Sumber : Infobank
1. MUFG Bank Juara di Kelompok Bank Asing
MUFG bank menunjukkan performa luar biasa sebagai pemimpin di kelompok bank asing dalam rating ini, dengan perolehan total skor 89,39%. Kinerja cemerlang bank asal Jepang tersebut pun diganjar dengan predikat “sangat bagus”. Kecemerlangan MUFG Bank tak lepas dari peran Kazushige Nakajima selaku executive officer, country head Indonesia, bersama seluruh tim MUFG Bank yang konsisten menjaga kualitas kinerja bank ini. Dalam penilaian rating, MUFG Bank memperoleh skor tertinggi di aspek permodalan, serta nilai tinggi untuk aspek kualitas aset, rentabilitas, dan efisiensi. Konsistensi dan kekuatan kinerja ini menggambarkan eksistensi MUFG Bank sebagai salah satu bank asing terbaik yang beroperasi di Indonesia. Dari sisi kinerja, sepanjang tahun lalu, MUFG Bank mencatat pertumbuhan signifikan di berbagai aspek bisnis. Kredit yang disalurkan mencapai Rp106,46 triliun, tumbuh 19,32% secara tahunan, jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri sebesar 10,58%. Pertumbuhan kredit ini pun diimbangi dengan pengelolaan risiko yang sangat baik, tecermin dari NPL yang hanya 0,20%. Di lain sisi, DPK tercatat Rp52,37 triliun dan rasio dana murah (CASA) terhadap DPK sebesar 66,65%. Dari sisi permodalan, MUFG Bank tergolong sangat kuat dengan CAR 82,98% dan pertumbuhan modal inti 10,24%. Kinerja rentabilitas juga mengesankan. ROA 4,94% dan ROE 5,28%, yang menunjukkan efisiensi dan kemampuan bank dalam mencetak laba. Laba bersih bank ini tercatat naik 18,26%, dari Rp5,86 triliun menjadi Rp6,93 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan laba industri sebesar 4,88%. Di akhir 2024, MUFG Bank beraset Rp201,65 triliun. Secara tahunan, aset itu tumbuh 4,43%. Dengan aset sebesar itu, MUFG Bank menegaskan posisinya sebagai bank asing terbesar di Indonesia. MAS
2. Bank of America
BANK of America menem pati posisi kedua dengan total skor 85,01% dan ber hasil meraih predikat “sangat bagus”. Di bawah kepemimpinan Mira Arifin sebagai country manager, kinerja bank ini di 2024 cukup solid dan terjaga. Penyaluran kredit men capai Rp3,34 triliun atau tumbuh 7,57% secara tahunan. Bank of America bahkan tercatat bebas dari kredit macet, menunjuk kan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pinjaman kepada nasabah nya. Bank ini juga berhasil mencatat kan pertumbuh an dana pihak ketiga (DPK) yang mengesankan, yakni 34,66% menjadi Rp6,34 triliun.
Komposisi dana murah atau current account saving account (CASA) bank ini sangat dominan, mencapai Rp5,73 triliun atau sekitar 90,42% dari total simpanan, dan meng alami pertumbuhan tahunan sebesar 44,00% dari 2023. Kinerja intermediasi yang efisien ini turut mendorong peningkatan laba bersih sebesar 5,42% menjadi Rp239,79 miliar. MAS
3. Bank of China
DI posisi ketiga, Bank of China, yang dipimpin Sun Shangbin selaku country manager, memperoleh total skor 84,45% dan berpredi kat “sangat bagus”. Di 2024, Bank of China men catatkan pertumbuhan double digit untuk penya luran kredit dan dana pihak ketiga (DPK), masing masing 17,07% dan 10,24% atau menjadi Rp22,44 triliun dan Rp51,46 triliun. Di samping itu, persentase loan to deposit ratio yang berada di angka 42,89%, menunjukkan bahwa likuiditas bank aman dan terjaga dengan baik. Bank ini juga terlihat piawai dalam mengelola efisiensi. Rasio beban operasi onal terhadap pendapatan operasional (BO/PO) bank ini sangat rendah, yaitu 49,90%, sementara net interest margin (NIM) sebesar 4,22%. Selain itu, ROA dan ROE perusahaan masing-masing mencapai 3,04% dan 14,20%. Me nutup 2024, Bank of China membukukan laba bersih Rp1,65 triliun, tum buh 24,76%, jauh di atas rata rata per tumbuhan industri yang hanya 4,88%. MAS
MUFG bank menunjukkan performa luar biasa sebagai pemimpin di kelompok bank asing dalam rating ini, dengan perolehan total skor 89,39%. Kinerja cemerlang bank asal Jepang tersebut pun diganjar dengan predikat “sangat bagus”. Kecemerlangan MUFG Bank tak lepas dari peran Kazushige Nakajima selaku executive officer, country head Indonesia, bersama seluruh tim MUFG Bank yang konsisten menjaga kualitas kinerja bank ini. Dalam penilaian rating, MUFG Bank memperoleh skor tertinggi di aspek permodalan, serta nilai tinggi untuk aspek kualitas aset, rentabilitas, dan efisiensi. Konsistensi dan kekuatan kinerja ini menggambarkan eksistensi MUFG Bank sebagai salah satu bank asing terbaik yang beroperasi di Indonesia. Dari sisi kinerja, sepanjang tahun lalu, MUFG Bank mencatat pertumbuhan signifikan di berbagai aspek bisnis. Kredit yang disalurkan mencapai Rp106,46 triliun, tumbuh 19,32% secara tahunan, jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri sebesar 10,58%. Pertumbuhan kredit ini pun diimbangi dengan pengelolaan risiko yang sangat baik, tecermin dari NPL yang hanya 0,20%. Di lain sisi, DPK tercatat Rp52,37 triliun dan rasio dana murah (CASA) terhadap DPK sebesar 66,65%. Dari sisi permodalan, MUFG Bank tergolong sangat kuat dengan CAR 82,98% dan pertumbuhan modal inti 10,24%. Kinerja rentabilitas juga mengesankan. ROA 4,94% dan ROE 5,28%, yang menunjukkan efisiensi dan kemampuan bank dalam mencetak laba. Laba bersih bank ini tercatat naik 18,26%, dari Rp5,86 triliun menjadi Rp6,93 triliun, melampaui rata-rata pertumbuhan laba industri sebesar 4,88%. Di akhir 2024, MUFG Bank beraset Rp201,65 triliun. Secara tahunan, aset itu tumbuh 4,43%. Dengan aset sebesar itu, MUFG Bank menegaskan posisinya sebagai bank asing terbesar di Indonesia. MAS
2. Bank of America