Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Perusahaan Asuransi Umum Bermodal Sendiri Rp2,5 Triliun Ke Atas

Otot-Otot BRI Insurance Tetap Keras, Kampiun di Asuransi Umum

Tujuh dari delapan perusahaan di kelompok perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp2,5 triliun ke atas yang berhasil meraih predikat "sangat bagus". BRI Insurance yang kali ini mengukir banyak prestasi, dibayangi Asuransi Astra dan ACA

Oleh Ari Nugroho
Sumber : Infobank

Sumber : Infobank

     BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) kembali menegaskan posisinya sebagai pemimpin di industri asuransi umum nasional. Dalam “Rating 117 Asuransi Versi Infobank 2025”, perusahaan ini berhasil meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor tertinggi 93,00%, pencapaian yang membuat BRI Insurance tidak hanya unggul di kelompok perusahaan asuransi umum dengan modal sendiri di atas Rp2,5 triliun, tetapi juga menjadi yang terbaik di seluruh perusahaan asuransi umum yang dirating. Hanya satu perusahaan lain yang berhasil menyamai skor ini, yakni Asuransi Sumit Oto, namun dalam kelompok yang berbeda. 





      Fakta ini mengukuhkan BRI Insurance yang dipimpin R. Budi Legowo sebagai direktur utama, sebagai perusahaan asuransi yang mampu menjaga daya saing, stabilitas, dan performa tinggi di tengah kompetisi industri yang makin ketat. Konsistensi ini juga tecermin dari rekam jejak BRI Insurance yang selama lebih dari 15 tahun berturut turut selalu berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Luar biasa! 

      Pencapaian itu bukan sekadar hasil kerja keras satu tahun, melainkan akumulasi dari fondasi bisnis yang kuat dan manajemen yang disiplin. Karenanya, tak salah jika menyebut otot-otot BRI Insurance memang masih keras lantaran berhasil menunjukkan kekuatan keuangan, strategi, dan eksekusi yang  matang secara berkelanjutan.

      Kinerja keuangan BRI Insurance sepanjang 2024 mencerminkan performa yang mengesankan. Di saat banyak perusahaan asuransi lain justru mengalami tekanan, BRI Insurance berhasil mencetak laba sebelum pajak sebesar Rp904,17 miliar, tumbuh 44,45% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sangat signifikan, apalagi jika dibandingkan dengan rata-rata industri yang justru mengalami penurunan hingga 214,87%.  

     Sumber utama pertumbuhan laba itu adalah peningkatan premi bruto yang melonjak dari Rp2,95 triliun menjadi Rp3,51 triliun, atau tumbuh 18,88%. Sekali lagi, ini jauh di atas rata-rata industri yang tumbuh 5,81%. 

     Kinerja cemerlang ini menjadi bukti kemampuan BRI Insurance dalam memanfaatkan peluang pasar secara maksimal dan memperluas basis nasabah melalui pendekatan bisnis yang tepat. Menurut Budi Legowo, pencapaian gemilang ini bukan hanya soal angka, tetapi juga soal keberlanjutan. “Pertama, komitmen untuk berkontribusi menjaga ketahanan sekaligus pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan baik. Kedua, komitmen dalam menciptakan portofolio bisnis yang tumbuh sehat dan berkelanjutan,” ungkapnya. 

      Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini juga tak mungkin terwujud tanpa sinergi yang kuat antara tim internal, BRI Group, dan berbagai mitra bisnis lainnya. Kolaborasi menjadi fondasi penting dalam menjalankan model bisnis yang adaptif dan efisien.  

      Menatap 2025, BRI Insurance tidak berpuas diri. Target premi bruto tahun ini ditetapkan sebesar Rp4,5 triliun. Hingga kuartal pertama 2025, BRI Insurance telah berhasil mengumpulkan premi bruto Rp1,14 triliun, se mentara laba setelah pajak mencapai Rp181 miliar. Angka angka ini menunjukkan bahwa perusahaan ini berada di jalur yang benar untuk mencapai target tahunannya. 

