Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Jaminan Kesehatan, Investasi Kecil untuk Perlindungan Besar

Nilai sebuah perlindungan sering kali baru terasa saat risiko datang. Di tengah meningkatnya biaya kesehatan, JKN menjadi bukti bahwa investasi kecil dapat memberikan perlindungan besar bagi kesehatan dan keuangan keluarga.

Oleh Alfi Salima Puteri
Sumber: Istimewa

Sumber: Istimewa

SETIAP awal bulan, banyak orang langsung membagi penghasilannya untuk berbagai pos kebutuhan. Ada yang disisihkan untuk cicilan, biaya pendidikan anak, tabungan, dan lainnya. Semua dilakukan dengan harapan yang sama: masa depan yang lebih aman dan terencana.

            Tapi, di tengah berbagai perencanaan itu, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni biaya kesehatan. Banyak orang merasa masih sehat sehingga urusan perlindungan kesehatan dipikir nanti saja. Padahal, sakit tak pernah datang dengan pemberitahuan.

            Biaya kesehatan kerap kali baru terasa besar ketika seseorang benar-benar membutuhkannya. Sebagai contoh, biaya pemasangan ring jantung dapat mencapai Rp150 juta. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, angka itu bukan jumlah yang mudah disiapkan dalam waktu singkat. Bahkan, bagi seseorang yang rutin menyisihkan uang setiap bulan. Dana yang dikumpulkannya belum tentu cukup ketika kebutuhan medis besar datang secara mendadak.

            Itu menunjukkan bahwa tak semua risiko dapat dihadapi hanya dengan mengandalkan tabungan. Dalam kondisi tertentu, dibutuhkan perlindungan yang mampu membantu masyarakat menghadapi biaya kesehatan yang besar tanpa harus mengorbankan seluruh rencana keuangan yang telah dibangun selama bertahun-tahun.

            Di sinilah program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memiliki peran yang sangat penting. Selama ini, JKN kerap dipandang hanya sebagai sarana untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Padahal, lebih dari itu, JKN merupakan bentuk perlindungan finansial yang membantu masyarakat menghadapi risiko kesehatan yang tak dapat diprediksi.

            Peran itu kian relevan di tengah meningkatnya biaya kesehatan. Kemajuan teknologi medis, kenaikan harga obat dan alat kesehatan, serta meningkatnya biaya pelayanan rumah sakit membuat kebutuhan pembiayaan kesehatan terus bertambah dari tahun ke tahun. Tanpa perlindungan yang memadai, biaya pengobatan berpotensi mengganggu kondisi keuangan keluarga.

            Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan bahwa keberadaan JKN menjadi salah satu Jaminan Kesehatan, Investasi Kecil untuk Perlindungan Besar Financial Literacy Corner FLC upaya menjaga masyarakat agar tetap memiliki akses perlindungan kesehatan yang terjangkau. “Di tengah biaya kesehatan yang terus meningkat, iuran JKN masih tetap sama selama bertahun-tahun. Ini menunjukkan bahwa program JKN dijaga agar tetap terjangkau sehingga masyarakat tetap memiliki perlindungan kesehatan,” ujarnya.

            Selain memberikan akses layanan kesehatan, JKN mengajarkan satu nilai yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia, yakni gotong royong. Melalui program ini, peserta yang sehat membantu peserta yang sakit, sementara peserta yang mampu membantu peserta yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

            Konsep ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan prinsip dasar dalam perencanaan keuangan. Risiko yang besar tak selalu harus ditanggung sendiri. Justru dengan berbagi risiko melalui sistem perlindungan yang tepat, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk menjaga stabilitas keuangan keluarganya.

            Karena itu, membangun ketahanan finansial tidak cukup hanya dengan menabung atau berinvestasi. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan. Pertama, memastikan seluruh anggota keluarga terdaftar dan aktif sebagai peserta JKN. Kedua, menyiapkan dana darurat untuk menghadapi kebutuhan tak terduga. Ketiga, mempertimbangkan perlindungan tambahan seperti asuransi kesehatan swasta sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing keluarga.

            Tak ada yang pernah berharap sakit. Tapi, setiap orang dapat mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan itu. Sama seperti menyiapkan payung sebelum hujan, perlindungan kesehatan mungkin tak selalu terasa manfaatnya hari ini. Tapi, ketika risiko datang, perlindungan itulah yang dapat membantu menjaga bukan hanya kesehatan, tapi juga masa depan keuangan keluarga.

            Tapi, di tengah berbagai perencanaan itu, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni biaya kesehatan. Banyak orang merasa masih sehat sehingga urusan perlindungan kesehatan dipikir nanti saja. Padahal, sakit tak pernah datang dengan pemberitahuan.

            Biaya kesehatan kerap kali baru terasa besar ketika seseorang benar-benar membutuhkannya. Sebagai contoh, biaya pemasangan ring jantung dapat mencapai Rp150 juta. Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, angka itu bukan jumlah yang mudah disiapkan dalam waktu singkat. Bahkan, bagi seseorang yang rutin menyisihkan uang setiap bulan. Dana yang dikumpulkannya belum tentu cukup ketika kebutuhan medis besar datang secara mendadak.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juli 2026

Rp 65.000

BELI