hasjim pernah menjadi direktur pengusahaan di Perusahaan Gas Negara (PGN). Lalu, ia diangkat menjadi Direktur Utama Rekayasa Industri pada 2016. Setahun berselang, ia kembali ditugaskan di PGN. Kali ini, sebagai direktur utama hingga 2018. Alumnus Universitas Trisakti dan University of Strathclyde, Skotlandia, ini kemudian ditunjuk menjadi Direktur Utama Semen Baturaja. Setelah empat tahun atau pada 2022, ia mendapat tugas baru dari Kementerian BUMN, yakni mengomandoi Sucofindo. AA
SOSOK Juliati Boddhiya sudah begitu melekat dengan Asuransi Central Asia (ACA). Bagaimana tidak, wanita kelahiran 1948 ini menghabiskan 49 tahun terakhir untuk berkarier di ACA. Juliati bergabung di perusahaan asuransi ini sejak usia 27 tahun. Loyalitasnya kepada ACA tak perlu diragukan. la tidak pernah pindah ke perusahaan asuransi lain. Memulai karier sebagai tenaga pemasaran dan operasional ACA sejak 1975, karier Juliati terus menanjak.
Sejumlah posisi strategis pernah didudukinya, mulai dari kepala cabang ACA di Surabaya hingga general manager dan branch coordinator di Kantor Pusat ACA. Berkat dedikasi dan kerja kerasnya, pada 1995, ia mendapatkan kepercayaan sebagai Direktur Business Development ACA. Selanjutnya, Juliati dipercaya pemegang saham untuk menjadi Direktur Utama ACA sejak 2020. Gaya kepemimpinannya tampak cocok dengan culture ACA. Juliati adalah pemimpin yang mengutamakan komunikas dan konsolidasi, tapi juga bisa tegas. AA
KAZUSHIGE Nakajima menjabat sebagai Executive Officer, Country Head of Indonesia Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) Bank, Kantor Cabang Jakarta, sejak 2022. Sebelumnya, peraih gelar master of business administration (executive) dari London Business School, Inggris, ini pernah menjabat sebagai Managing Director, Head of Japanese Corporate Banking for EMEA, MUFG Bank, London. Di bawah kepemimpinan pria yang akrab disapa Kazu ini, MUFG memiliki visi untuk menjadi bank dengan layanan komprehensif di Indonesia. AUS
Kolaborasi untuk Wujudkan Visi
KIM Eungchul, Presiden Direktur Bank Woori Saudara Indonesia 1906 (BWS), telah menekuni profesi sebagai bankir selama lebih dari tiga dekade. Pria ramah kelahiran Seoul, Korea Selatan, pada 1966 ini mengawali kariernya sebagai bankir pada Woori Bank Salmiro, di 1991.
Selama berkarier sebagai bankir, Kim mengaku mendapat banyak kesempatan dan pengalaman yang berbeda, baik di Korea maupun di negara lain. Tercatat, ia pernah menduduki berbagai posisi penting dan strategis selama di Woori Bank, perusahaan induk BWS. Ia juga pernah bertugas di Los Angeles, Amerika Serikat (AS), selama beberapa tahun.
Sebelum memimpin BWS, Kim dipercaya menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Woori Investment Bank, Korea Selatan, pada 2023-2024. Lalu, ia juga pernah menjabat sebagai Deputy Executive Vice President - International Trade Business Group Woori Bank pada 2021-2023. Sebelumnya lagi, pada 2020-2021, Kim bertugas sebagai Deputy Executive Vice President - Global Business Group, Woori Bank. “Dari pengalaman-pengalaman tersebut, saya selalu memegang prinsip dalam bekerja yaitu ‘love your job’ dan ‘adaptive’. Karena, menurut saya, dengan mencintai pekerjaan yang kita jalani maka secara otomatis kita menjadi lebih fokus, bertanggung jawab, selalu ingin belajar, memiliki integritas yang tinggi, dan selalu ingin memberikan yang terbaik untuk apa yang kita lakukan. Kemudian, saya bekerja berpindah-pindah, dari Korea ke Los Angeles kembali lagi ke Korea dan sekarang berada di Indonesia. Hal itu membuat saya harus cepat beradaptasi dalam berbagai hal. Jika saya tidak bisa beradaptasi, saya tidak akan bisa mengembangkan bisnis yang dipercayakan kepada saya dan juga tidak akan bisa beradaptasi dengan tim saya yang baru,” ujar Kim kepada Infobank, bulan lalu.
Dalam memimpin BWS, Kim mengatakan akan membawa bank ini menjadi lebih dikenal masyarakat di segala segmen dan bisa menempati posisi lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. “Tentu juga menjadikan BWS sebagai yang baik, memiliki reputasi yang bagus dan menjadi kebanggaan karyawan yang bekerja di BWS,” katanya.
