Ivan Joshua Tandika Direktur Funding PT Cicil Solusi Mitra Teknologi
DI tengah sorotan negatif terhadap industri pinjaman daring dan daya beli masyarakat yang melemah, Ivan Joshua Tandika justru melihat tantangan sebagai ruang pembuktian. Bagi Direktur Funding PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (Cicil) ini, badai sentimen dan tekanan ekonomi bukan alasan untuk menurunkan standar, melainkan momentum untuk mempertegas integritas dan disiplin risiko dalam bisnis pembiayaan.
“Kami harus memastikan bahwa borrower yang akan didanai oleh lender sudah memenuhi persyaratan dan terverifikasi, supaya lender yakin untuk melakukan pendanaan,” ujar Ivan kepada Infobank.
Professional mindset ini tentu tak dibangun dalam waktu semalam. Ivan pernah ditempa di dunia perbankan pada lini lending komersial. Dari sana, ia memahami fondasi analisis kredit, manajemen risiko, hingga pentingnya proses yang terukur.
Sekitar delapan tahun lalu, ia melompat ke fintech saat ekosistemnya masih dini dan regulasi belum seketat sekarang. Perpindahan itu mempertemukannya dengan ritme kerja yang lebih lincah, tapi menuntut adaptasi cepat dalam membaca risiko dan kebutuhan pasar.
“Kami juga menggunakan pendekatan yang edukatif baik kepada lender maupun borrower. Tidak serta-merta menjanjikan bunga yang kompetitif, tapi kami sampaikan risiko dan sifatnya yang hanya proyeksi dengan tetap memperhatikan risk appetite masing-masing pengguna,” jelasnya.
Ia juga mendorong penggunaan agunan yang lebih likuid dan struktur produk yang kreatif. Prinsipnya sederhana tapi tegas: pertumbuhan harus sejalan dengan tata kelola yang baik. “Tata kelola yang baik menjadi hal yang penting, terlebih model bisnis kami berbeda dengan perbankan,” sambungnya.
Di tengah industri yang sering tergoda agresivitas, Ivan memilih jalur yang lebih sabar: membangun bisnis yang transparan, tahan banting, dan relevan bagi UMKM.
“Kami harus memastikan bahwa borrower yang akan didanai oleh lender sudah memenuhi persyaratan dan terverifikasi, supaya lender yakin untuk melakukan pendanaan,” ujar Ivan kepada Infobank.