Seperti apa Anda melihat peluang dan tantangan bisnis perbankan Indonesia di 2025?
Saya sangat optimistis terhadap sektor perbankan di Indonesia. Tapi, ada faktor positif dan negatif. Faktor positif adalah, secara domestik, ketidakpastian politik berkurang secara signikan setelah menjabatnya Presiden Prabowo. Kemudian, kami melihat lebih banyak investasi kembali di berbagai sektor.
Sedangkan, faktor negatif adalah lingkungan global. Sejak Trump menang Pemilu AS, tekanan in?asi semakin terasa di ekonomi AS, yang berarti suku bunga dolar AS kemungkinan akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Hal ini menyulitkan mata uang lain, termasuk rupiah, untuk menguat.
Untuk mendorong perekonomian makro Indonesia, Bank Indonesia (BI) bermaksud untuk menurunkan suku bunga. Namun, mengingat nilai tukar, sulit bagi mereka untuk mengurangi suku bunga secara signikan. Kemudian, populasi kelas menengah di Indonesia tidak berkembang seperti yang diharapkan, menurun dalam lima tahun terakhir, mungkin disebabkan COVID-19 dan beberapa faktor lainnya. Tapi, ekonomi tetap berkembang di angka sekitar 5% yang menjadi faktor positif. Secara keseluruhan, outlook-nya masih optimis.
Dari berbagai tantangan yang ada, apa strategi bisnis yang akan dilakukan MUFG ke depan?
Saya pikir, sektor perbankan ke depan akan berkembang. Tapi, situasi pasar sangat kompetitif. Kemudian, kami berkompetisi dengan pemain besar dan pemain kecil. Jadi, jika kami ingin membuat pertumbuhan, kami perlu memiliki strategi yang baik, dan kami perlu memiliki strategi penjualan yang unik. Untuk MUFG, strategi penjualan yang unik adalah kami memiliki jaringan global yang besar, dan kami juga memiliki jaringan lokal, termasuk Bank Danamon, Adira Finance, dan entitas lainnya di ekosistem kami. Kalau kami lihat bank lain, tidak ada bank seperti kami. Kami memiliki jaringan global dan jaringan lokal. Sejauh ini, kami telah mengembangkan bisnis secara signikan. Jadi, kami ingin meneruskan strategi ini.
Hingga September 2024, kinerja MUFG cukup baik. Sejumlah indikator keuangan tumbuh positif. Apa kunci sukses kinerja MUFG dalam setahun terakhir?
Jadi, pertumbuhan yang telah kami buat setahun terakhir tidak hanya ditopang perkembangan di pasar, tapi kami juga telah meningkatkan penetrasi kami. Misalnya, beberapa klien korporat memiliki sejumlah hubungan perbankan. Berdasarkan analisis kami, kami telah mampu meningkat kan wallet share kami. Banyak klien yang semakin sering memilih MUFG untuk berbagai produk seperti manajemen kas, FX, dan derivatif.
Kami telah meningkatkan keuntungan secara signikan selama tiga tahun terakhir. Per September 2024, pendapatan bunga bersih tumbuh sebesar 17% secara tahunan. Pendapatan non-bunga bersih tumbuh 41% secara tahunan. Laba bersih tumbuh sebesar 23%. Artinya, kami menciptakan pertumbuhan di berbagai area bisnis.
Kami akan meneruskan peningkatan ini. Selain itu, MUFG Bank (induk kami) juga memandang Indonesia sebagai pasar terpenting di luar Jepang. Selama lima tahun terakhir, contohnya, investasi kumulatif kami di Indonesia adalah yang tertinggi di antara semua pasar. Ini menggaris bawahi ekspektasi tinggi kepada kami untuk menghasilkan pertumbuhan dan protabilitas yang kuat.
Jadi, kunci suksesnya tidak ada formula ajaib. Kami percaya kuncinya adalah menjadi semakin solution-driven. Jaringan global kami juga menjadi keunggulan penting, karena memungkinkan kami menghubungkan klien Indonesia dengan basis investor potensial yang luas. Singkatnya, kombinasi solusi dan pengalaman klien yang luar biasa yang mendorong pertumbuhan kami.
Bagaimana strategi MUFG dalam meningkatkan dana pihak ketiga (DPK)?
Strategi peningkatan deposit atau DPK sangat penting. Kami ingin menciptakan pengalaman klien yang lebih baik untuk mengumpulkan lebih banyak deposit. Untuk meningkatkan deposit, kami menghindari terlibat perang harga. Sebaliknya, kami fokus meningkatkan pengalaman klien, terutama untuk layanan manajemen kas seperti pembayaran dan penagihan.
Selain itu, kami baru-baru ini mengembangkan produk deposito hijau yang bertujuan untuk mengumpulkan dana khusus untuk pembiayaan hijau. Produk baru itu menarik banyak klien, termasuk perusahaan multinasional, yang bersedia menerima suku bunga yang sedikit lebih rendah untuk inisiatif ramah lingkungan. Dana yang dikumpulkan melalui deposito hijau dialokasikan khusus untuk pembiayaan hijau.
Bagaimana kolaborasi MUFG dengan seluruh anak perusahaan ke depannya?
Kolaborasi dalam ekosistem kami sangat luas. Kami mengadakan pertemuan rutin dengan semua entitas, menciptakan peluang untuk kolaborasi di banyak bidang. Salah satu kolaborasi terbaru melibatkan Home Credit Indonesia, yang belum lama bergabung dengan ekosistem. Mereka kuat dalam pembiayaan konsumen.
Misalnya, kami bekerja sama untuk klien korporat. Banyak klien B2C tertarik pada promosi penjualan dan Home Credit Indonesia mendukung ini dengan menyediakan pembiayaan bagi pembeli. Kolaborasi ini menjembatani konsumen dan korporat, sehingga menciptakan sinergi yang unik.
Bagaimana target MUFG di 2025?
Bisnis kami telah tumbuh signikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pasca-COVID-19. Dari Januari 2024 - September 2024, laba setelah pajak meningkat lebih dari 20% tahun ke tahun. Tentunya, suku bunga lebih tinggi telah mendukung pertumbuhan ini, namun kontribusi dari area lain tidak kalah pentingnya.
Meski suku bunga diperkirakan menurun dan hal tersebut dapat berpengaruh pada keuntungan kami, kami percaya, kami tetap dapat mempertahankan pertumbuhan.
Saya sangat optimistis terhadap sektor perbankan di Indonesia. Tapi, ada faktor positif dan negatif. Faktor positif adalah, secara domestik, ketidakpastian politik berkurang secara signikan setelah menjabatnya Presiden Prabowo. Kemudian, kami melihat lebih banyak investasi kembali di berbagai sektor.