Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Langkah Besar Menuju Top 3 Bank Digital

Bank ini ingin tampil sebagai salah satu bank digital terdepan di Indonesia. Fondasi yang kokoh telah disiapkan untuk meraih asa itu. Menjadi bank digital yang sehat dan profit jadi kunci penting untuk meyakinkan nasabah.

Oleh Ari Nugroho
Anton Hermawan Presiden Direktur Krom Bank

Anton Hermawan Presiden Direktur Krom Bank

PT Krom Bank Indonesia Tbk (Krom Bank) yang memosisikan diri sebagai bank digital, berawal dari bank yang beroperasi secara konvensional, yakni PT Bank Bisnis Internasional Tbk. Sejak diambil alih PT FinAccel Teknologi Indonesia (Kredivo Group) pada 2021, bank ini memulai perjalanan transformasinya untuk menjadi bank digital.

Kini, lewat aplikasi perbankan digital bernama Krom, Krom Bank ingin berlari kencang. Bank ini membidik posisi top 3 bank digital di Indonesia. Persiapan apa saja yang telah dilakukan Krom Bank? Dan, apa yang akan dilakukan bank ini ke depan untuk mewujudkan keinginan itu? Anton Hermawan, Presiden Direktur Krom Bank, memberikan penjelasan kepada Infobank, bulan lalu. Petikannya:

Anda ditunjuk sebagai Presiden Direktur Krom Bank pada Februari 2024. Saat itu, apa pesan utama dari pemegang saham?

Jadi, tahun lalu, sejak saya bergabung, sudah ada pembicaraan mengenai launching dan sebagainya. Satu hal yang diharapkan (pemegang saham) adalah mengenai bank ini ke depannya akan seperti apa. Concern-nya, pertama, bank ini awalnya mulai dari bank konvensional lalu ingin bertransformasi menjadi bank digital. Salah satu yang sangat penting adalah mengenai transformasi bank ini. Jadi, dipastikan bagaimana caranya bank ini bisa bertransformasi dari bank konvensional yang belum mempunyai izin untuk bergerak dalam digital, sampai kemudian kami mendapatkan semua izinnya dan kami bisa running as digital bank.

Yang kedua, sesudah kami bertransformasi menjadi digital, tentu saja beroperasi seperti digital bank dalam artian mengembangkan produk, fitur, yang sesuai dengan keperluan calon nasabah. Ini juga mulai ada perubahan dari konvensional, yang sama sekali tidak ada alat digital atau aplikasi digital, ke digital bank yang majority dari operasionalnya berbasis digital.

Ketiga, tentu saja untuk melakukan operasional bank diperlukan performa banknya. Jadi, ingin dipastikan bahwa banknya ini beroperasi dengan baik, dari sisi risk management, infrastruktur, human resources-nya juga.

Transformasi ini, dari bank konvensional ke bank digital, apakah dimulai ketika Anda memimpin? Atau, sebelumnya sudah dimulai?

Sejak saya bergabung dengan Krom Bank, transformasi sudah berjalan. Semuanya sudah ada, kemudian aplikasinya juga sebenarnya sudah ada, tapi dalam tahap awal. Yang belum dilakukan adalah launching (aplikasi Krom) secara publik. Jadi, yang kami lakukan pada 2024 di Februari adalah open to public, di mana kami melakukan peluncuran secara resmi. Saat itu, masih ada beberapa izin yang belum kami dapatkan. Contohnya, untuk QRIS, yang kami dapatkan izinnya di pertengahan 2024. Jadi, transformasi itu sudah berjalan sebelum saya bergabung. Saya rasa, mulai 2022.

Setahun terakhir ini, apa yang menjadi fokus Krom Bank?

Sepanjang 2024, semenjak peluncuran resmi aplikasi Krom, kami melakukan sosialisasi. Kami berusaha supaya Krom Bank ini dikenal masyarakat. Dengan mengenal Krom Bank, masyarakat juga merasa confident dengan kami dan mau menggunakan produk kami.

Nah, jadi, itu salah satu fokus kami di Krom Bank, meyakinkan calon nasabah untuk menggunakan produk Krom Bank. Sebagai pemilik produk, kami juga merasa confident dan yakin bahwa Krom Bank ini adalah produk yang aman, fleksibel, ada nilai tambahnya sehingga masyarakat mau masuk ke Krom Bank. Selain itu, fokus juga ada untuk penguatan di sisi internal kami, seperti financial performance, penguatan organisasi, dan sebagainya.

