PT Jaminan Kredit indonesia (Jamkrindo) berhasil mencetak kinerja keuangan dan operasional yang solid dalam setahun terakhir, berkat keseriusan perusahaan untuk terus memberdayakan dan mengembangkan UMKM-K.
Layanan Jamkrindo
Kinerja keuangan yang sehat dan bertumbuh tersebut tercermin dari pertumbuhan aset, peningkatan pendapatan penjaminan, serta laba bersih yang masih solid. Pengakuan tersebut berdasarkan hasil audit laporan keuangan oleh Kantor Akuntan Publik Amir Abadi Jusuf, Aryanto, Mawar & Rekan (anggota RSM). Jamkrindo memeroleh opini Wajar Tanpa Modifikasian. Opini ini mencerminkan tata kelola perusahaan yang kuat, sehat, dan terjaga.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menjelaskan, hasil audit tersebut memperkokoh posisi Jamkrindo sebagai institusi penjaminan yang kredibel dan profesional.
Ia mengatakan, dalam setahun terakhir, total aset Jamkrindo tercatat sebesar Rp32,36 triliun, atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp32,23 triliun. Hal ini mencerminkan strategi manajemen yang konsisten dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan melalui pengelolaan aset dan portofolio penjaminan yang optimal.
Perseroan juga berhasil menggenjot pendapatan penjaminan bersih sebesar 8,97% menjadi Rp6,92 triliun, dibandingkan tahun 2023 yang hanya Rp6,35 triliun. Pendapatan investasi bersih juga meningkat menjadi Rp1,46 triliun dari Rp1,20 triliun di tahun sebelumnya.
“Laba komprehensif tahun berjalan Jamkrindo tercatat Rp1,07 triliun. Angka tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga kinerja keuangan yang sehat di tengah tantangan eksternal dan peningkatan beban klaim,” ujar Abdul Bari pada 14 April lalu.
Laba bersih yang masih terjaga diiringi kemampuan perseroan dalam memberikan penjaminan, di mana volume penjaminan sebesar Rp300,3 triliun, dengan total penerima manfaat (terjamin) mencapai 7,8 juta debitur UMKM-K di seluruh Indonesia.
Menurutnya, capaian ini tidak hanya menunjukkan skala operasional yang luas, tetapi juga berdampak langsung pada perekonomian nasional, dengan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja sebesar 14,4 juta orang. Hal ini menegaskan peran strategis Jamkrindo sebagai katalisator penguatan akses pembiayaan bagi UMKM-K.
“Kinerja positif ini bukan hanya mencerminkan pertumbuhan finansial, tetapi juga dampak nyata terhadap sektor UMKM-K. Kami terus berkomitmen menjadi mitra utama dalam mendorong inklusi keuangan dan menciptakan ekosistem pembiayaan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Dengan total ekuitas sebesar Rp13,34 triliun, posisi keuangan perusahaan tetap kuat dan mendukung ketahanan bisnis jangka panjang. Melalui pencapaian ini, Jamkrindo memperkuat langkah strategisnya menuju visi sebagai 1st Preferred Company in SME’s Financial Accessibility
Tak Sekadar Bisnis dan Profit
Sejalan dengan fokus pada kegiatan bisnis perusahaan, Jamkrindo juga memberikan perhatian pada kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Sepanjang 2024, Jamkrindo melaksanakan berbagai kegiatan TJSL pada pilar lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.
Pada pilar lingkungan, Jamkrindo melaksanakan berbagai kegiatan antara lain bantuan renovasi sanitasi di 54 sekolah pinggiran Jakarta, Bekasi, dan Banten, serta penanaman 540 pohon bernilai ekonomi bagi petani hutan Sumbermanjing Wetan.
“Di pilar ekonomi, Jamkrindo melaksanakan sejumlah kegiatan, mulai dari pemberdayaan bagi perempuan penyandang disabilitas, pelatihan dan workshop literasi keuangan untuk UMKM, serta kelas bisnis dengan tema Creative Fashionpreneurship,” tambah Abdul Bari.
Pada pilar pendidikan, Jamkrindo melaksanakan beberapa kegiatan, antara lain edukasi anti bullying & sex education kepada 5.400 siswa/i Sekolah Dasar, edukasi tenaga Pendidikan Dasar di 21 sekolah DKI Jakarta dengan tema Guru Berkualitas Indonesia Cerdas, serta pemberian paket tas sekolah kepada 5.400 siswa/i Sekolah Dasar.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menjelaskan, hasil audit tersebut memperkokoh posisi Jamkrindo sebagai institusi penjaminan yang kredibel dan profesional.