      Lebih jauh, salah satu langkah strategis yang akan terus dikuatkan BRI Insurance adalah fokus pada segmen bisnis mikro dan ritel. Segmen ini dinilai sebagai ceruk pasar (niche market) yang memberikan leverage atau tingkat keuntungan yang jauh lebih menarik dibandingkan segmen korporasi. Hal ini karena profit margin dari lini mikro dan ritel cenderung lebih stabil, dan risiko underwriting-nya pun lebih terkendali jika dikelola dengan pendekatan yang tepat. 

      BRI Insurance melihat bahwa selama ini banyak perusahaan asuransi masih terlalu berkonsentrasi di pasar korporasi, padahal hasil underwriting-nya belum tentu sebanding dengan risiko yang ditanggung. Oleh karena itu, perusahaan ini menyusun kebijakan strategis untuk menyeimbangkan portofolio antara lini korporasi dan non-korporasi agar lebih resilient dalam jangka panjang.  

       Strategi utama BRI Insurance juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan. Perusahaan ini tidak ingin terjebak dalam persaingan harga (price war) yang kerap menjadi jebakan dalam industri asuransi. Sebaliknya, BRI Insurance memilih untuk bersaing melalui kualitas layanan (service excellence) yang unggul. Prinsip ini sejalan dengan arah transformasi perusahaan menuju organisasi yang lebih customer-centric. Dengan mengedepankan digitalisasi proses klaim, transparansi informasi polis, serta pelayanan pelanggan yang responsif dan personal, BRI Insurance berharap dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah.

     “Pelayanan yang baik kami yakini sebagai competitive edge yang akan membedakan BRI Insurance dari kompetitornya. Apalagi di era di mana ekspektasi nasabah terus meningkat, kecepatan, kejelasan, dan kenyamanan menjadi nilai tambah yang sangat penting. Tak hanya itu, kami juga terus berinovasi dengan mengembangkan produk-produk baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern, seperti asuransi kendaraan berbasis digital dan proteksi untuk pelaku UMKM,” tegas Budi Legowo. 

     Faktor eksternal seperti pertumbuhan ekonomi nasional juga menjadi perhatian utama BRI Insurance. Salah satu indikator penting dalam mengukur potensi pertumbuhan sektor asuransi adalah besarnya serapan kredit dari sektor perbankan. Hal ini memiliki kaitan langsung dengan lini bisnis asuransi kredit yang dijalankan BRI Insurance. Dengan tetap tumbuhnya penyaluran kredit dari BRI Group sebagai induk, BRI Insurance memiliki peluang besar untuk terus memperkuat lini bisnis ini. Selama pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak positif, maka permintaan atas proteksi dari berbagai risiko pun akan meningkat. Karena itulah, BRI Insurance cukup optimistis terhadap prospek jangka menengah dan panjang. 

     Sejak berdiri pada 1989, BRI Insurance telah berkomitmen untuk memberikan perlindungan menyeluruh kepada masyarakat melalui produk-produk asuransi umum yang terpercaya. Didorong oleh inovasi teknologi, tata kelola perusahaan yang berhati-hati (prudent governance), serta sumber daya manusia unggul, perusahaan ini tidak hanya membangun kekuatan internal, tetapi juga memperluas pengaruhnya di industri secara berkelanjutan. 

     Dengan fondasi yang kuat, visi jangka panjang yang jelas, dan eksekusi strategi yang tepat sasaran, BRI Insurance terbukti bukan sekadar pemain besar, tetapi juga pemimpin sejati. Di tengah dinamika industri yang penuh tantangan, otot-otot BRI Insurance tetap keras, bukan hanya sebagai simbol kekuatan keuangan, tetapi juga sebagai bukti ketangguhan, ketekunan, dan kematangan dalam mengelola risiko, membangun  kolaborasi, dan merespons perubahan zaman.