Untuk mewujudkan visi itu, Kim akan secara konsisten terus memperkuat kapasitas internal BWS untuk dapat lebih kuat mendorong akselerasi bisnis agar dapat bersaing di industri dan memperkuat pengelolaan usaha dengan layanan perbankan yang unggul dan kompetitif. Penguatan kapasitas internal yang dimaksud Kim berupa meningkatkan kolaborasi bisnis antar-elemen (bisnis korporasi dengan konsumer, kantor pusat dengan kantor cabang, Korea dan Indonesia), dan menetapkan revolusi bisnis yang sehat dan profitable.
Di lain sisi, sebagai leader, pria penyandang gelar sarjana hukum dari Universitas Hanyang, Korea Selatan, ini menerapkan gaya kepemimpinan yang terbuka. Kim adalah tipikal leader yang selalu ingin mengerti kondisi faktual yang dihadapi timnya di lapangan.
“Oleh karena itu, saya terbuka kepada seluruh elemen di perusahaan untuk dapat bertukar pikiran, berdiskusi, dan merencanakan perkembangan bisnis yang lebih baik. Melakukan komunikasi dua arah kepada para pejabat eksekutif dan karyawan sehingga mereka merasa nyaman dalam memberikan pendapat tentang suatu masalah dan juga ide-ide yang dimiliki. Dan, saya bicara kepada mereka, anggap saya rekan kerja atau teman seperjuangan yang bersama-sama bergerak mencapai tujuan yang sama,” tukas Kim.
Lebih jauh, kepada para bankir muda yang sedang meniti karier, Kim berbagi pesan. Untuk menjadi bankir yang baik dan berhasil, integritas adalah kunci yang utama. Selain itu, meningkatkan kompetensi diri dengan terus belajar juga penting. “Integrity and never stop learning. That’s the key,” tutupnya. Ar
KOCU Andre Hutagalung kembali dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama Reasuransi Maipark Indonesia, tahun ini. Artinya, ia telah menjadi nakhoda perusahaan reasuransi ini selama dua periode, sejak 2021. Kocu, panggilan karibnya, sudah berkarier di industri asuransi Tanah Air lebih dari dua dekade. Pria kelahiran Pematang Siantar, pada 1971, ini pernah menduduki berbagai posisi penting dan strategis di beberapa perusahaan reasuransi, seperti Direktur Reasuransi International Indonesia dan Direktur Utama Reasuransi Indonesia Utama. AUS
LANI Darmawan, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, merupakan salah satu bankir dan leader wanita terbaik sekaligus inspiratif di Indonesia saat ini. Kepada Infobank, Lani membagikan rahasianya dalam membangun karier. Untuk mencapai hasil terbaik, menurutnya seorang wanita harus memiliki keyakinan, keberanian, sikap tegas, dan percaya diri. “Keberanian mengambil kesempatan untuk melangkah lebih maju juga diperlukan,” ujar Lani, beberapa waktu lalu.
Lani memimpin Bank CIMB Niaga sejak Desember 2021. Sebelumnya, ia pernah berkarya di sejumlah bank ternama, seperti Bank Central Asia (BCA), LippoBank, Standard Chartered Bank, dan PermataBank. Sebagai woman leader, ia dikenal sosok yang tegas. Dedikasi selama hampir empat dekade berkarier di industri perbankan telah memperkuat posisi Lani sebagai pemimpin andal terkemuka di sektor keuangan Tanah Air.
