Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Rating 105 Bank VERSi inFOBank 2026 - kBMi 3

Kinerja Ngebut, BSI Kini di Puncak

BSI menjadi yang terbaik di kelompok bank KBMI 3 beraset Rp200 triliun ke atas, yang dihuni sembilan bank. Bank Danamon dan OCBC menempel ketat. BTN kini berada di barisan bank berpredikat “sangat bagus”.

Oleh Ari Nugroho
Direksi Bank Syariah Indonesia; strategi terarah

Direksi Bank Syariah Indonesia; strategi terarah

1.  Bank Syariah Indonesia

Kinerja Ngebut, BSI Kini di Puncak

BSI menjadi yang terbaik di kelompok bank KBMI 3 beraset Rp200 triliun ke atas, yang dihuni sembilan bank. Bank Danamon dan OCBC menempel ketat. BTN kini berada di barisan bank berpredikat “sangat bagus”.

Oleh Ari Nugroho

                    NGEBUT dan terus melaju. Itulah performa Bank Syariah Indonesia (BSI) di sepanjang 2025. Bank ini mampu menjaga pertumbuhan yang solid di tengah dinamika industri perbankan. Di bawah kepemimpinan Anggoro Eko Cahyo sebagai direktur utama, BSI menunjukkan kapasitas sebagai bank syariah terbesar di Indonesia dengan kinerja yang sehat, berkelanjutan, dan tumbuh di atas ratarata industri.

                    Gambaran performa ciamik BSI itu terangkum dalam “Rating 105 Bank Versi Infobank 2026”. BSI berhasil meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 93,71%. Bank ini juga duduk di peringkat pertama kelompok KBMI 3 (bank dengan modal inti di atas Rp14 triliun hingga Rp70 triliun), kelas aset Rp200 triliun ke atas. Capaian ini menjadi bukti bahwa langkah bisnis BSI berjalan di jalur yang tepat dan makin kompetitif.

                    Dalam penilaian rating, BSI tampil unggul di berbagai aspek. Bank ini meraih nilai terbaik pada aspek permodalan dan efisiensi, sekaligus mencatat skor tertinggi di kelompoknya, untuk aspek rentabilitas dan likuiditas. Sementara, pada aspek kualitas aset, nilai yang diraih juga termasuk salah satu yang tertinggi. Hasil ini menunjukkan fondasi bisnis yang kuat dan pengelolaan yang ciamik.

                Dari sisi tata kelola, BSI juga memper lihatkan kualitas yang meyakinkan. Bank yang resmi menyandang status bank persero (BUMN) per 23 Januari 2026 ini mencatat peringkat komposit profil manajemen risiko dan peringkat nilai komposit GCG di angka 2. Artinya, bank ini berada dalam kondisi sehat dan dikelola dengan standar yang aman.

                Pada sisi kinerja, di 2025, pembiayaan BSI tercatat Rp318,22 triliun atau tumbuh 14,53% secara tahunan. Angka ini melampaui ratarata industri yang berada di level 9,39% dan menjadi yang tertinggi di kelompoknya. Di saat yang sama, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan NPF gross 1,81%, membaik dari 1,90% pada 2024, serta NPF net 0,47%.

                Perbaikan kualitas pembiayaan itu tidak datang begitu saja. BSI menerapkan strategi manajemen risiko yang tepat sesuai dengan segmentasi bisnis dan karakter nasabah, sekaligus disiplin memantau perkembangan industri. Pendekatan ini membuat pertumbuhan tetap gaspol tanpa mengorbankan kualitas aset. Hasilnya, ekspansi bisnis dan pengendalian risiko dapat berjalan beriringan.

                BSI juga tampil impresif di sisi pendanaan. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 16,20% menjadi Rp380,49 triliun, jauh di atas pertumbuhan industri. Menariknya, brankas dana didominasi dana murah (CASA) yang mencapai 61,62%. Kondisi ini memberikan support yang kuat bagi ekspansi pembiayaan sekaligus menjaga efisiensi.

                Menutup 2025, BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun atau meningkat 8,02%, lebih tinggi dibandingkan dengan ratarata industri yang tumbuh 2,74%. Total asetnya Rp456,19 triliun atau naik 11,64%, sekaligus mengukuhkan BSI sebagai bank terbesar keenam di Indonesia.

