Sebanyak 20 BPD meraih predikat “The Best” dalam “Rating BUMD Keuangan Versi Infobank 2025”. Meski 2024 menjadi periode menantang bagi BPD, terutama dari sisi kinerja laba, jumlah bank yang meraih predikat “The Best” bertambah dari rating sebelumnya. Bank BJB kokoh sebagai yang terbaik di kelas atas. Bank BPD Bali cetak skor tertinggi.
INFOBANK kembali merilis rating khusus bagi badan usaha milik daerah (BUMD) sektor keuangan. Di kelompok bank pembangunan daerah (BPD), “Rating BUMD Keuangan Versi Infobank 2025” melibatkan 27 bank daerah. Rating ini mengukur performa keuangan sekaligus wujud apresiasi atas kinerja dan kontribusi BPD bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya di daerahnya masing-masing.
Pada rating kali ini, sebanyak 20 BPD meraih predikat “The Best” lantaran dinilai berhasil menunjukkan kinerja apik, meski industri BPD sendiri menghadapi sejumlah tantangan sepanjang 2024. Di tengah tekanan kinerja laba, misalnya, ke-20 BPD itu berhasil menjaga performa bisnisnya. Jumlah peraih predikat prestisius itu pun bertambah dibandingkan dengan rating sebelumnya yang tercatat 17 BPD. Ini sekaligus menandakan bahwa beberapa BPD berhasil menunjukkan perbaikan kinerja.
Bank-bank regional champion yang diganjar predikat “The Best” itu tersebar di kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3 atau bank bermodal inti di atas Rp14 triliun sampai dengan Rp70 triliun, KBMI 2 atau bermodal inti Rp6 triliun sampai dengan Rp14 triliun, dan KBMI 1 atau bermodal inti sampai dengan Rp6 triliun.
KBMI 3
Hingga saat ini, Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) menjadi satu-satunya BPD yang masuk KBMI 3. BPD terbesar ini berhak atas predikat “The Best” berkat raihan total skor 81,95%. Bank yang dinakhodai Yuddy Renaldi sebagai direktur utama ini tercatat membukukan kinerja positif. Bank BJB meraih skor yang bagus di semua aspek penilaian rating, antara lain permodalan, kualitas aset, likuiditas, dan efisiensi.
Dari sisi kinerja, per September 2024, fungsi intermediasi Bank BJB tumbuh solid. Kreditnya meningkat 10,45% year on year (yoy) menjadi Rp138,04 triliun. Laju kredit Bank BJB pun lebih kencang dibandingkan dengan industri BPD yang tumbuh 7,64%. Bahkan, DPK-nya melonjak jauh di atas rata-rata industri, yakni 17,10% atau menjadi Rp153,23 triliun. DPK industri BPD sendiri hanya tumbuh 7,42%. Alhasil, total aset Bank BJB mengembang 17,14% menjadi Rp210,04 triliun. Sedangkan, raihan labanya tercatat Rp1,22 triliun per September 2024.
Di 2024, Bank BJB tak hanya tercatat mampu menjaga kinerja keuangan. Bank ini juga menjadi salah satu BPD yang paling agresif dalam mengembangkan kelompok usaha bank (KUB). Bank BJB menjadi bank induk KUB, dengan anggota sejumlah BPD lain yang modalnya masih di bawah Rp3 triliun.
KBMI 2
Ada empat bank daerah yang menjadi penghuni KBMI 2. Keempat BPD itu adalah Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur (Bank Jatim), Bank Jateng, Bank DKI, dan Bank Kaltimtara. BPD-BPD itu tersebar lagi dalam beberapa kategori aset. Bank Jatim berada di kelompok aset Rp100 triliun ke atas. Sedangkan, tiga BPD lainnya masuk kelompok aset Rp50 triliun sampai dengan Rp100 triliun.
Mengacu pada hasil rating, hanya Bank Jatim yang meraih predikat “The Best”. Bank yang dipimpin Busrul Iman sebagai direktur utama ini meraih total skor 81,55%. Bank yang per September 2024 beraset Rp106,63 triliun ini memang tercatat membukukan kinerja cukup mentereng.
Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan solid, terutama dari sisi kredit yang meroket 20,13% atau menjadi Rp62,20 triliun. Sementara, DPK-nya tumbuh konservatif di level 3,93% menjadi Rp87,50 triliun. Bank yang juga agresif mengembangkan KUB ini mengakhiri kuartal ketiga 2024 dengan mengantongi laba bersih Rp930,06 miliar.
KBMI 1
Sebagian besar BPD masuk kelompok KBMI 1. Di kelompok ini, total ada 22 bank daerah. BPD-BPD itu tersebar dalam tiga kelompok aset, yakni aset Rp25 triliun ke atas, aset Rp10 triliun sampai dengan di bawah Rp25 triliun, dan aset di bawah Rp10 triliun.
Dari total 22 BPD penghuni KBMI 1, 18 di antaranya berhak atas predikat “The Best” dalam rating kali ini.
Di kelompok aset Rp25 triliun ke atas, ada sembilan BPD yang meraih predikat bergengsi tersebut. Mereka adalah Bank BPD Bali, Bank Nagari, Bank Aceh Syariah, Bank Sumut, Bank Sulselbar, Bank Riau Kepri Syariah (BRK Syariah), Bank Sumsel Babel, Bank Papua, dan Bank BPD Kalsel.
Capaian istimewa diraih Bank BPD Bali. Tidak hanya menjadi yang terbaik di kelompoknya, raihan skor 96,20% menjadikan Bank BPD Bali sebagai pemegang skor tertinggi di rating kali ini. Bank yang dikomandoi I Nyoman Sudharma sebagai direktur utama ini memang berhasil mencatatkan kinerja gemilang pada 2024.
Selanjutnya, di kelompok aset Rp10 triliun sampai dengan di bawah Rp25 triliun, ada delapan BPD berpredikat “The Best”, yakni Bank Kalbar, Bank Pembangunan Kalteng, Bank NTB Syariah, Bank BPD DIY, Bank Sulteng, Bank Sultra, Bank Lampung, dan Bank Jambi. Sedangkan, di kelompok aset di bawah Rp10 triliun, Bank Bengkulu menjadi satu-satunya yang meraih predikat “The Best”.
Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birl), dalam “The Best 20 BPD per September 2023-2024“ ada 20 Bank teratas yang mempunyai modal 10 triliun keatas, Untuk melihat predikat ini silahkan akses Link berikut : staging.infobankstore.com
Pada rating kali ini, sebanyak 20 BPD meraih predikat “The Best” lantaran dinilai berhasil menunjukkan kinerja apik, meski industri BPD sendiri menghadapi sejumlah tantangan sepanjang 2024. Di tengah tekanan kinerja laba, misalnya, ke-20 BPD itu berhasil menjaga performa bisnisnya. Jumlah peraih predikat prestisius itu pun bertambah dibandingkan dengan rating sebelumnya yang tercatat 17 BPD. Ini sekaligus menandakan bahwa beberapa BPD berhasil menunjukkan perbaikan kinerja.