Ignansius Jonan Adalah Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019.
KEGIATAN bisnis telah berlangsung lama. Ratusan tahun sebelum kebangkitan konglomerasi, ter utama dipicu oleh revolusi industri, telah berdiri perusahaanperusahaan yang kemudian mendunia. Di antaranya, Cigna yang berdiri pada 1792, JPMorganChase pada 1799, Citigroup pada 1812, Lehman Brothers pada 1850, Levi Strauss & Co pada 1853, The Heinz Company pada 1876, Del Monte pada 1886, hingga Coca Cola pada 1892.
Bahkan, ada perusahaan perusahaan yang lebih legendaris hingga mampu bertahan sampai dengan ribuan tahun. Di Jepang, ada tiga perusahaan tertua yang terus beroperasi hingga kini, yaitu Kongo Gumi yang berdiri pada 578, Nishiyama Onsen Keiunkan pada 705, dan Sennen no Yu Koman pada 717. Di Austria, ada St. Peter Stiftskulinarium yang berdiri sejak 803. Di Jerman, ada Staffelter Hof yang berdiri sejak 862. Di Prancis, ada Monnaie de Paris yang berdiri pada 864. Di Inggris, ada The Royal Mint yang beroperasi sejak 886.
Daya tahan perusahaan perusahaan tersebut menarik untuk disimak. Sebab, umur perusahaan trennya makin pendek. Usia perusa haan dalam Standard & Poor’s 500 menurun dari ratarata 61 tahun pada 1958 menjadi kurang dari 18 tahun saat ini. Ada perusahaan yang telah mencapai usia lebih dari 100 tahun, tapi akhirnya ambruk.
Contohnya Lehman Brothers, perusahaan yang berdiri pada 1850, resmi bangkrut pada 2008. Kabar terbaru tahun ini, Del Monte yang berdiri pada 1886 dan membangun pabrik pengalengan yang terkenal di San Francisco pada 1907, baru saja mengumumkan tidak mampu mem ba yar utang hingga Rp162 triliun yang melilitnya sehingga tutup di usianya yang ke138 tahun.
Selain Del Monte, ada lebih dari 286 perusahaan terkemuka di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang pada semester pertama 2025 telah mengajukan pailit hingga likuidasi, di antaranya Watchtower Firearms, Hudson Bay, Northvolt, Lilium, Falcon Lifts, hingga Sneakersnstuff. Pada 2024, belasan perusahaan raksasa dunia juga gulung tikar, seperti Big Lots, Express, Tupper ware, Spirit Airlines, GenesisCare, hingga Bowflex.
Pertanyaannya, mengapa ada perusahaan yang berusia pendek dan ada yang berusia sangat panjang hingga ribuan tahun? Apa yang dikatakan Charles Darwin bisa dijadikan sebagai jawaban. Penulis buku On the Origin of Species (1859) itu mengatakan, “It is not the strongest of the species that survive, nor the most intelligent, but the one most responsive to change.” Jadi, kemampuan beradaptasi menjadi sangat penting bagi perusahaan untuk menghadapi gelombang perubahan di setiap zaman yang masih akan terus terjadi.
Kemampuan beradaptasi terlihat dari strategi dan inovasi yang dila kukan perusahaan. Contohnya, St. Peter Stiftskulinarium yang berdiri sejak 803, tapi mampu bertahan hingga saat ini karena terus meng ino vasi kamarkamarnya agar tetap menarik para pengunjung. Staffelter Hof dari sekadar memproduksi wine sejak 862, kemudian berkembang menjadi kilang anggur, penyulingan, dan wisma tamu. The Royal Mint yang memproduksi koin pada 886, mampu mengimbangi pengurangan penggunaan uang tunai perusahaan karena sejak 2018 berevo lusi ke bisnis logam mulia, koleksi barang mewah, dan koin bersejarah.
Maka, para pemimpin bisnis harus selalu siap menghadapi per ubahan, kesulitan, dan tantangan zaman. Seperti saat ini, di mana kondisi politik global, perang dagang, hingga tekanan ekonomi domestik telah mempersulit dunia usaha untuk mempertahankan pertumbuhan revenue dan profit.
Memang banyak perusahaan tumbang karena menghadapi kesu litan. Tapi, banyak pula perusahaan yang mampu melihat peluang di balik setiap ancaman. Justru kesu litan dan ketidakpastian bisa mela hirkan kreativitas orang. Seperti kata Ilya Prigogine, fisikawan Belgia pene rima Nobel Kimia pada 1977, “The future is uncertain, but this uncer tainty is at the very heart of human creativity.”
Sebagai penutup, ada kutipan menarik dari Napoleon Hill (1883 1970), “Strength and growth come only through continuous effort and struggle.” Demikian pula perusahaan yang mampu bertahan hingga ratusan bahkan ribuan tahun adalah perusa haan yang melakukan usaha dan perjuangan secara berkelanjut an, mampu menyesuaikan diri, memiliki orangorang yang tepat, dan berhasil melaksanakan suksesi kepemimpinan.
Sebab, perusahaanperusahaan yang berhasil umumnya dipimpin oleh orang yang menaruh hatinya di perusahaan. Seperti dikatakan Thomas J. Watson Sr (1874-1956), pendiri IBM, “To be successful, you have to have your heart in your business, and your business in your heart.”
Bahkan, ada perusahaan perusahaan yang lebih legendaris hingga mampu bertahan sampai dengan ribuan tahun. Di Jepang, ada tiga perusahaan tertua yang terus beroperasi hingga kini, yaitu Kongo Gumi yang berdiri pada 578, Nishiyama Onsen Keiunkan pada 705, dan Sennen no Yu Koman pada 717. Di Austria, ada St. Peter Stiftskulinarium yang berdiri sejak 803. Di Jerman, ada Staffelter Hof yang berdiri sejak 862. Di Prancis, ada Monnaie de Paris yang berdiri pada 864. Di Inggris, ada The Royal Mint yang beroperasi sejak 886.