Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Bank Index

Tren Ekonomi Indonesia dan Proyeksi 2025

Pada tahun 2025, ekonomi Indonesia diperkirakan akan terus mengalami pertumbuhan, meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi.

Oleh Infobank Institute
Sumber: Istimewa

Sumber: Istimewa

Perekonomian Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mengalami pertumbuhan yang stabil, didorong oleh pemulihan pasca-pandemi dan kebijakan pemerintah yang mendukung investasi dan infrastruktur. Selain itu, faktor-faktor lainnya, seperti digitalisasi dan transformasi teknologi, suistanability dan Enviromental, Social, Governance (ESG), dinamika perdagangan global, penguatan sektor usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga menjadi kunci pertumbuhuan ekonomi negeri di tahun ini. Namun, tantangan seperti inflasi, ketidakpastian global, dan isu-isu sosial juga perlu diperhatikan. Kebijakan moneter dan fiskal pun menjadi kiat untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Gimin Sumalim, Presiden Direktur Bank Index. Menurutnya, tahun 2025, ekonomi Indonesia akan terus berkembang dengan beberapa fokus utama. Di antaranya, pertama, Percepatan Ekonomi Digital dan Kecerdasan Buatan. Transformasi digital akan semakin mendalam dengan adopsi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi otomatisasi dalam berbagai sektor, termasuk perbankan, manufaktur, kesehatan, dan pendidikan. Bisnis akan semakin mengandalkan big data untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat layanan pelanggan, dan mendorong inovasi produk.

Kedua, Peran Ibu Kota Baru (IKN) Nusantara. Pembangunan ibukota baru di Kalimantan diperkirakan akan memasuki tahap yang lebih maju pada 2025. Proyek ini menjadi motor penggerak ekonomi baru yang menarik investasi besar di sektor infrastruktur, real estate, serta berbagai industri pendukung. Proyek ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong desentralisasi ekonomi dari Pulau Jawa.

Ketiga, Green Economy dan Perubahan Iklim. Indonesia diperkirakan akan semakin fokus pada ekonomi hijau, sejalan dengan komitmen global untuk mengatasi perubahan iklim. Pada 2025, lebih banyak inisiatif ramah lingkungan, seperti penggunaan energi terbarukan, pengelolaan sampah, serta upaya konservasi, akan menjadi prioritas. Pemerintah dan perusahaan besar akan terlibat lebih aktif dalam memenuhi target-target keberlanjutan dan standar ESG.

Keempat, Keberlanjutan Investasi di Infrastruktur dan Teknologi. Investasi di infrastruktur tidak hanya akan fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada infrastruktur digital seperti jaringan 5G dan Internet of Things (IoT). Ini diharapkan mendorong konektivitas yang lebih baik di seluruh negeri dan memungkinkan lebih banyak inovasi digital, termasuk di daerah terpencil.

Kelima, Ekspansi Pasar UMKM Melalui Ekonomi Digital. UMKM akan terus menjadi prioritas dengan semakin banyaknya inisiatif digitalisasi, integrasi ke dalam e-commerce, serta dukungan pemerintah dalam hal akses pembiayaan dan pelatihan. Pada 2025, sektor UMKM diharapkan akan lebih kuat dan lebih berdaya saing dalam skala internasional.

Keenam, Reformasi Kebijakan dan Birokrasi. Pemerintah Indonesia akan terus berfokus pada reformasi kebijakan untuk menarik lebih banyak investasi asing. Upaya ini termasuk memperbaiki regulasi dan memperkuat sistem perpajakan yang lebih adil dan efisien. Birokrasi juga akan didorong untuk lebih efisien dan ramah bisnis, terutama bagi sektor-sektor yang menjadi prioritas nasional seperti teknologi dan manufaktur.

Ketujuh, Diversifikasi Ekonomi untuk Mengurangi Ketergantungan pada Sumber Daya Alam Indonesia diharapkan akan terus mengurangi ketergantungannya pada sumber daya alam (seperti batu bara dan minyak) dengan diversifikasi ekonomi. Sektor-sektor seperti teknologi, kesehatan, pendidikan, dan pariwisata akan mendapat dorongan yang lebih besar, terutama dengan investasi di SDM dan inovasi teknologi.

Kedelapan, Penetrasi Keuangan Inklusif. Akses terhadap layanan keuangan akan semakin meluas, dengan lebih banyak inovasi dari sektor fintech dan bank digital yang memungkinkan inklusi keuangan yang lebih besar. Ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat bawah, terutama di daerah pedesaan dan terpencil.

Selanjutnya, Ketahanan Pangan dan Revolusi Pertanian. Ketahanan pangan akan menjadi isu penting dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan produk pertanian yang berkelanjutan. Teknologi pertanian canggih seperti precision farming dan bioteknologi akan mulai diadopsi secara lebih luas untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan menjaga keberlanjutan ekosistem.

Terakhir, Dinamika Geopolitik Global dan Regional. Indonesia akan terus menghadapi tantangan dan peluang dari dinamika perdagangan internasional, terutama terkait dengan hubungan perdagangan antara China, AS, dan negara-negara ASEAN. Pada tahun 2025, Indonesia akan berusaha memperkuat perannya sebagai pemain regional yang penting dan menjaga stabilitas ekonomi melalui diplomasi ekonomi yang lebih aktif.

