Pergerakan jutaan pemudik menuntut kesiapan infrastruktur dan manajemen lalu lintas terintegrasi. Adopsi teknologi menjadi sebuah keharusan bagi operator jalan tol untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mitigasi risiko demi keselamatan masyarakat.
Sumber: Istimewa
SETIAP tahun, momen mudik Lebaran selalu menyedot perhatian. Mobilitas selama musim mudik melibatkan pergerakan jutaan kendaraan dan manusia. Di balik itu, ada ekosistem besar yang berdampak langsung pada kelancaran dan keselamatan masyarakat. Paling utama adalah soal infrastruktur, seperti jalan raya termasuk tol, pelabuhan, hingga bandar udara (bandara). Ada pula variabel lain seperti pilihan moda transportasi hingga perilaku masyarakat yang menjadi faktor penting dalam momen mudik.
Pemerintah memperki rakan sebanyak 143,9 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026.
Gelombang pergerakan pemudik menuntut kesiapan infrastruktur, termasuk jalan tol. Jasa Marga, perusahaan pelat merah yang menjadi pemain utama di sektor jalan tol, memikul tanggung jawab besar dalam memastikan kelancaran dan keselamatan pemudik.