Tahun 2024 menjadi periode yang menantang bagi industri multifinance, termasuk ORIX Finance Indonesia. Tahun ini, ORIX Finance Indonesia menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk memacu kinerja. Apa saja?
Sudarmo Soemantri, Direktur ORIX Indonesia Finance
ORIX Indonesia Finance (ORIF) mengusung strategi terpadu untuk memperkuat pertumbuhan di 2025 melalui ekspansi wilayah dan diversifikasi produk. Dengan fokus pada pembiayaan investasi, alat berat, dan inovasi, perusahaan pembiayaan yang menjadi bagian dari ORIX Corporation, salah satu pelopor perusahaan sewa guna di Jepang, ini siap menjawab kebutuhan pasar, termasuk di luar Jawa. Apa langkah strategis ORIF? Berikut penjelasan lengkap Sudarmo Soemantri, Direktur ORIF, kepada Infobank, bulan lalu. Petikannya:
Kinerja industri multifinance menghadapi sejumlah tantangan pada 2024. Bagaimana dengan ORIF?
Kinerja pada 2024 memang menunjukkan tantangan yang cukup berat, dengan total penyaluran pembiayaan kami mencapai Rp1,95 triliun, turun dari Rp2 triliun sekian pada 2023. Penurunan ini sebenarnya disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya situasi politik, fluktuasi nilai tukar, dan penundaan investasi oleh pelanggan. Pelanggan di sektor manufaktur dan tambang mengalami kesulitan akibat kenaikan biaya bahan baku, yang menyebabkan mereka menunda pembelian alat berat dan peremajaan mesin produksi.
Memasuki 2025 ini, apa peluang yang bisa dioptimalkan multifinance?
Kami selalu optimistis terhadap peluang di beberapa segmen baru, seperti alat kesehatan, industri kelapa sawit di Sumatra, dan hutan tanaman industri. Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan turut memberikan peluang bagi pembiayaan alat kesehatan. Kami juga melihat potensi dari program pemerintah, seperti medical checkup gratis, yang dapat meningkatkan permintaan alat medis di fasilitas kesehatan. Dengan pendekatan yang fokus pada segmen-segmen ini, kami pastinya berharap dapat meningkatkan kontribusi mereka terhadap sektor multifinance secara keseluruhan.
Menurut Anda, apa tantangan yang dihadapi multifinance, termasuk ORIF, pada tahun ini?
Kenaikan pajak barang mewah, termasuk mobil baru, memberikan dampak langsung pada segmen operating lease. Passenger car, yang menjadi salah satu produk utama di segmen ini, terkena imbas dari kebijakan tersebut. Banyak pelanggan mempercepat pembelian mobil pada akhir 2024 untuk menghindari kenaikan pajak. Meskipun demikian, dampaknya terhadap permintaan tetap terasa pada 2025, terutama di kalangan pelanggan yang sensitif terhadap biaya tambahan. Kami juga harus menyesuaikan strategi bisnis untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan pelanggan akibat kebijakan ini.
Melihat tantangan dan peluang yang ada saat ini, seperti apa target pertumbuhan ORIF di 2025?
Kami harus optimistis dapat mencapai pertumbuhan. Meskipun belum bisa dikatakan berapa persentase pertumbuhannya. Namun, hal ini sangat bergantung pada regulasi pemerintah, dan situasi global. Stimulus dari pemerintah, seperti kebijakan ekonomi yang mendukung sektor korporasi, akan menjadi faktor penentu dalam mendorong pertumbuhan ini.
Kami juga berencana untuk memperluas jangkauan ke wilayah baru di luar Jabodetabek, seperti Pekanbaru, dengan memanfaatkan potensi industri lokal, seperti kelapa sawit, untuk meningkatkan kontribusi mereka terhadap pasar multifinance.
Untuk mencapai target pertumbuhan di 2025, strategi apa yang disiapkan?
Kami terus memperluas cakupan pasar dengan menawarkan produk baru kepada pelanggan lama dan menjangkau pelanggan baru di wilayah di luar Jakarta. Fokusnya adalah memperluas ke kota-kota besar di luar Jawa, seperti Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi, dengan memanfaatkan delapan cabang yang sudah ada. Rencananya akan menjangkau wilayah yang lebih spesifik, termasuk kota-kota kecil di luar pusat provinsi, tapi dengan tetap melakukan pendekatan yang hati-hati.
Ekspansi ini akan mencakup analisis potensi pasar di setiap daerah untuk menentukan apakah ada kebutuhan pembiayaan yang belum terpenuhi. Selain itu, kami mempertimbangkan untuk memasuki pasar baru dengan metode yang efisien, seperti memulai dengan tim pemasaran kecil sebelum membuka kantor cabang permanen.
ORIF menawarkan sejumlah produk. Bagaimana komposisi masing-masing produk tersebut terhadap kinerja perusahaan?
Kami menawarkan dua produk utama yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan korporasi. Produk pertama adalah finance lease, yang ditujukan untuk pembiayaan investasi, seperti mesin produksi, alat berat, dan modal kerja. Produk kedua adalah operating lease, yang lebih fokus pada kendaraan operasional, seperti passenger car dan light commercial vehicle.
Kedua produk ini sering kali dikombinasikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara komprehensif. Finance lease memberikan solusi pembiayaan jangka panjang, sementara operating lease membantu pelanggan menekan biaya operasional tanpa harus memiliki aset secara langsung.
Portofolio pembiayaan perusahaan didominasi oleh finance lease, yang mencakup sekitar 70% dari total pembiayaan. Sisanya, 30%, berasal dari operating lease. Di dalam portofolio ini, pembiayaan alat berat seperti mesin produksi dan kendaraan komersial mencakup sekitar 25%.
Bagaimana dengan peluang pasar di mobil listrik?
Kami sudah mulai menyewakan mobil listrik melalui operating lease kepada perusahaan multinasional. Kendaraan ini dipilih karena perusahaan multinasional sering kali memiliki kebijakan keberlanjutan yang mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.
Namun, kami tetap berhati-hati dalam menjalin kerja sama dengan pelanggan baru di segmen ini, mengingat pasar mobil listrik bekas belum terbentuk. Fokus kami adalah pada pelanggan dengan reputasi baik dan kemampuan pembayaran yang kuat, untuk meminimalkan risiko yang terkait dengan nilai residu kendaraan.
Apakah ORIF memiliki rencana diversifikasi produk ke depannya?
Ya, kami terus mengembangkan diversifikasi produk untuk memenuhi kebutuhan pasar yang dinamis. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah Motorcycle Operating Lease, yang dirancang untuk mendukung tenaga penjual perusahaan dengan menyediakan kendaraan roda dua.
Selain itu, kami sudah mulai memasuki pasar mobil listrik, baik melalui finance lease untuk pembelian langsung maupun operating lease untuk penyewaan. Mobil listrik ini terutama disewakan kepada perusahaan multinasional yang memiliki kebijakan keberlanjutan.
Bagaimana ORIF memitigasi dan mengelola risiko kredit macet?
Di sini, kami memiliki sistem manajemen risiko yang terstruktur untuk mengelola kredit macet. Tim analis kredit secara rutin melakukan analisis industri dan profiling pelanggan untuk mengevaluasi risiko. Selain itu, kami mengadakan diskusi internal secara berkala untuk mempelajari kasus kredit macet sebelumnya. Jadi, dianalisis akar masalah dari setiap kasus, baik dari sisi pemasaran maupun kebijakan kredit, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kinerja industri multifinance menghadapi sejumlah tantangan pada 2024. Bagaimana dengan ORIF?