Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Ambisi Bank Bapas 69 Angkat Derajat Petani dan UMKM Lewat Kredit Produktif

Di tengah tren likuiditas yang semakin ketat dan melandainya daya beli masyarakat, Bank Bapas 69 asal Magelang tampil dengan kinerja prima.

Oleh RAL
Sumber : Bank Bapas 69

Sumber : Bank Bapas 69

Bank Bapas 69 berdiri kokoh kendati saat ini ekonomi nasional sedang kurang bergairah. Kinerja Bank Bapas 69 berjalan solid di hampir semua kanal bisnisnya sejalan dengan upaya perseroda itu untuk terus membantu perekonomian daerah dan pengembangan UMKM.

Hal ini tercermin dari penyaluran kredit yang meningkat dalam setiap tahunnya. Direktur Utama Bank Bapas 69 Rohmad Widodo menjelaskan, dalam setahun terakhir saja, pihaknya telah menggelotorkan Rp1,06 triliun, naik 5,8% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp1 triliun.

Kucuran kredit tersebut terkonsentrasi untuk membiayai sektor UMKM seperti pertanian, peternakan, dan pariwisata. Kredit di sektor ini memiliki market yang masih sangat besar mengingat potensi Magelang yang memang terkenal sebagai daerah pertanian dan pariwisata.

“Dukungan dan kepercayaan dari Pemkab Magelang menjadi motivasi Bank Bapas 69 untuk terus tumbuh. Sinergitas melalui berbagai macam pengelolaan dana­-dana milik Pemkab Magelang yang dipercayakan penyalurannya melalui Bank Bapas 69. Dengan begitu, bank dapat melakukan pemberdayaan ekonomi kearifan lokal yang lebih dekat dengan pasar-­pasar tradisional,” ujar Rohmad kepada Infobank di akhir Februari 2025.

Ia mencontohkan penyaluran kredit untuk petani di daerah Ngablak. Di sana mayoritas petani menanam sayur mayur, cabai, kopi, dan sebagainya. Mereka diberikan kredit musiman dengan bunga murah sebesar 4%, di bawah bunga kredit usaha rakyat (KUR). Modal tersebut kerap digunakan petani untuk membeli bibit, transportasi, dan alat pertanian.

Selain kredit untuk UMKM, Bank Bapas 69 juga mengucurkan kredit kepada sejumlah anggota DPRD Magelang. Demikian juga kredit konsumtif bagi pegawai aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri, dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) melalui sistem potong gaji. Kredit konsumtif untuk para pegawai ini juga sangat besar di mana menyumbang lebih dari 65% atau sekitar Rp700 miliar dari total portofolio kredit yang mencapai Rp1,063 Triliun. Termasuk juga memberikan kredit kepada tenaga kesehatan atau Pegawai Badan Layanan Umum Daerah Pemerintah Kabupaten Magelang melalui pemotongan dana gaji dan jasa pelayanannya yang disalurkan melalui Bank Bapas 69.

Agresifnya kegiatan bisnis Bank Bapas 69 berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Berkat agility operasi bisnis di tapak bawah, korporasi berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp30,28 miliar di sepanjang 2024.

Perolehan tersebut naik 1,91% dibandingkan 2023 sebesar Rp29,71 miliar. Kenaikan laba turut memengaruhi total aset perusahaan dimana tumbuh sebesar 2% yoy atau menjadi Rp1,54 triliun dibandingkan kuartal 2024 yakni Rp1,51 triliun.

Rohmad mengatakan bahwa pihaknya tidak terlalu berambisi untuk mengejar laba yang besar. Sebab, kata dia, kehadiran Bank Bapas 69 sebagai bank milik Pemda memiliki visi utama membantu ekonomi masyarakat dan memberdayakan UMKM.

Setidaknya, dengan bunga yang sangat ramah itu masyarakat tidak merasa tercekik sehingga usaha yang mereka bangun dapat berkembang. Apalagi, di satu sisi, permodalan yang disalurkan ke para UMKM dan petani memiliki tujuan dan muara yang sama, yaitu meningkatnya perputaran uang di Magelang.

