Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Bankir Penjaga Asa Wong Cilik

Bagi bankir mikro satu ini, karier sebagai bankir bukan hanya sekadar angka. Ia membuktikan bahwa setiap langkah kecil penuh ketulusan bisa mengubah nasib banyak orang dan membawa kebaikan yang lebih besar.

Oleh Adrianto Sukarso
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

Suasana pusat perbelanjaan waktu itu terbilang ramai. Irwan Eka Wijaya Arsyad, Direktur Utama BPR Jatim (Bank UMKM Jatim), yang sedang menikmati waktu senggang, berjalan dari satu toko ke toko lainnya. Tanpa disangka, seorang pria paruh baya menghampirinya dan berucap.

“Pak, terima kasih banyak, Pak. Berawal dari kredit untuk gerobak mi yang bapak berikan persetujuan, saya bisa buka cabang di mal ini. Terima kasih, Pak,” ucap pria tersebut. Ia adalah mantan debitur yang pernah dilayani Irwan. Hidupnya berubah total setelah kredit kecil untuk usahanya sebagai penjual mi pinggir jalan disetujui.

Kisah itu hanyalah satu dari banyak kisah yang mewarnai perjalanan karier Irwan yang panjang di industri perbankan. Kepada Infobank, pria yang lahir pada 24 Agustus 1975 ini bercerita bahwa ia serius menggeluti sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sejak awal ia terjun ke dunia perbankan.

Perjalanan Irwan di industri perbankan dimulai di Bank Danamon, pada 2001, sebagai staf Danamon Simpan Pinjam (DSP), unit bisnis perbankan mikro yang melayani wong cilik. Enam tahun perjalanannya di bank tersebut menjadi tonggak awal Irwan untuk menjadi bankir mikro.

Dari Bank Danamon, Irwan kemudian berlabuh di Bank Mega Syariah, sebagai district manager di Jawa Timur. Selang beberapa tahun kemudian, anak pertama dari tiga bersaudara ini hijrah ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, yang waktu itu baru saja mendirikan unit mikro syariah. Tantangannya tak mudah. Karena, waktu itu, BRI Syariah harus bersaing dengan bank-bank lain yang sudah terlebih dulu bermain di bisnis mikro.

“Kalau kita lihat pada saat itu, produk micro banking sudah banyak dan sudah booming. Sehingga, kami harus meng-create dan membuat inovasi produk yang bisa diterima oleh masyarakat. Dan, alhamdulillah, produk-produk kami pada saat itu mampu bersaing dengan bank-bank yang sudah lebih dulu hadir,” kenang Irwan.

Kemampuan Irwan dalam menjalankan bisnis mikro di perbankan membuat namanya naik daun. Kiprah Irwan di BRI Syariah pun membuatnya dilirik Bank DKI, kemudian disusul Bank Jatim. Tangan dinginnya menjadi fondasi bagi kedua bank tersebut dalam melayani masyarakat kecil di era sekarang.

Posisi Irwan di Bank Jatim kala itu sebenarnya sudah sangat nyaman. Lulusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini berhasil menciptakan legacy-nya di bank daerah itu. Ia tinggal menikmati jerih payahnya selama bertahun-tahun. Namun, di tengah kenyamanan itu, Irwan justru memutuskan untuk mencari tempat singgah baru. Tempat di mana ia bisa lebih dekat dengan nasabah mikro.

Pada 2022, ia mencoba melamar ke Bank UMKM Jatim, yang saat itu tengah membuka lowongan untuk posisi direktur pemasaran. Pria berdarah Maluku-Jawa Timur ini merasa masih ada hal yang bisa ia lakukan untuk melayani masyarakat kecil. Dan, berkarier di bank rural dirasa bisa membantunya untuk mewujudkan keinginan itu.

“Saya melihat kesempatan ini untuk mengekspresikan kemampuan saya ini lebih jauh. Karena, kalau di Bank Jatim, jabatan saya masih sekelas pemimpin subdivisi. Ini membatasi saya untuk melakukan kreativitas yang lebih luas. Saya berpikir, kalau saya bisa ada di jajaran BOD, saya bisa mengekspresi­kan kemampuan saya yang sebelumnya belum optimal,” tuturnya.

Bagi Irwan, karier sebagai bankir bukan hanya sekadar angka, tapi juga menjadi sarana untuk berbagi dan membantu masyarakat kecil. Mereka boleh jadi hanya sebatas gir kecil dalam roda perekonomian. Namun, tanpa kehadiran mereka, ekonomi dalam negeri tidak bisa bergerak. Dan, menurut Irwan, di sinilah peran penting bank rural sebagai pelayan masyarakat kecil.

Keseharian Irwan pun dipenuhi berbagai kisah perjuangan seseorang dalam mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan diri sendiri dan keluarganya. Melayani mereka, apa pun bentuknya, sama dengan membantu mereka untuk menyambung kehidupan, hari demi hari.

“Mereka melakukan usaha itu bukan untuk menjadi pengusaha, tapi untuk bisa bertahan hidup supaya anaknya bisa minum susu atau supaya anaknya bisa makan dengan cukup. Kalau tidak ada bankir yang fokus membantu orang-orang kecil seperti ini, bagaimana nasib mereka yang membutuhkan sokongan sosial dari perbankan?” ungkap Irwan.

Pada Juni 2025, Irwan resmi menduduki kursi Direktur Utama Bank UMKM Jatim, setelah sebelumnya sempat menjabat sebagai plt dirut. Bank UMKM Jatim sendiri merupakan BPR terbesar di Jatim dengan aset Rp3,68 triliun per Juni 2025. Sebagai orang nomor satu di BPR ini, Irwan makin leluasa menebar manfaat bagi masyarakat kecil.

Ke depan, ia akan mengarahkan Bank UMKM Jatim menuju digitalisasi yang lebih matang agar kian relevan dengan kebutuhan zaman. Dalam prosesnya, ia bertekad untuk menggandeng pelaku keuangan, pemangku kebijakan, hingga masyarakat lokal untuk bersama-sama menumbuhkan kebaikan. Kepada bankir muda, Irwan menitipkan pesan agar tetap optimistis melayani nasabah, karena satu kebaikan kecil bisa membawa dampak besar.

“Dalam setiap kebaikan kecil yang kita berikan, manfaatnya akan dirasakan secara luar biasa oleh debitur-debitur. Kebaikan-kebaikan kecil yang kita berikan kepada nasabah inilah yang nanti akan membawa kesuksesan kita di kemudian hari. Dan, setiap langkah kecil kita akan menjadi langkah besar pada suatu hari nanti,” tutupnya.

Kiprah Irwan menjadi bukti bahwa bankir lebih dari sosok berdasi yang banyak menghabiskan waktu di balik meja. Ia menunjuk­kan bahwa dengan tekad dan usaha keras, seorang bankir bisa menciptakan ribuan kebaikan bagi sekelilingnya dan meningkat­kan derajat wong cilik.

 

 

“Pak, terima kasih banyak, Pak. Berawal dari kredit untuk gerobak mi yang bapak berikan persetujuan, saya bisa buka cabang di mal ini. Terima kasih, Pak,” ucap pria tersebut. Ia adalah mantan debitur yang pernah dilayani Irwan. Hidupnya berubah total setelah kredit kecil untuk usahanya sebagai penjual mi pinggir jalan disetujui.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Oktober 2025

Rp 65.000

BELI