Menurut saya, intinya adalah bagaimana kami menegaskan bahwa Krom Bank adalah bank yang sehat. Jadi, kami berusaha tekankan bahwa Krom Bank itu sehat. Kalau banknya sehat, itu saja sudah cukup untuk jadi modal jualan.

Lalu, fokus Krom Bank di 2025 ini?

Yang pertama, tentu saja tetap kami akan melakukan penguatan, perbaikan, misalnya dari sisi manajemen risiko. Itu sangat kami perhatikan. Yang kedua, pertumbuhan. Krom Bank akan menjadi bank yang bertumbuh cukup signifikan di 2025. Dan, seiring dengan pertumbuhan kinerja, aspek yang lainnya, seperti SDM atau infrastruktur, tentu saja akan mengikuti.

Bagaimana perkembangan aplikasi Krom?

Ketika kami rilis Krom pertama kali, belum banyak fitur yang kami perkenalkan. Hanya ada produk tabungan dan beberapa fitur. Tapi, kemudian berjalan, kami terus berinovasi dan melakukan perbaikan (improvement) dari sisi fitur pembayaran, transfer, dan lainnya. Kami juga kembangkan aplikasi ini dengan kolaborasi bersama grup kami. Nah, ke depan, kami akan hadirkan fitur-fitur baru, seperti digital loan. Untuk digital loan, kami harapkan di triwulan kedua tahun ini sudah bisa diluncurkan. Target kami untuk pengguna atau user Krom cukup agresif di 2025 ini.

Di 2024, kinerja Krom Bank sangat impresif. Apa faktor pendorongnya?

Salah satu faktor yang sangat penting, tentu saja kolaborasi dengan grup. Seperti yang diketahui, digital bank itu tidak akan bisa sendiri, mulai dari nol, belum dikenal luas. Akan sangat menantang. Nah, dengan sinergi dengan grup, kami bisa berkembang dengan cukup pesat. Dan, seperti dilihat, performanya cukup bagus. Kami akan berusaha supaya tidak ada, istilahnya, ‘bakar duit’.

Untuk kredit bagaimana? Dari data yang ada, pertumbuhan kredit Krom Bank sangat tinggi. Apa mesinnya, sementara kredit digital belum ada?

Untuk kredit, kami ada kerja sama channeling dengan Kredivo Group. Lalu, beberapa grup usaha lainnya juga. Kemudian, kredit konvensional Krom Bank juga tetap ada. Kami punya dua cabang, di Jakarta dan Bandung. Ini tetap kami maintain. Nantinya, kami akan punya portofolio yang kami usahakan beragam dan sehat. Jadi, kami tidak ingin terkonsentrasi di satu kantong saja.

Pertanyaan pentingnya, kenapa harus berbank dengan Krom Bank?

Itu ‘kan ada dua ya, funding dan lending. Saya ngomong dulu mengenai funding ya. Dari sisi ini, tentu saja yang diharapkan oleh nasabah adalah wealth-nya berkembang. Hal ini bisa dicapai dengan beberapa hal, bisa dari sisi tabungan, atau wealth product, wealth management yang lain. Tapi, produk-produk wealth management yang lain, yang misalnya return-nya cukup tinggi, itu akan memerlukan konsentrasi dan upaya yang cukup tinggi dari nasabah. Kalau di Krom Bank, Anda tidak usah repot untuk menghasilkan return yang optimal.

Apa visi Anda untuk Krom Bank dalam lima tahun ke depan?

Krom Bank ini nanti akan seperti apa, kami memiliki aspirasi menjadi bank yang memiliki profitabilitas yang baik – dilihat dari berbagai aspek, seperti aset, DPK, user, dan sebagainya. Sedangkan, aspirasi jangka panjang kami, menjadi top 3 bank digital di Indonesia. Keinginan ini terinspirasi dari grup kami. Kredivo ini ‘kan termasuk big player untuk ‘paylater atau layanan kredit digital’ di Indonesia. Ini memunculkan motivasi bagi kami untuk mendapatkan hasil yang mendekati induk.

Kini, lewat aplikasi perbankan digital bernama Krom, Krom Bank ingin berlari kencang. Bank ini membidik posisi top 3 bank digital di Indonesia. Persiapan apa saja yang telah dilakukan Krom Bank? Dan, apa yang akan dilakukan bank ini ke depan untuk mewujudkan keinginan itu? Anton Hermawan, Presiden Direktur Krom Bank, memberikan penjelasan kepada Infobank, bulan lalu. Petikannya:

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Februari 2025

Rp 65.000

BELI