Di tengah dinamika ekonomi dan persaingan industri pembiayaan, BCA Finance menyiapkan strategi 2026 dengan menata portofolio, memperkuat manajemen risiko, serta mempercepat transformasi digital agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan. Sinergi dengan BCA sebagai induk perusahaan juga akan kian dimaksimalkan.
Infobank
INDUSTRI pembiayaan masih terus bergerak kendati situasi kini tak kondusif. Gejolak perekonomian global dan domestik, tekanan daya beli masyarakat, pasar otomotif yang sedang kurang gairah, hingga potensi penurunan kualitas pembiayaan menjadi tantangan yang harus dihadapi pelaku multifinance.
Dalam situasi tersebut, Petrus Santoso Karim, Presiden Direktur BCA Finance, menilai kunci keberhasilan perusahaan adalah disiplin dalam mengelola risiko sekaligus menjaga pertumbuhan yang sehat. Demikian pula yang dilakukan perusahaan yang ia pimpin. Setelah sekitar satu tahun memimpin, ia menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko, konsolidasi operasional pascamerger, serta inovasi produk agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.
Melihat persaingan bisnis pembiayaan makin ketat, BCA Finance terus memperkuat transformasi digital, memaksimalkan sinergi dengan induk, Bank Central Asia (BCA), serta menata portofolio pembiayaan agar tetap berkualitas. Lalu, bagaimana perusahaan pembiayan ini menyiapkan strategi untuk menjaga pertumbuhan bisnis tetap sehat, mengelola risiko pembiayaan, dan menangkap peluang pasar pada 2026? Petrus Santoso Karim, yang memimpin BCA Finance sejak Mei 2025, menjabarkannya kepada Infobank, bulan lalu. Petikannya:
Setelah hampir satu tahun memimpin, bagaimana Anda mengevaluasi kinerja BCA Finance di tengah berbagai tantangan perekonomian?
Kinerja perusahaan pada 2025 cukup solid di tengah berbagai tantangan makroekonomi, seperti tekanan daya beli dan fluktuasi suku bunga. Kami fokus pada pengelolaan portofolio serta memperkuat manajemen risiko agar kualitas pembiayaan tetap terjaga. Selain itu, kami melakukan penguatan akuisisi yang prudent dan melanjutkan proses konsolidasi untuk meningkatkan efisiensi operasional pascamerger.
Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi kami untuk memastikan bisnis tetap berjalan secara sehat dan berkelanjutan. Kami juga terus berinovasi dalam menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen serta appetite perusahaan. Memang masih ada beberapa indikator kinerja yang perlu diperbaiki, namun secara keseluruhan kami tetap optimistis menghadapi tantangan pada 2026.
Di 2025, kinerja BCA Finance terlihat menurun daripada 2024. Pembiayaan menurun 5,53%, dan laba terkontraksi 12,24%. Apa penyebab utama pelemahan kinerja ini?
Penurunan penyaluran pembiayaan baru tersebut disebabkan oleh langkah konsolidasi perseroan terhadap ketidakpastian ekonomi dan pelemahan daya beli otomotif.
Apa strategi utama di 2026 untuk menjaga pertumbuhan tetap sehat?
Strategi utama kami pada 2026 adalah fokus pada pertumbuhan yang berkualitas, bukan sekadar mengejar volume penjualan. Bagi kami, pertumbuhan yang berkelanjutan harus diimbangi dengan kualitas portofolio yang baik. Untuk itu, kami memperkuat manajemen risiko serta meningkatkan pengelolaan portofolio pembiayaan.
Kami juga memastikan produk yang ditawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen sekaligus tetap berada dalam appetite perusahaan. Selain itu, proses akuisisi pembiayaan terus diperkuat agar lebih prudent. Dengan pendekatan tersebut, kami berharap pertumbuhan bisnis dapat berjalan seimbang dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga.
Potensi penurunan kualitas menjadi salah satu tantangan ketika perekonomian lemah dan daya beli masyarakat menurun. Apa yang dilakukan untuk memperkuat manajemen risiko dan menjaga kualitas pembiayaan agar tetap sehat?