Selain itu, Gimin memperkirakan di tahun 2025, pertumbuhan PDB Indonesia akan lebih kuat, mencapai sekitar 5,5% hingga 6%, yang didorong oleh pembangunan infrastruktur yang semakin masif, peningkatan investasi asing, dan perkembangan ekonomi digital. Peran UMKM yang semakin kuat dan stabilitas politik di dalam negeri juga akan mendorong ekspansi ekonomi yang lebih inklusif.

Hal ini pun nantinya memberikan peluang lebih besar terhadap industri keuangan untuk berkembang. Permintaan kredit dari sektor swasta dan konsumen akan meningkat, dan bank akan lebih percaya diri dalam memperluas portofolio pembiayaan. Sektor-sektor yang terkait dengan infrastruktur, teknologi, dan UMKM akan menjadi fokus utama.

“Industri keuangan di 2025 akan lebih kondusif, dengan inflasi yang lebih terkendali dan suku bunga yang lebih stabil. Pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat memberikan kesempatan bagi bank dan lembaga keuangan untuk memperluas bisnis, baik dalam produk kredit maupun investasi. Kondisi ini akan meningkatkan persaingan di industri, mendorong inovasi produk keuangan, dan mengoptimalkan efisiensi operasional. Tahun 2025 dapat menjadi momentum yang lebih baik bagi industri keuangan untuk berkembang lebih agresif, asalkan risiko eksternal tetap terkendali dan kebijakan moneter serta fiskal tetap mendukung,” kata Gimin.

Kendati begitu, tahun 2025 memang menawarkan lebih banyak peluang bagi industri keuangan, asalkan risiko eksternal tetap terkelola dan kebijakan pemerintah terus mendukung industri. “Kami percaya bahwa industri keuangan akan dapat berkembang lebih agresif pada tahun 2025. Dengan pandangan optimis ini, Bank Index siap untuk mengambil bagian dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa mendatang,” ujarnya.

Di tahun 2025, Bank Index terus berkomitmen untuk fokus mendukung pertumbuhan bisnis komersial. Dukungan ini dilakukan melalui pengembangan digitalisasi, inovasi, kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan layanan dalam rangka mendorong akselarasi pertumbuhan usaha.

“Kemudian, melalui peranan human capital (SDM) yang kompeten, struktur permodalan yang kuat serta penerapan manajemen risiko dan prinsip tata kelola yang baik, sehingga menjadikan Bank Index konsisten mempertahankan kinerja positif di tahun 2024,” kata Gimin..

Kinerja Bank Index kian moncer. Aset Bank Index mencapai Rp11,84 triliun atau tumbuh 13,95% pada kuartal I 2024. Di periode yang sama, Bank Index berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp8,99 triliun atau tumbuh 15,82% secara tahunan. Sementara, Bank Index meraup laba bersih Rp40,2 miliar atau meningkat 31,19%

Integrasi Fintech dan Perbankan Semakin Masif di 2025

Gimin juga membahas tren integrasi fintech, startup, dan e-commerce dengan perbankan konvensional di tahun 2025. Menurutnya kolaborasi antara bank dan fintech semakin meningkat, memberikan layanan inovatif seperti pembayaran digital dan pinjaman berbasis data.

“Di 2025, kami mengharapkan peningkatan layanan berbasis API yang memungkinkan pengembang menciptakan aplikasi baru yang lebih efisien. Selain itu, inovasi dalam pembayaran digital, seperti pembayaran biometrik, juga akan menjadi fokus utama,” ungkap Gimin.

Di sisi regulasi, menurut Gimin regulasi dalam hal perkembangan digitalisasi dan teknologi akan terus berkembang hingga 2025, mencakup regulasi open banking yang memperkuat kolaborasi antara bank dan fintech. Ia juga mengingatkan adanya regulasi yang lebih ketat terkait perlindungan data dan keamanan transaksi. “Regulasi yang lebih ketat akan meningkatkan kepercayaan nasabah terhadap institusi keuangan. Namun, ini juga berarti bank harus berinvestasi lebih banyak dalam teknologi keamanan dan infrastruktur data,” jelasnya.

Sementara itu, di tahun 2024, Gimin mencatat bahwa perilaku nasabah telah berubah signifikan, dengan peningkatan penggunaan aplikasi mobile untuk transaksi sehari-hari dan kesadaran keamanan yang lebih tinggi. Dia memprediksi bahwa di 2025, implementasi AI dan sistem pembayaran berbasis biometrik akan semakin marak.

“Nasabah kini lebih memilih metode otentikasi yang aman dan cepat, seperti sidik jari atau pengenalan wajah. Ini menunjukkan bahwa mereka semakin mengutamakan kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi,” tutupnya.

Dengan perkembangan yang cepat ini, Gimin optimis bahwa integrasi fintech dan perbankan konvensional akan membawa manfaat besar bagi konsumen dan pelaku industri, menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inovatif dan saling terhubung.

Perekonomian Indonesia pada tahun 2025 diperkirakan mengalami pertumbuhan yang stabil, didorong oleh pemulihan pasca-pandemi dan kebijakan pemerintah yang mendukung investasi dan infrastruktur. Selain itu, faktor-faktor lainnya, seperti digitalisasi dan transformasi teknologi, suistanability dan Enviromental, Social, Governance (ESG), dinamika perdagangan global, penguatan sektor usaha, mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga menjadi kunci pertumbuhuan ekonomi negeri di tahun ini. Namun, tantangan seperti inflasi, ketidakpastian global, dan isu-isu sosial juga perlu diperhatikan. Kebijakan moneter dan fiskal pun menjadi kiat untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi November 2024

Rp 65.000

BELI