Di bawah kepemimpinan Lani, Bank CIMB Niaga, yang merupakan bank swasta terbesar kedua di Indonesia, terus mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan. Per Juni 2024, bank ini beraset Rp346,70 triliun, dengan perolehan laba Rp4,40 triliun atau tumbuh 5,8% secara tahunan. AUS
LENNY Sugihat, Presiden Direktur Bank Ganesha, mempunyai jejak karier panjang di sektor keuangan dan perbankan. Wanita yang telah berusia 68 tahun ini sempat menjabat sebagai Managing Director Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Direktur Utama Perum Bulog. Sebelum diangkat menjadi Presiden Direktur Bank Ganesha pada 2022, peraih gelar master of business administration dari University of Houston, Texas, Amerika Serikat (AS), ini menjabat sebagai Presiden Komisaris Independen Bank Ganesha. AUS
LYNN Ramli, Presiden Direktur PT Bussan Auto Finance (BAF), memiliki pengalaman hampir 30 tahun di industri keuangan, termasuk perbankan dan perusahaan pembiayaan. Ia bergabung dengan BAF pada 2017 sebagai wakil presiden direktur, dan diangkat sebagai presiden direktur sejak 2018 sampai dengan saat ini. Sebelum bergabung dengan BAF, Lynn berkarier pada sejumlah lembaga keuangan ternama. Sebut saja Bank UOB Indonesia, Adira Quantum Multifinance, Bank Danamon Indonesia, Standard Chartered Bank, dan Citibank. AUS
M. Fankar Umran lahir di Makassar, 1 Januari 1964. Saat ini, Fankar adalah Direktur Utama Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Jika melihat jejak kariernya, peraih gelar M.B.A dari Universitas Gadjah Mada ini merupakan bankir senior. Ia memulai karier di Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai management trainee, kemudian dipercaya mengisi berbagai posisi penting, seperti pemimpin wilayah dan pemimpin cabang. Selanjutnya, penyuka golf ini terjun ke industri asuransi dengan menjabat sebagai Direktur Utama BRI Asuransi Indonesia (BRINS) pada 2020. Di BRINS, Fankar berhasil melakukan sejumlah transformasi. AUS
MELIZA Musa Rusli, Direktur Utama PermataBank, telah teruji kemampuannya dalam memimpin perusahaan. Peraih gelar master of business administration dari University of Melbourne, Australia, ini pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Astra Digital Arta dan Presiden Direktur Solusi Mobilitas Bangsa. Dengan pengalaman luas di sektor keuangan, termasuk saat menjadi presiden direktur di Goldman Sachs Indonesia, Meliza berhasil mencapai posisi puncak di PermataBank pada Mei 2022. Sebagai leader, ia menekankan pentingnya menjalankan kepemimpinan empatik terhadap rekan dan karyawannya. Menjadi leader juga harus fokus dan mindfulness. Kedua hal itu dilatih Meliza dengan berolahraga yoga. AUS
MOCH. Hirmas Fuady menjabat sebagai Presiden Direktur Asuransi Perisai Listrik Nasional setelah sebelumnya menjabat sebagai direktur keuangan & administrasi sejak Mei 2017. Dengan latar belakang pendidikan sebagai peraih gelar magister dari STIE Indonesia dan sarjana dari Fakultas Ekonomi Management Universitas Brawijaya, Hirmas berpengalaman dan pernah berkarya sebagai instruktur di PLN Unit Pendidikan & Pelatihan Pandaan, Malang, pada 2016 sampai dengan 2017. AUS
MUHAMMAD Busthami bergabung dengan Bank Banten sebagai komisaris utama pada Desember 2022. Tidak lama kemudian, tepatnya pada 25 Januari 2023, ia diangkat sebagai Direktur Utama Bank Banten. Sebagai bankir, Busthami besar bersama Bank Mandiri. Di bank terbesar di Indonesia itu, ia pernah bertugas di Bank Mandiri Overseas Branch, di Dili, Timor Leste, sebagai general manager (GM), dan Bank Mandiri London sebagai executive director.
Di Bank Banten, Busthami memimpin transformasi besar-besaran. Dia, yang merupakan Direktur Utama Bank Banten keempat, dan jajarannya berhasil melakukan turnaround. Seperti diketahui, sejak lahir pada 2016, Bank Banten selalu mengalami rugi. Tapi, di tangan Busthami, pada 2023 Bank Banten mampu membalikkan keadaan dengan mencetak laba positif untuk pertama kalinya. Saat ini, Busthami tengah memperkuat fondasi Bank Banten agar ke depan dapat lebih sehat dan berlari lebih kencang. AA
MUHAMMAD Yamin, Direktur Utama Bank Kaltimtara, lahir di Pare-Pare, 10 April 1967. Alumnus Universitas Mulawarman ini berpengalaman lebih dari 30 tahun di industri perbankan, serta tumbuh dan besar di Bank Kaltimtara. Ia mengawali kariernya pada 1992, sebagai Pelaksana Bank Kaltimtara. Selangkah demi selangkah, kariernya terus menanjak.
Pria yang pernah menempuh pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan Bank (SESPIBANK) LPPI Jakarta ini mulai dipercaya menduduki salah satu kursi direksi Bank Kaltimtara pada 2017, sebagai direktur operasional, hingga medio 2020. Setelahnya, pada September 2020, Yamin diberi tugas yang lebih besar, yakni menjadi Direktur Utama Bank Kaltimtara.
