SG Finance mencetak kinerja menawan di 2024, membawanya meraih predikat “sangat bagus” dalam “Rating 130 Multifinance Versi Infobank 2025”. Dengan capaian itu, kini SG Finance menyandang predikat “sangat bagus” selama 10 tahun berturut-turut. SG Finance optimistis mampu melanjutkan pertumbuhan positif di 2025
Evelyn Halim, rebalancing portofolio pembiayaan
TAHUN 2024 menjadi tahun penuh pencapaian gemilang bagi Sarana Global Finance Indonesia (SG Finance). Perusahaan pembiayaan yang telah lama mengukuhkan dirinya sebagai pemain tangguh di industri multifinance ini kembali mencetak prestasi membanggakan. Dalam rating kali ini, SG Finance sukses meraih predikat “sangat bagus”, sebuah pengakuan yang tak hanya mencerminkan kekuatan fundamental perusahaan, tetapi juga membuktikan konsistensinya dalam menjaga performa unggul.
Capaian itu tak lepas dari kinerja keuangan SG Finance yang luar biasa di tahun lalu. Di tengah tantangan ekonomi yang penuh dinamika, perusahaan pembiayaan yang dipimpin Evelyn Halim sebagai direktur utama ini mampu menutup 2024 dengan pertumbuhan yang signifikan di berbagai indikator utama. Dengan total skor 96,31%, SG Finance dinilai sangat tangguh dalam aspek pertumbuhan ataupun rasio keuangan yang menjadi parameter utama dalam penilaian rating.
Salah satu aspek yang mendapat nilai sempurna adalah pertumbuhan. SG Finance mencatat lonjakan pembiayaan sebesar 28,56%, dari Rp1,20 triliun di 2023 menjadi Rp1,55 triliun. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan industri multifinance yang hanya 6,92%. Laba bersih perusahaan ini pun ikut meroket, tumbuh 55,63% menjadi Rp96,27 miliar dari sebelumnya Rp61,85 miliar. Pertumbuhan ini menjadi pencapaian yang mencolok, terutama jika dibandingkan dengan laba industri yang secara rata-rata justru terkontraksi 2,12%.
“Pertumbuhan laba kami yang jauh melampaui rata-rata industri merupakan hasil dari penyaluran pembiayaan yang berkualitas, khususnya ke segmen transportasi dan heavy equipment dalam sektor pertambangan, yang memang menjadi salah satu keahlian utama perusahaan,” ujar Evelyn Halim kepada Infobank, Mei lalu.
Aset SG Finance juga mengalami kenaikan signifikan. Hingga akhir 2024, total asetnya mencapai Rp1,85 triliun atau tumbuh 21,12% dibandingkan dengan 2023. Sementara itu, dari sisi efisiensi operasional, perusahaan ini berhasil menjaga rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) di level 54,79%. Angka ini bukan hanya yang terbaik di kelompoknya, tetapi juga jauh lebih baik dibandingkan dengan rata-rata industri yang berada di level 79,36%. Ini menunjukkan kemampuan manajemen SG Finance dalam menjaga efisiensi cost structure dan efektivitas operasional secara optimal.
Salah satu kunci dari efisiensi operasional luar biasa yang dicapai SG Finance di 2024 adalah diversifikasi sumber pendanaan yang kompetitif, yang menjadi strategi utama dalam menekan cost of fund. Dengan mengoptimalkan relasi dengan perbankan serta pemetaan risiko nasabah yang tepat, SG Finance mampu memberikan imbal jasa terbaik sekaligus menjaga profitabilitas yang solid. Strategi ini terbukti ampuh menurunkan tekanan biaya tanpa mengorbankan kualitas pembiayaan.
Lebih jauh, kinerja rentabilitas juga menjadi salah satu daya tarik utama dari performa keuangan SG Finance di 2024. Return on asset (ROA)-nya tercatat 7,33% dengan return on equity (ROE) mencapai 16,29%, keduanya jauh di atas rerata industri yang masing-masing 5,02% dan 13,78%. Kinerja seperti ini tak hanya menunjukkan daya saing SG Finance, tapi juga ketajaman manajemen dalam mengelola risiko serta memanfaatkan peluang secara strategis.
