Infobank
RASA ingin tahu adalah kompas yang menuntun perjalanan karier Karin Zulkarnaen, Chief Customer and Marketing Officer Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia). Baginya, rasa keingintahuan adalah bahan bakar untuk menciptakan inovasi.
“Di kantor saya ada poster dengan tulisan ‘Curiosity Fuels Endless Possibility’. Saya gantung di belakang meja sebagai pengingat untuk selalu bertanya mengenai apa yang mungkin dilakukan,” ucapnya kepada Infobank, bulan lalu.
Ia meyakini bahwa pembaruan perlu dimulai dari diri sendiri melalui kedisiplinan dan rasa penasaran tanpa henti yang dilengkapi dengan keberanian untuk mencoba hal baru. Filosofi hidup yang berpusat pada transformasi diri ini adalah hasil dari penghayatan Karin terhadap manusia.
Ia memilih belajar psikologi di University of Warwick, lalu memperdalam manajemen di London School of Economics. Bekal tersebut ia bawa dalam memulai karier sebagai management trainee di perusahaan asuransi jiwa di Singapura. Dari sana, ia kemudian menempa diri di berbagai divisi dan negara, membuatnya perlahan menemukan makna dari sektor industri yang ditekuninya.
Fase baru datang dalam hidupnya saat ia memutuskan untuk bergabung ke Prudential Indonesia pada 2022. Reputasi dan kepemimpinan pasar menjadi daya tarik baginya untuk berkarya di Prudential Indonesia.
Karin menyadari asuransi kerap dipandang sebelah mata, dianggap rumit dan sesuatu yang bisa ditunda. Padahal, proteksi dibutuhkan sebelum risiko datang. Melalui penguatan customer insight, pengembangan pengalaman nasabah, dan pemberdayaan tenaga pemasar, Karin ingin mengubah cara pandang itu.
“Trust bukan dibangun dari satu kampanye besar, tetapi dari serangkaian pengalaman kecil yang konsisten setiap hari. Peran marketing sebagai storyteller, penting dalam menguatkan persepsi,” tukas wanita yang juga sedang menyiapkan diri untuk ajang London Marathon dengan misi kemanusiaan pembangunan rumah singgah bagi pasien anak ini.
“Di kantor saya ada poster dengan tulisan ‘Curiosity Fuels Endless Possibility’. Saya gantung di belakang meja sebagai pengingat untuk selalu bertanya mengenai apa yang mungkin dilakukan,” ucapnya kepada Infobank, bulan lalu.