Di bawah kepemimpinannya, Bank Kaltimtara terus tumbuh dan memberi kontribusi besar terhadap perekonomian daerahnya. Sejak dipimpin Yamin, Bank Kaltimtara telah membesar 63,31% dari sisi aset, yakni dari Rp30,23 triliun di akhir 2020 menjadi Rp49,37 triliun di Juni 2024. Dengan aset sebesar itu, Bank Kaltimtara mencatatkan namanya sebagai bank pembangunan daerah (BPD) terbesar kelima di Indonesia. AUS
NICKE Widyawati menjabat sebagai Direktur Utama Pertamina sejak 2018. Wanita kelahiran Tasikmalaya, 25 Desember 1967, ini pernah menjabat Director of Human Capital Pertamina dan sejumlah posisi strategis di Perusahaan Listrik Negara (PLN). Nicke meraih S-2 hukum bisnis dari Universitas Padjadjaran dan S-1 teknik industri dari Institut Teknologi Bandung. Di bawah kepemimpinan Nicke, Pertamina terus berkomitmen mendukung transisi energi dan menerapkan praktik bisnis berkelanjutan. AUS
NINA Ong, Presiden Direktur Great Eastern Life Indonesia, memiliki pengalaman luas di industri asuransi, baik domestik maupun global. Sebelum dipercaya menjadi orang nomor satu di Great Eastern Life Indonesia, tahun ini, Nina menjabat sebagai direktur bancassurance sejak 2018. Ia juga pernah menjadi chief agency officer di AXA Financial Indonesia dan Regional Manager AXA Asia Life di Hong Kong. Nina meraih master of management dan sarjana ekonomi dari Universitas Gadjah Mada. AUS
NIXON L.P. Napitupulu resmi memimpin Bank Tabungan Negara (BTN) sebagai direktur utama sejak Maret 2023. Kariernya di BTN dimulai pada 2017 dan mencakup berbagai posisi strategis, termasuk wakil direktur utama, direktur collection and asset management dan direktur finance, treasury and strategy. Lebih jauh ke belakang, Nixon juga pernah menjabat sebagai direktur utama dan menjadi sosok di balik berdirinya Bank Mandiri Taspen.
Sejak dilantik menjadi Direktur Utama BTN, peraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Sumatera Utara ini fokus pada rebranding BTN agar dikenal sebagai bank tabungan, bukan hanya penyedia kredit pemilikan rumah. Pengalaman luasnya di perbankan, termasuk mendirikan Bank Mandiri Taspen, menjadi bekal Nixon dalam memimpin transformasi BTN menggapai visi menjadi “The Best Mortgage Bank in Southeast Asia by 2025”.
Nixon mempunyai mimpi membawa BTN sebagai top 5 bank di Indonesia dalam hal laba. “Saat ini, kami ranking lima bank berdasarkan total aset. Yang jadi kerisauan saya, profitnya belum nomor lima. Sekarang, kami ranking delapan dari sisi laba. Jadi, dalam 10 tahun ke depan, labanya juga harus nomor lima,” katanya kepada Infobank, beberapa waktu lalu. AUS
PARWATI Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP (Bank OCBC), adalah salah satu srikandi di industri perbankan Tanah Air. Ia telah menjabat presiden direktur di bank ini sejak 2008 atau 16 tahun. Se[1]belumnya, Parwati menjabat sebagai wakil presiden direktur dan direktur yang menangani berbagai bidang, termasuk SDM dan keuangan. Parwati meraih M.B.A di bidang akuntansi dari San Francisco State University, Amerika Serikat (AS), pada 1987. Di bawah kepemimpinannya, Bank OCBC NISP terus berkembang dan menjadi salah satu bank terkemuka di Indonesia. AUS
PINOHADI G. Sumardi adalah sosok di balik turnaround Mandiri Tunas Finance (MTF). Saat diangkat menjadi Direktur Utama MTF pada 2020, ia dihadapkan pada tantangan berat karena perusahaan mengalami kerugian Rp500 miliar akibat pandemi. Berbekal pengalaman sebagai bankir di Bank Mandiri, ia menerapkan strategi efisiensi dan menjaga kepercayaan pegawai. Alhasil, per 2023, MTF sukses meraih laba Rp1,16 triliun. Pinohadi bertekad menjadikan MTF sebagai pemimpin di industri multifinance. AUS
RAHMAT Budi Legowo P. menjabat sebagai Direktur Utama BRI Insurance sejak 2023, setelah sebelumnya menjabat Direktur Bisnis BRI Insurance dari 2021. Pria kelahiran Jakarta, 30 Juli 1973, ini mengawali kariernya di BRI Asuransi Indonesia pada 1997. Karena dedikasi dan kepiawaiannya, karier Rahmat terus melejit. Ia dipercaya menduduki berbagai posisi penting di BRI Asuransi Indonesia, seperti manager divisi teknologi sistem informasi, pemimpin cabang, kepala divisi bisnis 1, dan SEVP bisnis. AUS
RAMIYATIE, Direktur Utama Bank Sulteng, merupakan salah satu sosok bankir wanita mumpuni yang dimiliki Indonesia saat ini. Kompetensi dan keandalannya ditempa oleh pengalaman yang panjang di sektor perbankan. Sebelum dipercaya memimpin Bank Sulteng, wanita kelahiran Kuala Kapuas pada 1971 ini telah mengisi berbagai posisi dan jabatan penting di Bank Sulteng, seperti kepala divisi pemasaran, kepala divisi umum, kepala divisi satuan kerja kepatuhan, kepala divisi literasi, dan pelindungan konsumen dan service. Ar
RAMLI Forez, Direktur Utama Asuransi Bumiputera Muda 1967 (Asuransi Bumida), lahir di Bulungan, 8 Agustus 1965. Sebelum menjadi orang nomor satu Asuransi Bumida, Ramli pernah mengemban tugas sebagai Komisaris Utama Asuransi Bumida dan pengelola statuter bidang operasi di AJB Bumiputera 1912. Ia telah sangat berpengalaman di industri asuransi Tanah Air.