                Seperti disampaikan Anggoro Eko Cahyo, “Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah.” Pernyataan itu menggambarkan bahwa growth BSI tak hanya kuat secara angka, tapi juga ditopang strategi yang terarah dan berkelanjutan.

2.       Bank Danamon Indonesia

                BANK Danamon Indonesia mempertahankan predikat “sangat bagus” dengan total skor 91,57%. Bank yang sejak akhir Maret 2026 dipimpin Nobuya Kawasaki sebagai direktur utama ini menunjuk kan kinerja yang makin kuat dan konsisten di 2025. Keunggulan bank ini terlihat dari sejumlah aspek penilaian rating yang mencatat hasil terbaik. Pada aspek efisiensi, bank ini me raih nilai sem purna, semen tara pada aspek kualitas aset, bank ini men catat nilai ter tinggi di kelompoknya. Tak cuma itu, beberapa indikator utama juga menjadi highlight, seperti rasio CAR dan pertumbuhan kredit. Ar

3.       Bank OCBC NISP

                BANK OCBC NISP (OCBC) kembali meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 91,09%, sekaligus memper tahankan predikat bergengsi itu selama lebih dari 25 tahun. Konsistensi itu menjadi rapor biru yang menunjukkan kemampuan OCBC menjaga kinerja tetap tumbuh, sehat, dan berkelan jutan. Dipimpin Presiden Di rektur Parwati Surjaudaja, OCBC terus memperlihatkan kualitas bisnis yang solid dan sustainable. Keunggulan OCBC tampak jelas pada aspek tata kelola. Bank ini membuku kan peringkat komposit profil manajemen risiko dan peringkat nilai komposit GCG masingmasing 1 atau terbaik. Ar

4.       Bank CIMB Niaga

                LANI Darmawan, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga dan jajarannya layak berbangga hati atas capaian yang diraih bank yang dipimpinnya di 2025. Bank ini berhasil mem buku kan kinerja yang solid dan konsisten. Hal itu tecer min dari sejumlah indikator keuangan yang tetap tumbuh positif. Bank CIMB Niaga men catat laba Rp6,94 triliun atau naik 0,53% secara tahunan. DPK tumbuh 3,79% menjadi Rp270,52 triliun, sementara kredit meningkat 4,52% men jadi Rp238,31 triliun. Adapun asetnya Rp372,69 triliun naik 3,46%. Di rating kali ini Bank CIMB Niaga menyandang predikat “sangat bagus” dengan total skor 85,58%. Ar

5.       Permata Bank

                RAPOR Permata Bank pada 2025 membanggakan. Di bawah kepemimpinan Meliza M. Rusli sebagai direktur utama, bank yang per akhir 2025 beraset Rp268,34 triliun ini kembali menunjukkan performa yang kuat dengan laba bersih Rp3,59 triliun, tumbuh 0,59% secara tahun an. DPK ikut naik 3,93% menjadi Rp192,82 triliun, sementara kredit bertambah 5,46% menjadi Rp163,33 triliun. Prestasi Permata Bank dalam rating juga patut men dapat penghargaan tinggi. Bank ini kembali meraih pre dikat “sangat bagus”, sekaligus mempertahankan gelar itu selama lebih dari lima tahun berturutturut. Ar

6.       Bank Tabungan Negara

                BANK Tabungan Negara (BTN) tampil menawan di rating kali ini. Bank yang dipimpin Nixon L.P. Napitupulu sebagai direktur utama ini sukses naik kelas dari predikat “bagus” saja menjadi “sangat bagus” dengan total skor 84,57%. Pencapaian istimewa itu diraih BTN karena kinerjanya di 2025 makin menguat dan menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid. Makanya, tak heran jika bank jagoan KPR ini kini masuk jajaran bank dengan performa yang moncer. Dari sisi bisnis, fungsi intermediasi BTN berjalan sangat baik. DPK tumbuh 14,60% menjadi Rp437,39 triliun, sementara kredit naik 11,90% menjadi Rp400,58 triliun. Hasilnya, laba bersih BTN memelesat 16,42% menjadi Rp3,50 triliun, jauh di atas ratarata pertumbuhan laba industri yang sebesar 2,74%. Ar

Kinerja Ngebut, BSI Kini di Puncak

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juli 2026

Rp 65.000

BELI