Pengendalian kredit bermasalah sebenarnya sudah kami lakukan sejak awal proses akuisisi. Kami memastikan analisis kredit dilakukan secara lebih prudent dengan melakukan review terhadap proses penilaian kredit. Selain itu, pemantauan portofolio dilakukan secara lebih intensif untuk mengidentifikasi potensi kredit bermasalah sejak dini. Dengan pendekatan ini, kami dapat melakukan langkah mitigasi sebelum masalah berkembang lebih jauh.
Koordinasi antara tim marketing dan tim penagihan juga kami tingkatkan agar potensi penyelesaian kredit dapat dilakukan sejak awal. Di lain sisi, kami juga memperkuat kompetensi tim penagihan serta meningkatkan efektivitas proses penagihan dengan menyediakan berbagai alternatif penyelesaian kredit bermasalah.
Apa fokus BCA Finance tahun ini?
Kami fokus pada pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Artinya, pertumbuhan pembiayaan harus berjalan seiring dengan kualitas portofolio yang terjaga serta efisiensi operasional yang baik. Pertumbuhan bisnis dilakukan melalui pengelolaan portofolio yang baik dengan menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan appetite perusahaan. Proses akuisisi bisnis juga dilakukan secara prudent dan diikuti dengan koordinasi yang kuat antara tim marketing dan tim penagihan apabila terjadi kredit bermasalah.
Segmen pembiayaan apa yang menjadi motor pertumbuhan di 2026?
Segmen pembiayaan kendaraan bermotor masih menjadi motor utama pertumbuhan perusahaan, terutama kendaraan roda empat, baik baru maupun bekas. Sejak proses merger, kami juga mulai membiayai kendaraan roda dua baru.
Selain kendaraan berbahan bakar konvensional, kami menyediakan pembiayaan untuk mobil listrik maupun sepeda motor listrik. Kami melihat potensi pertumbuhan yang cukup besar pada segmen kendaraan ramah lingkungan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Bagaimana strategi menghadapi persaingan di bisnis pembiayaan yang makin ketat?
Kami menghadapi persaingan dengan memaksimalkan keunggulan kompetitif yang dimiliki perusahaan. Salah satunya adalah skala ekonomi yang besar serta struktur pendanaan dan permodalan yang kuat.
Selain itu, kami memiliki sinergi ekosistem dengan grup perusahaan otomotif, jaringan usaha yang luas, serta kepercayaan konsumen yang telah terbangun selama bertahun-tahun. Kami juga terus berinovasi dengan meningkatkan layanan digital agar konsumen dapat mengakses produk dan layanan pembiayaan secara lebih mudah dan cepat. Hal ini memungkinkan konsumen untuk mengajukan kredit maupun melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja.
Bagaimana sinergi dengan BCA untuk memperkuat daya saing perusahaan?
Sinergi dengan BCA sebagai induk usaha memberikan dukungan yang sangat besar bagi perusahaan, terutama dari sisi pendanaan. BCA memberikan akses pendanaan yang stabil dengan harga yang kompetitif melalui skema pembiayaan bersama. Hal ini memungkinkan kami menawarkan produk pembiayaan dengan suku bunga yang kompetitif kepada konsumen.
Selain itu, jaringan BCA yang luas membantu meningkatkan jangkauan dan penetrasi pasar. Konsumen juga dimudahkan dengan berbagai solusi pembayaran cicilan melalui channel yang disediakan oleh BCA. Kami pun melakukan konsolidasi dalam aspek manajemen risiko dengan BCA sehingga perusahaan dapat terus tumbuh secara prudent.
Bagaimana BCA Finance menatap peluang pertumbuhan kinerja di 2026?
Kami optimistis kinerja perusahaan pada 2026 dapat lebih baik. Meskipun tantangan tetap ada, kami percaya strategi yang tepat serta dukungan tim yang solid akan membantu perusahaan mencapai target yang telah ditetapkan. Target utama kami adalah meningkatkan pertumbuhan pembiayaan secara seimbang dengan tetap menjaga kualitas portofolio serta stabilitas profitabilitas.
Dalam situasi tersebut, Petrus Santoso Karim, Presiden Direktur BCA Finance, menilai kunci keberhasilan perusahaan adalah disiplin dalam mengelola risiko sekaligus menjaga pertumbuhan yang sehat. Demikian pula yang dilakukan perusahaan yang ia pimpin. Setelah sekitar satu tahun memimpin, ia menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko, konsolidasi operasional pascamerger, serta inovasi produk agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.