Lulusan pascasarjana Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini adalah sosok di balik keberhasilan Asuransi Bumida melakukan turnaround dengan menerapkan gaya kepemimpinan yang memotivasi karyawan, sehingga mendorong kebangkitan perusahaan melalui pengembangan cabang dan agen asuransi. Alhasil, di bawah kepemimpinannya, kinerja Asuransi Bumida makin baik. Per akhir 2023, premi bruto Asuransi Bumida tercatat Rp403,74 miliar. Ramli berambisi membawa Asuransi Bumida mencapai premi Rp1 triliun di 2025. AUS
REVINO M. Pepah, Direktur Utama Bank SulutGo, mulai berkarier di Bank SulutGo sejak 1989. Terhitung sudah lebih dari 30 tahun ia mendedikasikan diri di industri perbankan. Di Bank SulutGo, pria kelahiran Manado, 22 Mei 1965, ini telah menduduki berbagai jabatan strategis. Sebelum diangkat menjadi Direktur Utama Bank SulutGo pada Maret 2021, peraih sarjana ekonomi dan magister manajemen dari Universitas Sam Ratulangi Manado ini menjabat Direktur Umum Bank SulutGo pada 2016. AUS
RIDHA D.M. Wirakusumah, Ketua Dewan Direktur Indonesia Investment Authority (INA), berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia. Jika melihat riwayat kariernya, peraih master of business administration dari University of Illinois at UrbanaChampaign pada 1994 ini adalah seorang bankir. Sebelum bergabung dengan INA, Ridha menjabat sebagai Presiden Direktur dan CEO PermataBank dari 2017 hingga 2021, dan ia berhasil memperkuat posisi PermataBank di industri perbankan Tanah Air. Selain itu, ia pernah menjadi anggota dewan di PT Bayan Resources dan Postcard and Tag Company Limited. AUS
RIRIEK Adriansyah menjabat sebagai Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom Indonesia) sejak 2019. Sejak saat itu, pria kelahiran Yogyakarta, 2 September 1963, ini mendorong inovasi dan transformasi di Telkom Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri telekomunikasi, serta menduduki berbagai posisi kepemimpinan, Ririek telah memainkan peran kunci dalam memperkuat posisi Telkom sebagai pemimpin pasar. Sarjana teknik elektro dari Institut Teknologi Bandung ini juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) pada 2015. AUS
SEJAK menjabat sebagai Presiden Direktur CIMB Niaga Auto Finance pada 2017, Ristiawan Suherman terus berkomitmen untuk memajukan sektor pembiayaan otomotif di Indonesia. Sebelumnya, Ristiawan bertugas sebagai Direktur Sales & Marketing CIMB Niaga Auto Finance dari 2016 hingga 2017. Dengan pengalaman yang mendalam di bidang sales dan pemasaran, lulusan bidang manajemen dari STIA LAN pada 1997 ini telah membawa inovasi dan inisiatif baru yang berfokus pada kebutuhan serta pengalaman pelanggan, sejalan dengan tren digitalisasi yang makin pesat di industri otomotif. AUS
SEJAK 2021, Rivan A. Purwantono menjabat sebagai Direktur Utama Jasa Raharja. Pria kelahiran Kudus, 26 September 1966, ini memiliki pengalaman luas di bidang manajemen dan keuangan. Peraih gelar magister hukum dari Universitas Pelita Harapan ini juga pernah dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama Bank KB Bukopin (sekarang KB Bank) dan Direktur Keuangan PT Kereta Api Indonesia.
