Sektor UMKM sebenarnya bisa menjadi salah satu engine growth bagi perbankan, termasuk BPD. Untuk tumbuh menjadi lebih besar, BPD membutuhkan sumber pertumbuhan baru di luar captive market. Sektor UMKM menawarkan potensi itu, meski tantangannya tidak mudah.
Sumber: Istimewa
CERITA soal usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selalu menarik. Menjadi tulang punggung perekonomian nasional, sektor UMKM jelas membutuhkan dukungan nyata dari banyak pihak. Bagi sektor perbankan, dukungan terhadap UMKM umumnya diwujudkan lewat penyaluran kredit. Beberapa bank bahkan punya program pendamping an untuk memberdayakan UMKM. Tapi, saat ini, sektor UMKM sedang menghadapi tekanan di tengah pelemahan daya beli masyarakat.
Lesunya sektor UMKM berimbas pada melambatnya kredit perbankan ke segmen ini. Dalam tiga tahun terakhir, porsi kredit perbankan nasional yang mengalir ke sektor UMKM kian menyusut. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, market share kredit UMKM terhadap total kredit perbankan nasional hanya 17,49% per Desember 2025. Angka itu turun dari 19,24% di Desember 2024 dan 20,55% di Desember 2023.