Evelyn menambahkan, perusahaan yang dipimpinnya tak hanya fokus pada ekspansi semata, tapi juga pada risk management, peningkatan kualitas tata kelola (good corporate governance/GCG), soliditas, serta sinergi antara manajemen, dewan direksi, dewan komisaris, dan komite yang ada di bawah dewan komisaris serta komite di bawah dewan direksi. Pendekatan ini terbukti mampu menjaga kestabilan kinerja di tengah berbagai tekanan eksternal, mulai dari fluktuasi harga komoditas hingga dinamika geopolitik global yang berdampak pada perekonomian nasional.
Terkait dengan sektor yang menjadi kontributor utama pertumbuhan pembiayaan, Evelyn menjelaskan bahwa sektor energi, terutama pertambangan, masih memberikan kontribusi terbesar. Meski pasar global menghadapi ketidakpastian, permintaan alat berat tetap stabil, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor. Untuk memenuhi permintaan itu, SG Finance memperkuat kemitraan strategis dengan para dealer alat berat guna memastikan ketersediaan unit sesuai dengan kebutuhan nasabah.
Optimisme perusahaan terhadap prospek bisnis di 2025 pun tetap tinggi. Dengan dasar kinerja solid tahun sebelumnya, SG Finance menargetkan pertumbuhan yang seimbang melalui strategi rebalancing portofolio pembiayaan. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukannya adalah menggenjot pembiayaan modal kerja berbasis anjak piutang (factoring) yang sudah digarap sejak tiga tahun terakhir. Kendati factoring terus ditingkatkan, SG Finance tetap menjaga keseimbangan dengan memperkuat pembiayaan finance lease, produk utama yang selama ini menopang kinerja perusahaan.
“Kami belajar banyak dari realisasi kinerja 2024. Untuk memperkuat kinerja di masa depan, kami perlu melakukan rebalancing portofolio pembiayaan dan meningkatkan kontribusi dari factoring, tanpa mengabaikan kekuatan utama kami di finance lease,” terang Evelyn.
Dalam jangka menengah, SG Finance menargetkan penguatan posisinya di sektor pembiayaan alat berat dan kendaraan, dengan fokus utama pada sektor pertambangan. Selain itu, diversifikasi pembiayaan terus dikembangkan sejalan dengan penguatan infrastruktur teknologi informasi (IT system development) secara internal. SG Finance melihat pentingnya digitalisasi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang, termasuk dalam pengembangan layanan dan peningkatan customer experience.
Selanjutnya, Evelyn mengungkapkan bahwa perusahaan telah memetakan visi jangka panjang untuk menjadikan SG Finance sebagai perusahaan pembiayaan dengan aset di atas Rp5 triliun. Upaya ini akan didukung oleh perluasan jaringan usaha di luar Jakarta serta peningkatan green financing sebagai respons terhadap tren global dan kebutuhan keberlanjutan (sustainability). Penerapan prinsip prinsip environmental, social, and governance (ESG) menjadi salah satu nilai yang mulai diinternalisasi perusahaan pembiayaan ini dalam rencana strategisnya.
Karena itu, tak berlebihan jika keberhasilan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Infobank, yang setiap tahun menilai ratusan perusahaan pembiayaan berdasarkan kinerja keuangan mereka melalui rating multifinance. Predikat “sangat bagus” yang kembali diraih SG Finance dalam rating multifinance kali ini menjadi bukti konkret bahwa perusahaan ini tak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh agresif dan sehat dalam ekosistem bisnis yang penuh persaingan.
Selama 10 tahun berturut-turut, SG Finance telah membuktikan konsistensinya sebagai perusahaan multifinance yang andal dan teruji. Konsistensi inilah yang menjadi kunci kepercayaan dari nasabah, mitra bisnis, hingga lembaga keuangan. Di industri yang sarat regulasi dan fluktuasi pasar, keberlanjutan menjadi hal yang makin penting. Dan, SG Finance menunjukkan kemampuannya menjawab tantangan itu dengan strategi dan eksekusi yang presisi.
Capaian itu tak lepas dari kinerja keuangan SG Finance yang luar biasa di tahun lalu. Di tengah tantangan ekonomi yang penuh dinamika, perusahaan pembiayaan yang dipimpin Evelyn Halim sebagai direktur utama ini mampu menutup 2024 dengan pertumbuhan yang signifikan di berbagai indikator utama. Dengan total skor 96,31%, SG Finance dinilai sangat tangguh dalam aspek pertumbuhan ataupun rasio keuangan yang menjadi parameter utama dalam penilaian rating.