Latar belakang Rivan adalah bankir. Peraih gelar doktor ilmu hukum dari Unissula ini mengawali karier perbankannya di Bank Lippo pada 1991. Selanjutnya, pada 2006, Rivan bergabung dengan Bank Bukopin, hingga kemudian menduduki kursi direktur utama di bank itu.
Di Bank Bukopin, Rivan berperan mengembangkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kinerja bank dan kepercayaan nasabah. Kini, dalam memimpin Jasa Raharja, Rivan berkomitmen untuk memperkuat layanan asuransi sosial dan memastikan perlindungan serta melayani masyarakat dengan berbagai inovasi. AUS
ROKIDI menjabat sebagai Direktur Utama Bank Kalbar sejak November 2021. Sosok inspiratif satu ini memiliki perjalanan karier yang mengagumkan. Pria kelahiran Indramayu, 29 April 1966, ini memulai kariernya di Bank Kalbar pada 1991 sebagai sopir kontrak. Rokidi – yang kala itu hanya lulusan SMA – memilih bertahan dengan belajar ilmu perbankan dari rekan-rekannya di Bank Kalbar dan bertekad untuk melanjutkan pendidikan.
Kerja keras Rokidi membuahkan hasil. Ia menjadi bankir di Bank Kalbar. Di Bank Kalbar, karier Rokidi terus meroket. Ia telah menjelajahi berbagai posisi, termasuk kepala seksi dan kepala cabang hingga masuk jajaran direksi Bank Kalbar sebagai direktur umum pada November 2020. Rokidi dikenal sebagai sosok yang humble. Ia juga dekat dengan karyawan, dan menjadikan mereka sebagai mitra dalam mencapai visi dan misi Bank Kalbar. AUS
ROYKE Tumilaar resmi menjabat sebagai Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) pada November 2020 dengan membawa pengalaman lebih dari tiga dekade kariernya di sektor perbankan. Sebelumnya, Royke menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri dan menjadi sosok penting dalam transformasi dan pengembangan layanan.
Di Bank Mandiri, Royke memegang berbagai posisi strategis, seperti direktur corporate banking, direktur wholesale banking, dan direktur treasury, finance institutions, and special asset management. Kepemimpinannya yang visioner di Bank Mandiri turut menjadi fondasi dalam pengembangan bisnis dan peningkatan layanan nasabah di BNI.
Di bawah kepemimpinan pria kelahiran Manado, 21 Maret 1964, ini, BNI juga telah memperkenalkan sejumlah inovasi dan strategi untuk membawa BNI ke tingkat yang lebih tinggi, dengan fokus pada digitalisasi dan pengembangan produk yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sarjana ekonomi dari Universitas Trisakti dan peraih gelar master di bidang finance dari University of Technology Sydney, Australia, ini pun punya kontribusi besar terhadap perkembangan UMKM di Tanah Air. Ia dinobatkan sebagai Tokoh Transformasi UMKM Go International dalam perannya untuk membangkitkan UMKM Indonesia di tengah krisis global. AUS
RUDY Santoso, Direktur Utama Mega Central Finance, terus berkomitmen untuk membawa perusahaan menuju pertumbuhan yang berkelanjutan. Di bawah kepemimpinannya, Mega Central Finance berhasil mengembangkan berbagai produk dan layanan yang memenuhi kebutuhan pasar, sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan secara keseluruhan. Pada 2023, Mega Central Finance meraup laba Rp153,89 miliar atau tumbuh 32,45% secara tahunan. Pembiayaannya pun meningkat 21,75% menjadi Rp4,06 triliun. AUS
SANDRY Pasambuna, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia, memiliki beragam pengalaman dalam hal kepemimpinan. Sandry pernah menjadi Managing Director of Safety and Security PT Kereta Api Indonesia. Lalu, Komisaris PT Kereta Commuter Indonesia dan PT KCIC. Pernah pula menjabat managing director of commercial and business development di DAMRI Indonesia. ASP
SANTOSO Rohmad menjabat sebagai Direktur Utama Bank BPD DIY sejak 2018. Sebelumnya ia mengemban tugas sebagai direktur kepatuhan dari 2014. Ia memiliki gelar magister manajemen dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta serta sarjana ekonomi Islam dari universitas yang sama. Santoso dikenal atas kepemimpinannya yang fokus pada penguatan tata kelola dan kepatuhan bank, serta inisiatif strategis dalam mengembangkan layanan perbankan bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya. ASP
SEJAK 2021, Stanley Setia Atmadja menjabat sebagai Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance, membawa pengalaman panjang di sektor keuangan dan manajemen. Sebelumnya, ia juga aktif sebagai komisaris utama di Asco Capital sejak 2019 dan komisaris di PT Rajawali Greenland Utama sejak 2012. Stanley dikenal atas visinya dalam memimpin dan mengembangkan perusahaan. Ia berfokus pada inovasi layanan dan penguatan strategi bisnis. ASP
SUHAIMIN Djohan adalah Direktur Utama Bank Nationalnobu (Nobu Bank). Posisi itu telah dijabatnya sejak 2013. Sebelumnya, ia berkarier sebagai personal financial services director di UOB Buana (20102012). Suhaimin juga memiliki pengalaman sebagai Komisaris CIMB Niaga Auto Finance dan Komisaris Utama PT Kencana Internusa Artha Finance atau KITA Finance (2009 2010). Alumnus Institut Pertanian Bogor ini telah menunjukkan kepiawaiannya dalam dunia perbankan. ASP
SUJAYA Dinata Pangestu dipercaya memimpin Asuransi Cakrawala Proteksi sebagai presiden direktur salah satunya berkat pengalamannya lebih dari 30 tahun di industri asuransi. Memulai kariernya pada 1982, Sujaya telah menjalani berbagai pelatihan, baik berskala nasional maupun internasional, yang memperkuat kredibilitas dan keahliannya.
