Bank Aceh Syariah memimpin kelas BUS beraset Rp25 triliun ke atas, di KBMI 1, yang dihuni tiga bank. Bank BRK Syariah menempel. Keduanya sama-sama berpredikat “sangat bagus”.
Sumber: Istimewa
1. Bank Aceh Syariah
ADA tiga bank umum syariah (BUS) di kelas bank berdasarkan modal inti atau KBMI 1 (modal inti sampai dengan Rp6 triliun) aset Rp25 triliun ke atas, yakni Bank Aceh Syariah, Bank Riau Kepri Syariah (Bank BRK Syariah), dan Bank Muamalat. Dua di antaranya, yakni Bank Aceh Syariah dan Bank BRK Syariah, mendapatkan predikat “sangat bagus”. Masih sama seperti rating tahun sebelumnya, Bank Aceh Syariah menjadi yang terbaik di kelompok ini, diikuti BRK Syariah.
Bank Aceh Syariah mengamankan total skor 92,07%. Bank ini meraih skor sempurna di dua aspek penilaian, yakni permodalan dan efisiensi. Meski kursi direktur utamanya masih kosong, dan sementara ini dipimpin Fadhil Ilyas sebagai direktur bisnis dan plt direktur utama, kinerja Bank Aceh Syariah tetap tumbuh solid. Menurut catatan Biro Riset Infobank (birl), di 2024 Bank Aceh Syariah mengucurkan pembiayaan Rp20,40 triliun, atau meningkat 9,19% secara tahunan, dibandingkan dengan Rp18,69 triliun pada 2023. Kualitas pembiayaan juga terjaga, dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) di level 1,69%.
Sementara, dana pihak ketiga (DPK) naik 7,15%, dari Rp24,47 triliun menjadi Rp26,22 triliun. Adapun dana murah (CASA) tumbuh 5,29% menjadi Rp15,89 triliun. Dengan begitu, komposisi dana Bank Aceh Syariah pun tetap didominasi dana murah, dengan porsi 60,62% terhadap total DPK.
Dari fungsi intermediasi yang tumbuh positif itu, Bank Aceh Syariah mengantongi pendapatan bunga sebesar Rp2,43 triliun, atau naik 8,33% secara tahunan. Di lain sisi, beban bagi hasil meningkat 16,66% atau menjadi Rp462,88 miliar. Dengan begitu, pendapatan setelah bagi hasil tercatat sebesar Rp1,97 triliun, atau tumbuh 6,54% dibandingkan dengan Rp1,84 triliun di tahun sebelumnya.
Bank Aceh Syariah menutup tahun buku 2024 dengan raihan laba sebesar Rp443,88 miliar, atau naik 3,18% dari Rp430,20 miliar di periode sebelumnya.
Di lain sisi, para pemegang saham Bank Aceh Syariah menunjukkan komitmen untuk memperkuat fundamental permodalan. Modal inti bank ini mengembang 3,55% menjadi Rp3,51 triliun. Sedangkan total asetnya meningkat 4,83%, dari Rp30,47 triliun menjadi Rp31,94 triliun.
Dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di posisi 21,89% dan financing to deposit ratio (FDR) di level 77,83%, Bank Aceh Syariah masih mempunyai tenaga besar untuk menopang pertumbuhan dan ekspansi bisnisnya. Tapi, ekspansi tentu harus dilakukan dengan menerapkan prinsip kehati-hatian agar kualitas aset tetap terjaga.
2. Bank BRK Syariah
BANK BRK Syariah menutup tahun kerja 2024 dengan kinerja cemerlang. Bank kebanggaan masyarakat Riau dan Kepulauan Riau ini berhasil meraih predikat “sangat bagus” dalam rating, berkat performa keuangan yang solid dan keberhasilan menjalankan fungsi intermediasi secara optimal. Di 2024, pembiayaan tumbuh 7,08% secara tahunan menjadi Rp21,61 triliun. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF) berada di level sehat, yakni 2,37%. DPK juga meningkat 3,51% dari Rp23,49 triliun menjadi Rp24,32 triliun, sementara porsi dana murah (CASA) mencapai 41,27% terhadap total DPK, menunjukkan efisiensi pendanaan yang makin kuat.
Likuiditas Bank BRK Syariah yang sementara ini dipimpin oleh Helwin Yunus sebagai direktur pembiayaan sekaligus plt direktur utama terjaga pada level optimal, tecermin dari FDR sebesar 88,86%. Dari sisi permodalan, bank ini memiliki fondasi yang kokoh dengan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 21,18%, sehingga mampu menopang pertumbuhan bisnis ke depan. Dari kinerja laba, bank ini berhasil mencatatkan keuntungan sebesar Rp339,37 miliar, tumbuh signifikan 19,59% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp283,78 miliar. Total aset juga meningkat hingga menjadi Rp30,86 triliun pada 2024.
Tabel Rating 260 Institusi Keuangan Syariah 2025 - Bank Umum Syariah Per Desember 2023-2024 dapat di akses melalui Majalah Infobank Edisi September 2025: www.infobankstore.com
ADA tiga bank umum syariah (BUS) di kelas bank berdasarkan modal inti atau KBMI 1 (modal inti sampai dengan Rp6 triliun) aset Rp25 triliun ke atas, yakni Bank Aceh Syariah, Bank Riau Kepri Syariah (Bank BRK Syariah), dan Bank Muamalat. Dua di antaranya, yakni Bank Aceh Syariah dan Bank BRK Syariah, mendapatkan predikat “sangat bagus”. Masih sama seperti rating tahun sebelumnya, Bank Aceh Syariah menjadi yang terbaik di kelompok ini, diikuti BRK Syariah.