PMA yang terus mendominasi realisasi investasi, menunjukkan tingginya kepercayaan investor asing terhadap Indonesia. Tapi, besarnya investasi belum otomatis menjamin pemerataan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
Sumber: Istimewa
INDONESIA kembali mencatat kabar positif dari sektor investasi. Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan bahwa realisasi investasi di Indonesia mencapai Rp498,79 triliun pada kuartal pertama 2026, tumbuh 7,22% secara tahunan dan telah memenuhi 24,4% dari target investasi nasional tahun ini.
Dari total investasi itu, penanaman modal asing (PMA) menjadi kontributor utama dengan nilai Rp249,94 triliun atau 50,11% dari keseluruhan investasi. Sementara, penanaman modal dalam negeri (PMDN) berada sedikit di bawahnya dengan nilai Rp248,84 triliun atau berkontri busi 49,89%. Komposisi ini menunjukkan bahwa investor global masih menaruh kepercayaan besar terhadap Indonesia.
Laju PMA juga lebih cepat dibandingkan dengan PMDN. Sepanjang kuartal pertama 2026, PMA meningkat 8,49%, sedangkan PMDN meningkat 5,97%. Tren ini sejalan dengan perkembangan investasi asing dalam hampir dua dekade terakhir yang terus menunjukkan kenaikan signifikan.