Sujaya dan timnya telah berhasil meningkatkan kinerja bisnis perusahaan. Terlihat dari aset perusahaan yang tumbuh sebesar 8,39% atau mencapai Rp1,08 triliun pada 2023, naik dibandingkan dengan 2022 yang sebesar Rp1 triliun. Premi bruto perusahaan pun terpantau naik sebesar 16,5% menjadi Rp1,37 triliun, dari 2022 yang sebesar Rp1,18 triliun. ASP
UNARSO, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI), adalah sosok berpengalaman, mumpuni, dan visioner di industri perbankan. Lahir di Pasuruan, Jawa Timur, pada 7 November 1963, ia telah berkarier sebagai bankir selama lebih dari tiga dekade, dimulai dari Bank Dagang Negara.
Pria yang memiliki gelar magister administrasi bisnis dari Universitas Indonesia ini mulai memimpin BRI sejak September 2019, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BRI. Ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Pegadaian dari Oktober 2017 hingga Januari 2019.
Pengalamannya meliputi berbagai posisi strategis, termasuk di Bank Mandiri sebagai direktur commercial and business banking. Di bawah kepemimpinannya, BRI terus mencatatkan kinerja impresif. Hingga akhir Juni 2024, BRI mencatatkan laba bersih Rp29,90 triliun, dengan penyaluran kredit sebesar Rp1.336,78 triliun atau tumbuh 11,2% year on year (yoy). Realisasi kredit ini turut mendorong aset BRI tumbuh 9,54% secara yoy menjadi Rp1.977,37 triliun. Pun demikian dengan DPK yang ikut tumbuh 11,61% menjadi Rp1.389,66 triliun. ASP
SUPARNO Djasmin, Director-in-Charge Astra Financial, adalah seorang eksekutif profesional yang sangat berpengalaman. Pria kelahiran 1961 ini telah membangun karier yang gemilang bersama Grup Astra, mengemban berbagai jabatan penting dan strategis. Sejak 2014, ia menjabat sebagai Direktur Astra dan sebelumnya menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PermataBank dari 2017 hingga 2020.
Suparno juga pernah menjadi CEO di beberapa entitas bisnis, termasuk PT Astra International Toyota Sales Operation, Daihatsu Sales Operation, hingga Isuzu Sales Operation. Saat ini, ia juga menjadi direktur di PT Astra International serta menjabat di beberapa posisi komisaris dan direksi di perusahaan lain di bawah Grup Astra. Astra Financial merupakan divisi jasa keuangan PT Astra International yang mengelola 14 entitas bisnis dari sembilan industri, mulai dari perbankan hingga modal ventura. ASP
Bekal Pengalaman Luas
SUWANDI Wiratno telah menjabat sebagai Direktur Utama Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL Finance) sejak 2012. Ia menunjukkan kecakapan luar biasa dalam memimpin perusahaan beraset Rp5,86 triliun per 2023 ini. Memiliki gelar bachelor of science dalam manajemen dari Universitas San Francisco, Suwandi memiliki pengalaman luas, termasuk sebagai finance 93 Leasing (CSUL Finance) sejak manager di PT Bullindo Nusantara, head of corporate finance di Orix Indonesia Finance, dan presiden direktur di BII Finance.
