Sebanyak 44 perusahaan mengisi kelompok aset Rp100 miliar sampai dengan di bawah Rp500 miliar. Predikat “sangat bagus” di kelas ini diraih 23 perusahaan. Modalku Finance bertahan di peringkat teratas, dibayangi Daindo Finance dan Fuji Finance.
Direksi Modalku Financial Indonesia; modal meningkat tajam
MODALKU Finansial Indonesia (Modalku Finance) kembali menegaskan dominasinya sebagai pemain terdepan di segmen perusahaan pembiayaan (multifinance) beraset Rp100 miliar hingga di bawah Rp500 miliar. Dalam rating multifinance tahun ini, perusahaan yang dipimpin Yuddi Yustian dan Arthur Adisusanto sebagai direktur ini tidak hanya meraih predikat “sangat bagus”, tetapi juga berhasil mempertahankan posisi puncak di kelasnya. Dengan total skor 98,35%, Modalku Finance mencatat pencapaian tertinggi di antara 44 perusahaan di kelompok ini.
Keberhasilan itu tak lepas dari performa impresif Modalku Finance sepanjang 2024. Menurut catatan Biro Riset Infobank (birI), laba bersih Modalku Finance melonjak signifikan, yaitu mencapai Rp43,61 miliar. Perolehan laba bersih ini tumbuh 260,21% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang negatif Rp27,22 miliar.
Pembiayaan Modalku Finance juga mengalami peningkatan tajam. Hingga akhir 2024, total pembiayaan yang disalurkannya tercatat Rp200,91 miliar, meningkat 48,63% secara tahunan. Pertumbuhan ini jauh melampaui rata-rata industri pembiayaan yang hanya tumbuh 6,92%. Seluruh pembiayaan tersebut disalurkan dalam skema consumer finance, menegaskan fokus bisnis perusahaan ini pada sektor pembiayaan konsumen.
Pendapatan operasional Modalku Finance juga turut terdongkrak menjadi Rp33,27 miliar, meski pertumbuhannya relatif tipis (0,22%). Namun, yang paling mencolok adalah efisiensi operasional perusahaan. Beban operasional menurun 74,72% dari Rp58,55 miliar di 2023 menjadi hanya Rp14,80 miliar di 2024. Efisiensi ini memperkuat cost management perusahaan, sekaligus menjadi indikator penting dalam peningkatan profitabilitas.
Berdasarkan hasil rating, Modalku Finance memperoleh skor sempurna pada aspek pertumbuhan. Sementara itu, pada aspek rasio keuangan, perusahaan ini tampil solid dalam berbagai indikator, seperti rasio pembiayaan terhadap aset total dan kewajiban, efisiensi yang tecermin melalui rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO), serta profitability metrics seperti return on assets (ROA) dan return on equity (ROE).
Dari sisi permodalan, Modalku Finance – yang sebelumnya dikenal dengan nama Buana Sejahtera Multidana – juga menunjukkan penguatan struktur modal. Modal sendiri meningkat dari Rp124,88 miliar di 2023 menjadi Rp169,92 miliar di 2024 atau tumbuh 36,06%. Di saat yang sama, total aset perusahaan tumbuh 35,86% secara tahunan, dari Rp154,16 miliar menjadi Rp209,46 miliar. l
Keberhasilan itu tak lepas dari performa impresif Modalku Finance sepanjang 2024. Menurut catatan Biro Riset Infobank (birI), laba bersih Modalku Finance melonjak signifikan, yaitu mencapai Rp43,61 miliar. Perolehan laba bersih ini tumbuh 260,21% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang negatif Rp27,22 miliar.