Sebanyak 63 BPR-BPRS milik pemda amankan predikat "The Best" dalam rating BUMD keuangan 2026. Hal ini menjadi bukti dari eksistensi bank rural yang tetap mampu mencetak kinerja gemilang di tengah tekanan yang dialami industri tahun lalu.
Istimewa
DALAM “Rating BUMD Keuangan Versi The Asian Post 2026”, sebanyak 54 bank perekonomian rakyat (BPR) konvensional dan 9 BPRS milik pemerintah daerah (pemda) berhasil meraih predikat “The Best”. Predikat itu berhak disandang karena kinerja mereka yang cemerlang, hingga posisi September 2025. Pencapaian itu menjadi sebuah prestasi yang membanggakan, mengingat di 2025 lalu, secara umum industri bank rural menghadapi situasi yang penuh tantangan.
Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Oktober 2025, fungsi intermediasi BPR konvensional tumbuh, meski tak signifikan. Aset tumbuh 4,87% secara year on year (yoy) menjadi Rp211,09 triliun. Kredit dan dana pihak ketiga (DPK) masing-masing berada di posisi Rp155,46 triliun dan Rp148,43 triliun, naik 5,66% dan 4,26% dari Oktober 2024. Industri pun masih mencatatkan peningkatan laba bersih 50,26% menjadi Rp3,15 triliun.
Sementara itu, untuk BPRS, diperiode yang sama, aset tumbuh 5,61% menjadi Rp25,56 triliun dan DPK naik 8,23% menjadi Rp17,59 triliun. Pembiayaan meningkat 6,97% menjadi Rp20,06 triliun sedangkan profitabilitas industri turun 183,41%, sampai minus Rp133 miliar.