Saat ini, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI). Di bawah kepemimpinannya, CSUL Finance mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 35,3% pada 2023, mencapai Rp739 miliar, dengan laba meningkat 136% menjadi Rp105,9 miliar. ASP
SYAHRIL adalah Direktur Utama Asuransi Ramayana yang telah menunjukkan loyalitas dan dedikasi luar biasa terhadap perusahaan selama lebih dari empat dekade. Pria kelahiran Deli Serdang pada 1957 ini kaya akan pengalaman dalam industri asuransi, dengan kemampuan manajerial dan kepemimpinan yang sangat mumpuni. Ia telah menjabat Direktur Utama Asuransi Ramayana sejak 2008. ASP
TATANG Nurhidayat menjabat sebagai Presiden Direktur Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance) sejak Mei 2022. Ia memulai karier di industri asuransi di Asuransi Adira Dinamika. Dengan pengalaman luas, Tatang pernah menduduki berbagai posisi penting, termasuk Ketua Dewan Asuransi Indonesia dan Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia. Di bawah kepemimpinannya, Tugu Insurance mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp439 miliar pada semester satu 2024. ASP
WAHYUDI Darmawan adalah Direktur Utama BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) sejak 2023. Ia menyandang gelar master of business dari Clark University, USA, serta gelar master of management dan sarjana teknologi pertanian dari Universitas Gadjah Mada. Dengan pengalaman dan kualifikasi yang mumpuni, Wahyudi siap memimpin BRI Finance menuju pertumbuhan yang berkelanjutan. Per 2023, perolehan laba bersih BRI Finance sebesar Rp101,89 miliar, naik 21,53% year on year (yoy). Pertumbuhan laba itu di atas rata-rata pertumbuhan laba industri perusahaan pembiayaan di 2023 yang sebesar 12,98%. ASP
YUDDY Renaldi menjabat sebagai Direktur Utama Bank BJB sejak 2019. Ia sukses membawa Bank BJB menjadi salah satu bank nasional dengan kinerja bisnis yang solid. Asetnya mencapai Rp207,3 triliun per Juni 2024. Dari sisi profitabilitas, Bank BJB mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp931 miliar.
Yuddy mempunyai gaya kepemimpinan demokratis dan terbuka. Ia memberikan ruang kepada para pegawai, terutama generasi milenial, untuk berinovasi dalam hal digitalisasi. Sebelumnya, ia pernah berkarya di Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Mandiri. Pria bergelar master manajemen dari STIE IPWI Jakarta ini juga merupakan Ketua Umum Asbanda untuk periode 20232027. ASP
YULI Melati Suryaningrum lama menimba pengalaman sebagai bankir di Bank Central Asia (BCA). Selama 25 tahun ia berkarier di bank swasta terbesar di Tanah Air itu. Sejumlah posisi strategis pernah diduduki. Terakhir sebagai kepala group corporate banking & finance. Pada Mei 2021, alumnus magister manajemen Prasetiya Mulya Business School ini dipercaya mengemban jabatan sebagai Direktur Utama Bank BCA Syariah.
Yuli terbilang berhasil menjaga momentum pertumbuhan Bank BCA Syariah. Per Juni 2024, Bank BCA Syariah meraup laba Rp89,4 miliar, tumbuh 20,9% year on year (yoy), dengan penyaluran pembiayaan tumbuh 21,0% menjadi Rp9,53 triliun. Adapun total asetnya Rp14,9 triliun atau tumbuh 11,5%. ASP
YULIANA D. Yembise, Direktur Utama Bank Papua, merupakan bankir karier Bank Papua. Di bank ini, ia meniti kariernya dari bawah. Berkat kerja keras, dedikasi, dan kompetensinya, wanita kelahiran Biak pada 20 Desember 1965 ini pun dipercaya untuk memimpin Bank Papua. Sebelumnya, alumnus Universitas Gadjah Mada ini menjabat sebagai Direktur Keuangan Bank Papua. Ar
YULIS Suandi menjabat sebagai Direktur Utama Bank Sulselbar sejak Desember 2022, setelah sebelumnya menjadi plt direktur utama. Ia memiliki pengalaman sebagai Direktur Kredit & UMKM Bank Sulselbar dari 2021 hingga 2022. Yulis meraih gelar sarjana ekonomi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Palopo, dan melanjutkan pendidikan pascasarjananya di Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi YAPPANN Jakarta. Dengan pengalaman yang luas di sektor perbankan, Yulis berkomitmen untuk memajukan Bank Sulselbar dan memperkuat layanan bagi nasabah. ASP
*disusun berdasarkan abjad, data diupdate terakhir 25 Oktober 2024
Dalam proses seleksi, Dewan Redaksi Infobank dihadapkan pada banyaknya perusahaan dalam industri-industri tersebut, yang mencapai lebih dari 500 perusahaan. Karena itu, Dewan Redaksi Infobank membatasi hanya memilih 100 CEO, mengingat adanya berbagai keterbatasan, termasuk keterbatasan halaman majalah.