Irwan Tisnabudi Head of Digital Banking SMBC Indonesia
STAGNAN di satu posisi telah mendorong Irwan Tisnabudi untuk berani belajar hal baru. Irwan yang saat ini dipercaya sebagai Head of Digital Banking SMBC Indonesia memiliki rekam jejak panjang di bidang unsecured loan.
Namun, pengalaman panjang di unsecured loans inilah yang menjadi sumber kegelisahan profesionalnya. Setelah sekian lama berkecimpung di bisnis kartu kredit dan pinjaman tanpa agunan, ia melihat pasar mulai jenuh. “Dan, digitalisasi waktu itu memang sudah banyak didengungkan bakal jadi the next future. Jadi, saya juga interested gitu, pengen belajar juga. Kalau tidak, akan stagnan. Tidak belajar apa-apa,” ujar Irwan kepada Infobank, belum lama ini.
Titik balik terjadi pada 2016 ketika ia diajak bergabung ke BTPN (kini SMBC Indonesia) untuk mempersiapkan peluncuran aplikasi Jenius, yang saat itu masih dalam tahap pengembangan. Masuk beberapa bulan sebelum grand launch, Irwan terlibat erat dalam perumusan produk, proposisi nilai, hingga pengembangan aplikasi dan UI/UX.
“Saya pikir it’s a good timing. Memang ingin coba untuk masuk digital. Kedua, saya tau the team and the management-nya. Dan, ketiga, ya curious saja, ada bank pensiunan (pada saat itu) ingin merancang format bank digital,” jelasnya.
Sebagai figur dengan background bukan dari bidang teknologi, transisi ke sektor digital ini mendorongnya untuk terbuka belajar hal baru. Sebuah kerendahan hati dan keterbukaan yang ia tunjukkan lewat cara memimpin tim yang didominasi talenta muda.
Di sini, Irwan mengubah gaya kepemimpinannya: dari memberi arahan menjadi memfasilitasi. Budaya kolaboratif, co-creation dengan pengguna, serta ruang kerja terbuka yang dilandasi prinsip think simple dan think unthinkable menjadi value yang ditanamkan kepada timnya.
“Dengan begitu, mereka tak hanya berkembang secara profesional, tapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas pria murah senyum ini.
Namun, pengalaman panjang di unsecured loans inilah yang menjadi sumber kegelisahan profesionalnya. Setelah sekian lama berkecimpung di bisnis kartu kredit dan pinjaman tanpa agunan, ia melihat pasar mulai jenuh. “Dan, digitalisasi waktu itu memang sudah banyak didengungkan bakal jadi the next future. Jadi, saya juga interested gitu, pengen belajar juga. Kalau tidak, akan stagnan. Tidak belajar apa-apa,” ujar Irwan kepada Infobank, belum lama ini.