Jelang Lebaran, pembiayaan dana tunai kembali menguat dan jadi penopang pertumbuhan industri di tengah perlambatan pembiayaan otomotif. Tapi, di balik momentum musiman itu, risiko setelah hari raya tetap perlu diantisipasi supaya pertumbuhan tak berujung pada kenaikan NPF dan hanya bersifat short lived.
Sumber: Istimewa
MENJELANG Idulfitri, denyut industri pembiayaan kembali menguat. Di tengah daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih dan pertumbuhan pembiayaan otomotif yang melambat, segmen multiguna, khususnya dana tunai, kembali menjadi motor penggerak. Kebutuhan mudik, belanja kebutuhan pokok, renovasi rumah, hingga tambahan modal usaha kecil mendorong lonjakan permintaan likuiditas cepat dengan proses yang relatif fleksibel. Dalam siklus tahunan industri, fase ini hampir selalu menjadi periode panen.
Satu hingga dua bulan menjelang hari raya, penawaran dana tunai dengan jaminan buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB) atau aset lainnya makin agresif. Proses persetujuan yang lebih ringkas dan pencairan cepat menjadi daya tarik utama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan dana instan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan konsumsi.