Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Pelajaran dari Revolusi Prancis

IGNASIUS JONAN adalah Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, Dan Menteri ESDM 2016-2019

Oleh Ignasius Jonan
Infobank

Infobank

SETIAP negara mendambakan kemajuan. Era globalisasi pun telah membuka kesempatan bagi semua negara untuk memajukan ekonominya. Namun, tak semua negara merasakan keuntungan dari globalisasi. Sama seperti kekayaan sumber daya alam yang dimiliki sebuah negara yang tak serta-merta membuat negara itu menjadi makmur. Justru, ada istilah kutukan sumber daya alam atau paradoks di mana negara yang kaya akan kekayaan alam tapi miskin. Contohnya Venezuela yang punya cadangan minyak terbesar di dunia, tapi negara tersebut terjerumus dalam kemiskinan dan krisis ekonomi bertahun-tahun akibat tata kelola yang buruk dan korupsi.

Kesempatan yang sama tapi hasilnya berbeda mengikuti apa yang dilakukan negara-negara yang juga berbeda-beda caranya. Ada bangsa yang membangun masa depan dengan pidato. Ada yang dengan slogan. Ada pula yang dengan propaganda dan panitia, spanduk, dan seminar tiga hari dua malam. Tapi, beberapa negara berhasil memanfaatkan kesempatan. Contohnya bangsa Prancis yang melakukan revolusi pada 1789 hingga 1799.

Revolusi Prancis bukan sekadar untuk mengganti Raja Louis XVI. Tapi, menjadi kesempatan bagi rakyat Prancis untuk “memenggal kepala” pemerintahan monarki, membongkar privilese feodal, mengganti kurikulum, lalu mendirikan sekolah teknik. Maka, lahirlah Ecole Polytechnique pada 1794, sekolah yang dibangun di atas cita-cita revolusioner meritokrasi dan menyediakan kurikulum ilmiah tingkat tinggi yang berfokus pada matematika, fisika, dan kimia.

Keberhasilan Prancis memanfaat kan revolusi tentu tak lepas dari peran Napoleon Bonaparte yang dikenal sebagai sang reformis Prancis. Bonaparte secara radikal membangun fondasi Prancis dari 1799 hingga 1815 dengan menstabilkan negara pasca revolusi, mereformasi admi nistrasi, pendidikan, dan hukum. Misinya adalah memoderni sasi ekonomi dan melembagakan hak-hak sipil serta menciptakan struktur pemerintahan yang modern. Meskipun seorang jenderal, Bonaparte lebih percaya kepada kekuatan otak ketimbang pedang untuk memajukan bangsanya. “There are but two powers in the world, the sword and the mind. In the long run the sword is always beaten by the mind,” kata Bonaparte.

“There are but two powers in the world, the sword and the mind. In the long run the sword is always beaten by the mind,” Napoleon Bonaparte

Prancis pun berhasil menjadi negara maju dan diakui dunia dalam bidang kedirgantaraan, teknologi medis, pertanian, serta menawarkan pendidikan tinggi berkualitas dengan biaya terjangkau dan sistem kesehatan universal yang kuat. Prancis juga dikenal sebagai destinasi wisata nomor satu dunia, pusat mode dan budaya global, serta memiliki ekonomi terkuat di Eropa.

Sebagai penutup, setiap negara memiliki kesempatan untuk meraih kemajuan. Bahkan, negara yang nyaris tak punya kesempatan seperti Singapura pun berhasil menjadi negara maju. Awalnya Singapura hanya wilayah kecil yang tak memiliki potensi hingga Malaysia menge luarkannya pada 1965. Sang pemimpin, Lee Kuan Yew, memiliki pilihan sulit, apakah akan membuat Singapura berhasil atau gagal. Dan dia melakukan apa yang seperti diucapkan Rosa Nouchette Carey, novelis asal Inggris (1840-1909): “Do it with passion or not at all.” Lee adalah seorang yang punya visi kuat dan kegigihan. Karena dia percaya bahwa Singapura masih memiliki orang-orang pekerja keras dan bergairah untuk maju, dia pun memilih bekerja keras bersama rakyatnya untuk menjadikan Singapura menjadi negara yang maju.

Kesempatan yang sama tapi hasilnya berbeda mengikuti apa yang dilakukan negara-negara yang juga berbeda-beda caranya. Ada bangsa yang membangun masa depan dengan pidato. Ada yang dengan slogan. Ada pula yang dengan propaganda dan panitia, spanduk, dan seminar tiga hari dua malam. Tapi, beberapa negara berhasil memanfaatkan kesempatan. Contohnya bangsa Prancis yang melakukan revolusi pada 1789 hingga 1799.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juni 2026

Rp 65.000

BELI