Konsolidasi diyakini menjadi langkah tepat untuk memperkuat ekosistem dan daya saing logistik nasional. Tapi, langkah strategis pascakonsolidasi tidak kalah penting, untuk mendorong value creation BUMN logistik. Sinergi menjadi keharusan agar BUMN logistik tidak bersaing di pasar yang sama dan bisnisnya bisa tumbuh berkelanjutan.
Sumber: Istimewa
WACANA konsolidasi badan usaha milik negara (BUMN) sektor logistik kembali mengemuka. Kali ini tampaknya bukan sekadar menghidupkan ide lama. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menyebut penggabungan belasan perusahaan logistik pelat merah memang masih dalam tahap perencanaan. Namun, Danantara menargetkan konsolidasi BUMN logistik itu rampung tahun ini. PT Pos Indonesia ditunjuk sebagai perusahaan induk.
Bukan tanpa alasan Pos Indonesia ditunjuk sebagai induk BUMN logistik. Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengungkapkan, Pos Indonesia dipertimbangkan sebagai induk karena memiliki jaringan distribusi yang luas. Pos Indonesia mempunyai lebih dari 4.000 jaringan outlet yang tersebar di seluruh Indonesia.