Frinzy Zulkarnain, Head of Marketing and Branding
Bagi Frinzy Zulkarnain, Head of Marketing and Branding Superbank, bekerja di dunia marketing telah menjadi panggilan jiwa. Kecintaan wanita berdarah Aceh ini pada bidang marketing telah tertanam sejak awal kariernya, dan terus bertumbuh hingga kini. “Dari kecil, saya memang senang sesuatu yang bersifat creative thinking,” ungkapnya kepada Infobank.
Menurut Frinzy, marketing adalah seni berpikir kreatif yang berpadu dengan manajemen dan strategi. Baginya, dunia brand dan positioning adalah ruang bermain yang menarik. “Yang namanya brand itu bisa membedakan antara satu produk dengan produk lainnya. Mungkin secara manfaat mirip. Jasanya juga mirip. Tapi, brand itu yang membuatnya unik,” ujar alumnus Business Administration Universitas Indonesia (UI) ini.
Pengalaman Frinzy yang panjang di sektor FMCG memperkaya insting dan intuisi marketing-nya. Ia terbiasa melihat tantangan sebagai ladang kreativitas. Layaknya seorang dirigen, ia memimpin tim dengan keluwesan, menyatukan beragam suara tanpa mengekang warna masing-masing individu.
“Harapan kita seperti ini, cara kerja masing-masing punya style sendiri, tapi saat timeline, di-deliver dengan kualitas yang baik,” tegasnya.
Frinzy menolak konsep echo chamber dalam tim. Ia lebih memilih ruang terbuka, tempat ide-ide segar bisa bersinggungan dan berkolaborasi. Ia tahu, ketika gagasan-gagasan berbeda bertemu, potensi inovasi menjadi tak terbendung. Pada akhirnya, keberhasilan bukan soal siapa yang paling menonjol, tapi bagaimana seluruh elemen bergerak serempak menuju tujuan bersama.
Menurut Frinzy, marketing adalah seni berpikir kreatif yang berpadu dengan manajemen dan strategi. Baginya, dunia brand dan positioning adalah ruang bermain yang menarik. “Yang namanya brand itu bisa membedakan antara satu produk dengan produk lainnya. Mungkin secara manfaat mirip. Jasanya juga mirip. Tapi, brand itu yang membuatnya unik,” ujar alumnus Business Administration Universitas Indonesia (UI) ini.