“Berbicara soal laba, saya selalu memberikan mindset ke pemegang saham, agar jangan terlalu berharap untuk PAD atau laba yang besar. Tapi berharaplah pada kemanfaatan dari adanya Bank Bapas 69 ini. Ayo kita bareng-bareng memberikan kredit murah kepada masyarakat. Daripada harus dituntut laba yang banyak, tapi mencekik masyarakat Magelang,” tegasnya.

Di samping itu, Bank Bapas 69 juga memanfaatkan himpunan dana pihak ketiga (DPK) untuk memperkuat struktur keuangannya. Peningkatan pada tabungan tercatat cukup besar mencapai Rp920,28 miliar. Angka itu tumbuh 3,26% yoy dibandingkan tahun lalu sebesar Rp891,17 miliar.

Demi mendongkrak porsi tabungan, Bank Bapas 69 memberikan bebas biaya administrasi dan potongan bulanan bagi semua nasabah yang membuka rekening. Semua nasabah tabungan termasuk nasabah tabungan simpanan pelajar juga berkesempatan untuk mengikuti undian tabungan berhadiah berupa 5 mobil dan 36 motor setiap 1 tahun sekali.

“Kami memang menyasar dana murah, termasuk ke pelajar. Sekarang, sudah ada sekitar 600 sekolah atau dari 65%­nya sudah MoU dengan kami. Kami menyediakan mobil kas keliling di mana setiap hari satu mobil itu keliling di empat sekolahan. Jadi, ada lebih 56 ribu siswa lebih yang sudah menjadi penabung dengan nominal lebih dari Rp55 miliar,”bebernya.

“Kredit konsumtif untuk para pegawai ini juga sangat besar di mana menyumbang lebih dari 65% atau sekitar Rp700 miliar dari total portofolio kredit yang mencapai Rp1,063 Triliun,”

Rohmad Widodo Direktur Utama Bank Bapas 69

 

Gali Peluang dari Program Pemerintah 

Bank Bapas 69 terus berupaya untuk memperluas penetrasi kredit dan cakupan nasabahnya. Untuk menjaga keberlanjutan bisnisnya, di tahun ini perseroda akan menangkap peluang dari program ketahanan pangan dan makan bergizi gratis yang digencarkan pemerintah.

Dua program ini menurut Rohmad dinilai memiliki multiplier effect kepada penyedia pangan di pedesaan yang mana mereka adalah UMKM, khususnya para petani dan jasa catering. Salah satu langkah yang baru saja diambil ialah rencana kerja sama yang dijalin antara Bupati Magelang dengan Pemprov DKI Jakarta dalam pengadaan bahan makanan.

“Jadi nanti yang memenuhi sayur­-sayur di DKI Jakarta itu dari Magelang. Pak Bupati sudah mencanangkan dan memetakan wilayah mana yang menanam komoditi tertentu sehingga ini terus berkelanjutan. Nantinya kita juga siapkan transportasi pengangkut yang dilengkapi pendingin, sehingga tidak busuk di jalan,” sambung Rohmad.

Selanjutnya, terkait program makan bergizi gratis. Rohmad menyatakan bahwa pihaknya memanfaatkan kebijakan itu dengan menyalurkan kredit bernama “UPLAND” kepada petani yang berdiam di dataran tinggi dan petani yang tergabung dalam kelompok pangan organik.

“Nah itu kan sangat luar biasa. Ini juga bunganya saja jauh di bawah KUR di angka 4% setahun. Jadi sangat murah, ini kita gelontorkan di situ lebih dari Rp8 miliar,” ucapnya.

Program makan bergizi gratis akan menciptakan ekosistem usaha baru yang mencakup semua aspek rantai pasok, dari hulu hingga hilir. Dengan adanya program ini, roda ekonomi di seluruh Indonesia akan bergerak. Di setiap desa akan terjadi perputaran ekonomi, menciptakan ekosistem usaha yang menguntungkan bagi pelaku UMKM. RAL

Hal ini tercermin dari penyaluran kredit yang meningkat dalam setiap tahunnya. Direktur Utama Bank Bapas 69 Rohmad Widodo menjelaskan, dalam setahun terakhir saja, pihaknya telah menggelotorkan Rp1,06 triliun, naik 5,8% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp1 triliun.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Maret 2025

Rp 65.000

BELI