Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Memilih – Milih Asuransi Paham atau Sekedar Harapan

Kadang kita bimbang kala memilih asuransi. Pilih unit link yang penuh potensi tapi berisiko, atau asuransi tradisional yang lebih memberi rasa aman. Keputusan yang tepat menuntut pemahaman, bukan sekadar harapan.

Oleh Alfi Salima Puteri
Sumber: Infobank

Sumber: Infobank

Di tengah ketidakpastian pasar yang kian terasa, masyarakat bisa melirik asuransi sebagai salah satu cara untuk menjaga kestabilan finansial. Namun, pilihan antara asuransi unit link dan tradisional kerap membingungkan, terlebih bagi mereka yang belum sepenuh nya memahami perbedaan mendasar di antara keduanya.

Joko Suwaryo, Appointed Actuary PertaLife Insurance, menjelaskan bahwa kedua jenis produk asuransi ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda. “Pilihan yang tepat sangat bergantung pada profil risiko, tujuan keuangan, serta pemahaman mengenai produk yang akan dibeli,” ujarnya kepada Infobank, bulan lalu.

Asuransi unit link menawarkan gabungan antara perlindungan asuransi dan investasi. Premi yang di bayarkan sebagian akan dialokasi kan ke instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana. Potensi imbal hasil memang ada, tapi nilainya sangat bergantung pada kinerja pasar. Di sinilah tantangannya.

“Inilah yang membuat produk unit link menjadi pilih an yang lebih cocok bagi mereka yang memiliki profil risiko tinggi dan memahami seluk-beluk investasi,” tambah Joko.

Namun, ada kalanya harapan tidak selalu sejalan dengan kenyataan. Tak sedikit pemegang polis unit link yang kecewa ketika nilai investasinya justru turun. Sering kali ini terjadi, salah satunya karena agen pemasar asuransi lebih menekankan potensi keuntungan jangka panjang tanpa menjelaskan risiko yang bisa muncul seiring dengan volatilitas pasar. Di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif, nilai polis bisa menyusut drastis, bahkan lebih rendah dari premi yang telah dibayarkan.

Sebaliknya, asuransi tradisional menawarkan perlindungan murni tanpa embel-embel investasi. Produk ini memberikan kepastian manfaat karena nilainya tidak terpengaruh gejolak pasar. Cocok untuk mereka yang lebih mengutamakan rasa aman dan stabilitas jangka panjang, terutama untuk perlindungan kesehatan, jiwa, atau tabungan hari tua.

“Asuransi tradisional itu tanggung jawab risikonya ada di perusahaan asuransi. Tapi, kalau unit link, risikonya ada di nasabah sendiri, sehingga harus benar benar paham,” tegas Joko.

Hal ini menjadi catatan penting: jika pasar investasi memburuk, kerugian bukan tanggung jawab perusahaan asuransi, melainkan ditanggung penuh oleh pemegang polis. Sayangnya, masih banyak nasabah yang membeli produk unit link tanpa memahami risiko ini, yang akhirnya berujung pada rasa kecewa.

Di sinilah peran edukasi menjadi sangat krusial. Industri asuransi dan regulator perlu lebih aktif dalam meningkatkan literasi masyarakat terkait dengan produkproduk asuransi, khususnya unit link. Penjelasan yang transparan mengenai cara kerja, potensi keuntungan, dan risiko yang mungkin timbul akan membantu konsumen membuat keputusan yang lebih bijak.

Bagi mereka yang siap menghadapi fluktuasi pasar dan memahami dunia investasi, unit link bisa menjadi pilihan menarik dengan imbal hasil yang menjanjikan. Namun, bagi masyarakat yang lebih mengutamakan kestabilan dan perlindungan jangka panjang, asuransi tradisional tetap menjadi sandaran yang menenangkan.

Pada akhirnya, tidak ada pilihan yang mutlak benar atau salah. Yang terpenting adalah memahami betul karakter produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan serta kenyamanan diri sendiri dalam menghadapi risiko.

Joko Suwaryo, Appointed Actuary PertaLife Insurance, menjelaskan bahwa kedua jenis produk asuransi ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda. “Pilihan yang tepat sangat bergantung pada profil risiko, tujuan keuangan, serta pemahaman mengenai produk yang akan dibeli,” ujarnya kepada Infobank, bulan lalu.

Asuransi unit link menawarkan gabungan antara perlindungan asuransi dan investasi. Premi yang di bayarkan sebagian akan dialokasi kan ke instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan reksa dana. Potensi imbal hasil memang ada, tapi nilainya sangat bergantung pada kinerja pasar. Di sinilah tantangannya.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Mei 2025

Rp 65.000

BELI