 


 

     ASURANSI Astra Buana (Asuransi Astra) tetap bersinar dan kembali menunjukkan kinerja gemilang. Di rating ini, Asuransi Astra meraih predikat “sangat bagus”, berbekal total skor 92,60%. Dipimpin Maximiliaan Agatisianus sebagai presiden direktur, Asuransi Astra tampil unggul di berbagai aspek penting penilaian, seperti permodalan, likuiditas, pertumbuhan premi, dan profitabilitas. Konsistensi rapor keuangan yang ciamik ini menjadi bukti nyata bahwa Asuransi Astra mampu menjaga standar tinggi dalam operasional dan kinerja keuangan. Lebih dari itu, predikat “sangat bagus” yang berhasil dipertahankan selama lebih dari lima tahun berturut-turut menegaskan posisi Asuransi Astra sebagai salah satu pemain utama yang paling stabil dan tepercaya di industri.

 

 

 

ASURANSI Central Asia (ACA) membuktikan konsistensinya dalam menjaga kinerja cemerlang dengan meraih predikat “sangat bagus” selama lebih dari lima tahun berturut-turut. Rapor keuangan yang biru di 2024 tecermin dari pendapatan premi bruto yang tumbuh 9,18% secara tahunan menjadi Rp4,37 triliun, jauh di atas pertumbuhan industri sebesar 5,81%. Dipimpin Juliati Boddhiya sebagai direktur utama, ACA mencatatkan laba sebelum pajak Rp642,04 miliar, naik 0,98%, sekaligus menunjukkan keunggulan profitabilitasnya di tengah industri yang justru mengalami kontraksi laba 214,87%.

 

 


ASURANSI Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance) kembali menunjukkan performa yang solid dan konsisten di 2024, sehingga meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 87,89%. Predikat ini bukan hal baru bagi Tugu Insurance, sebab perusahaan yang dipimpin Ery Widiatmoko sebagai direktur pemasaran merangkap Pjs. direktur utama ini telah mempertahankannya lebih dari satu dekade, mencerminkan stabilitas dan kualitas kinerja yang luar biasa. Di 2024, Tugu Insurance membukukan pendapatan premi bruto sebesar Rp5,32 triliun, tumbuh 13,21% secara tahunan, jauh melampaui rata-rata industri yang tumbuh 5,81%.

 

 


 

KINERJA Zurich Asuransi Indonesia (ZAI) ciamik di 2024. Laba sebelum pajaknya terbang 169,93% menjadi Rp134,94 miliar, berbanding terbalik dengan industri yang justru terkontraksi 214,87%. Capaian ini menjadikan ZAI sebagai perusahaan dengan pertumbuhan laba tertinggi di kelompoknya. Premi bruto ZAI naik 10,64% menjadi Rp2,59 triliun, di atas rata-rata pertumbuhan industri sebesar 5,81%. Perusahaan yang dipimpin Edhi Tjahja Negara sebagai direktur utama ini meraih predikat “sangat bagus” di rating tahun ini, lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berpredikat “bagus”.

 

 


DINAKHODAI Howen Widjaja sebagai direktur utama, Asuransi Sinar Mas kembali menunjukkan performa impresif di 2024, sehingga berhak meraih predikat “sangat bagus” dalam rating asuransi tahun ini dengan total skor 83,07%. Penca paian ini tak lepas dari kekuatan fundamental di berbagai aspek keuangan penting, seperti rasio pencapaian solvabilitas minimum (RBC), likuiditas, kecukupan investasi, serta pertumbuhan modal sendiri. Selain itu, di efisiensi pengelolaan dana, tecermin dari perim bangan hasil investasi terhadap pendapatan premi neto, dan rasio profitabilitas yang stabil.

 




Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juli 2025

Rp 65.000

BELI