Superholding milik sejumlah negara telah membuktikan peran vitalnya dalam mendukung perekonomian negaranya. Sebagai contoh, Temasek punya Singapura dan Khazanah milik Malaysia
Sumber : Istimewa
Pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, superholding yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, menjadi langkah visioner untuk mengelola aset strategis negara Indonesia. Danantara dirancang sebagai entitas induk yang mampu mengelola badan usaha milik negara (BUMN) secara lebih efisien dan profesional, sekaligus meningkatkan kontribusi sektor BUMN terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam upaya itu, Indonesia dapat belajar dari negara negara yang telah sukses dengan model serupa. Yang terdekat, superholding seperti Temasek di Singapura dan Khazanah di Malaysia menjadi contoh nyata. Model ini terbukti memberikan fleksibilitas dan efisiensi, yang tidak hanya menjaga kinerja perusahaan-perusahaan negara, tapi juga mendorong daya saing di tingkat internasional.
Temasek Holdings (Singapura)
Temasek Holdings didirikan pada 1974 oleh pemerintah Singapura dengan tujuan strategis untuk mengelola dan mengembangkan kepemilikan negara di beberapa perusahaan. Hingga 31 Maret 2024, Temasek mencatatkan nilai portofolio S$389 miliar atau sekitar Rp4.608 triliun. Portofolionya tersebar di berbagai sektor strategis, seperti layanan keuangan, telekomunikasi, teknologi, kesehatan, energi, agrobisnis, hingga properti. Temasek memiliki eksposur 64% ke negara maju, dengan distribusi geografis utama meliputi Singapura, Tiongkok, Amerika, serta kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Sejak berdiri, Temasek berhasil mencatatkan imbal hasil tahunan 14%. Kinerja ini mencerminkan konsistensi dan stabilitas dalam menghadapi tantangan ekonomi global. Dividen yang dihasilkan oleh Temasek menjadi salah satu sumber pendapatan utama bagi pemerintah Singapura. Di pemeringkatan SWF global versi Sovereign Wealth Fund Institute, Temasek ada di urutan ke-14.
Model Bisnis Temasek
Model bisnis Temasek berfokus pada pengelolaan portofolio investasi yang beragam dan berkelanjutan. Beberapa elemen kunci dari model bisnis Temasek meliputi hal berikut.
Investasi Strategis: Temasek berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi. Sektor-sektor utama yang menjadi fokus termasuk teknologi, kesehatan, dan infrastruktur.
Pendekatan Berbasis Dampak: Temasek mengadopsi pendekatan investasi yang tidak hanya mengejar keuntungan finansial, tapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan. Ini mencakup investasi dalam proyek-proyek yang mendukung keberlanjutan dan inovasi.
Diversifikasi Portofolio: Temasek memiliki portofolio yang terdiversifikasi secara geografis dan sektoral. Dengan berinvestasi di berbagai kelas aset, Temasek dapat mengurangi risiko dan meningkatkan potensi pengembalian.
Keterlibatan Aktif: Temasek tidak hanya berinvestasi, tapi juga terlibat aktif dalam pengelolaan perusahaan-perusahaan investee. Ini termasuk memberikan dukungan strategis dan membantu dalam penerapan praktik tata kelola yang baik.
Khazanah Nasional Berhad (Malaysia)
Khazanah Nasional Berhad (Khazanah) adalah perusahaan investasi strategis milik pemerintah Malaysia dengan mandat untuk menciptakan manfaat ekonomi dan sosial bagi negara. Pada 2023, nilai realisable asset value (RAV) dari investments portofolionya RM126,2 miliar atau sekitar Rp450 triliun. Portofolio ini menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) 5,1% sejak 2004, dengan net asset value (NAV) meningkat dari RM33 miliar (Rp117 triliun) menjadi RM85 miliar (Rp303 triliun) pada 2023. Khazanah membukukan laba operasional RM5,9 miliar atau sekitar Rp21 triliun pada 2023. Khazanah membayarkan dividen sebesar RM1 miliar kepada pemerintah Malaysia pada 2023, menambah total dividen kumulatif menjadi RM18,1 miliar sejak 2004. Menurut Sovereign Wealth Fund Institute, Khazanah merupakan SWF terbesar ke-36 di dunia.
Model Bisnis Khazanah
Model bisnis Khazanah berfokus pada pengelolaan portofolio investasi yang beragam, dengan pendekatan yang mengutamakan keberlanjutan dan dampak sosial. Khazanah mengelompok[1]kan investasinya ke dalam beberapa kategori.
Investasi Strategis:
Khazanah berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi dan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ekonomi Malaysia. Ini termasuk investasi di sektor teknologi dan inovasi.
Dana Impak:
Khazanah mengalokasikan dana untuk proyek-proyek yang bertujuan untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang positif. Dana ini berfokus pada sektor-sektor seperti pendidikan, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan.
Pengelolaan Aset Khusus:
Khazanah juga terlibat dalam pengelolaan aset yang memerlukan perhatian khusus, termasuk perusahaan yang menghadapi tantangan dalam profitabilitas dan arus kas operasional.
Investasi Global:
Khazanah berinvestasi di pasar internasional untuk mendiversifikasi portofolio dan mencari peluang pertumbuhan di luar Malaysia.
Dalam upaya itu, Indonesia dapat belajar dari negara negara yang telah sukses dengan model serupa. Yang terdekat, superholding seperti Temasek di Singapura dan Khazanah di Malaysia menjadi contoh nyata. Model ini terbukti memberikan fleksibilitas dan efisiensi, yang tidak hanya menjaga kinerja perusahaan-perusahaan negara, tapi juga mendorong daya saing di tingkat internasional.