Infodata
Industri tekstil tengah menghadapi badai pailit dan pemutusan hubungan kerja (PHK). Teranyar, PT Sri Rejeki Isman (Sritex) dinyatakan pailit. Pengumuman pailitnya Sritex menambah daftar panjang perusahaan tekstil yang tak sanggup bertahan di Indonesia.
Berdasarkan data Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI), setidaknya ada 30 perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) yang tutup atau berhenti produksi sejak triwulan kedua 2022 hingga Oktober 2024.
Di lain sisi, Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mencatat 15.114 buruh TPT terkena PHK akibat penutupan dan efisiensi pada periode Januari hingga awal September 2024. Sementara itu, menurut catatan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), ada 52.993 tenaga kerja yang terkena PHK di Indonesia selama Januari-September 2024. Berdasarkan data tersebut, Jawa Tengah menjadi wilayah dengan jumlah PHK terbanyak (14.767), disusul Banten (9.114) dan DKI Jakarta (7.469).