Sumber : Istimewa
Sektor pertambangan mengalami penurunan peran dalam perekonomian nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) turun dari 12,22% pada 2022 menjadi 10,5% di 2023, lalu 9,15% di 2024, dan hanya 8,99% pada kuartal pertama 2025. Pertambangan juga menjadi satu-satunya sektor yang terkontraksi pada periode tersebut dengan pertumbuhan -1,23% (yoy).
Selain itu, penurunan tecermin dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) yang menyusut dari Rp348,6 triliun di 2022 menjadi Rp269,6 triliun di 2024. Produksi sejumlah komoditas mineral pun menurun tajam, seperti emas yang turun 42%, timah 41,6%, tembaga 25%, dan bauksit 15%. Penurunan produksi turut menekan kontribusi sektor ini terhadap perekonomian.