Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Fundamental Makin Kokoh, Bank Banten Siap Akselerasi Bisnis

Bank Banten mendapat restu pemegang saham untuk ber-KUB dengan Bank Jatim. Skema ini diyakini akan memperkuat fundamental Bank Banten, dan menopang rencana ekspansi bisnis ke depan Pengelolaan RKUD baru juga menjadi pintu masuk untuk mengakselerasi kinerja bisnis Bank Banten.

Oleh Infobank
Muhammad Busthami | Direktur Utama Bank Banten

Muhammad Busthami | Direktur Utama Bank Banten

Pembentukan kelompok usaha bank (KUB) antara PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) dan PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) akan segera terealisasi. Kedua BPD sudah mengantongi restu dari pemegang saham. Skema KUB menjadi pilihan bagi Bank Banten untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum (MIM) seperti diatur dalam POJK Nomor 12 Tahun 2020. Bank Banten akan menjadi bank anggota, dengan Bank Jatim sebagai bank induk (anchor bank).

KUB tidak hanya soal memenuhi ketentuan permodalan. Dengan menjadi anggota KUB, Bank Banten akan mendapatkan dukungan dari Bank Jatim. Mulai dari dukungan likuiditas, sinergi bisnis, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan Informasi Teknologi (IT). Dukungan dari bank sekaliber Bank Jatim akan menjadi modal kuat bagi Bank Banten untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis. Status Bank Jatim sebagai bank devisa juga akan membuat Bank Banten lebih leluasa dalam merancang produk dan layanan perbankan.

Saat ini, kinerja Bank Banten bisa disebut sudah on the track. Sejak akhir 2023, emiten berkode saham BEKS ini konsisten mencatatkan laba positif. Pencapaian Istimewa mengingat bank ini sebelumnya selalu merugi. Hingga September 2024, Bank Banten membukukan laba bersih Rp7,47 miliar. Raihan itu melonjak 151,41% year on year (yoy), ketimbang periode saham tahun lalu yang merugi Rp14,52 miliar. Penguatan fundamental dan transformasi bisnis yang dilakukan di bawah kepemimpinan Muhammad Busthami sebagai direktur utama terbukti membuahkan hasil positif. Tentu tidak lepas juga dari dukungan kuat Pemprov Banten sebagai pemegang saham.

Kinerja BEKS semakin meningkat, kepercayaan stakeholder pun semakin tinggi. Keberlanjutan momentum positif ini tentu harus dijaga, agar Bank Banten semakin sehat dan bisa berkontribusi semakin optimal bagi perekonomian Banten.

“Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh seluruh pihak yang percaya dan bekerja sama dengan Bank Banten. Kami terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Banten dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada bank daerah ini,” kata Busthami. Busthami dan jajaran pun semakin optimistis Bank Banten akan terus tumbuh semakin besar dengan sinergi bersama mengoptimalkan potensi yang ada di Provinsi Banten. Dukungan dan kepercayaan dari pemerintah daerah (Pemda) se-Banten juga sangat penting bagi Bank Banten.

Saat ini, Bank Banten tidak hanya mengelola rekening kas umum daerah (RKUD) Pemprov Banten, tapi juga Kota Serang dan Kabupaten Lebak. Kedua Pemda itu sejak beberapa bulan lalu mempercayakan pengelolaan RKUD-nya ke Bank Banten. Pengelolaan RKUD itu mampu dijalankan Bank Banten dengan lancar, tanpa masalah berarti. Pengalihan RKUD juga membuka akses Bank Banten ke ekosistem bisnis di kedua Pemda tersebut. Misalnya saja kredit ASN, kontraktor maupun institusi lain yang terkait ekosistem Pemda.

Selain Kota Serang dan Kabupaten Lebak, saat ini Bank Banten sedang berupaya meraih kepercayaan Pemda-Pemda lain di Banten. Dua Pemda, yakni Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang sudah menyatakan kesiapan untuk mengalihkan RKUD-nya ke Bank Banten. Proses ini diyakini akan bisa direalisasikan secara bertahap.

Ke depan, di tengah kondisi ekonomi yang masih dibayangi ketidakpastian, Bank Banten berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan positif. Perseroan akan mengoptimalkan sinergi dengan Bank Jatim setelah proses KUB mendapat persetujuan regulator. Peluang bertumbuh terbuka luas, apalagi dengan semakin banyak Pemda yang mempercayakan RKUD ke Bank Banten. Potensi yang terdapat di ekosistem bisnis Pemda-Pemda itu akan mengakselerasi kinerja keuangan Bank Banten, sehingga ke depan bisa tumbuh semakin sehat dan kuat. 

KUB tidak hanya soal memenuhi ketentuan permodalan. Dengan menjadi anggota KUB, Bank Banten akan mendapatkan dukungan dari Bank Jatim. Mulai dari dukungan likuiditas, sinergi bisnis, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan Informasi Teknologi (IT). Dukungan dari bank sekaliber Bank Jatim akan menjadi modal kuat bagi Bank Banten untuk mengakselerasi pertumbuhan bisnis. Status Bank Jatim sebagai bank devisa juga akan membuat Bank Banten lebih leluasa dalam merancang produk dan layanan perbankan.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Desember 2024

Rp 65.000

BELI