Eko B. Supriyanto
BANK Indonesia (BI) meman dang nilai tukar rupiah telah dinilai rendah (undervalued) dibandingkan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Demikian pernyataan Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam konferensi pers pasca-Rapat Dewan Gubernur (RDG), akhir bulan lalu. Siapa percaya rupiah undervalued?
Rupiah saat ini bertengger di Rp16.880-an per satu dolar AS (US$1) – melemah sekitar 0,56% hanya dalam hitungan pekan. Apa artinya undervalued dalam kamus BI? Rupiah dikatakan sedang “sale” – diskon besar besaran – karena secara fundamental seharusnya ia le bih perkasa. Inflasi rendah, dan imbal hasil menarik serta pertum buhan ekonomi meningkat. Lalu, mengapa rupiah “jeblos”? Semua ini, menurut Gubernur BI, karena “ketidakpastian global” sehingga premi risiko meningkat – kambing hitam yang tak pernah bisa membela diri.