Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Memelesat dengan Fundamental Kuat

Sebanyak 12 bank tercatat sebagai penghuni KBMI 2 kelas aset di bawah Rp50 triliun. Dari jumlah itu, tujuh bank meraih predikat “sangat bagus”. Puncak peringkat diduduki Bank Seabank Indonesia.

Oleh Ayu Utami Saraswati
Sumber: Istimewa

Sumber: Istimewa

BANK Seabank Indonesia menempati posisi teratas di kelompok KBMI 2 aset di bawah Rp50 triliun dengan total skor 92,75%. Bank yang dipimpin Sasmaya Tuhuleley sebagai direktur utama ini unggul di sejumlah aspek penilaian, di antaranya permodalan, rentabilitas, dan efisiensi.

Kinerja keuangan Bank Seabank Indonesia di 2025 menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Bank ini membukukan laba bersih Rp678,44 miliar, meningkat 79,12% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp378,77 miliar. Kenaikan laba bersih salah satunya ditopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang meningkat signifikan. Bank ini mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp8,25 triliun atau naik 52,81%.

Pertumbuhan laba Bank Seabank Indonesia sejalan dengan ekspansi kredit yang agresif dan peningkatan dana murah yang membuat biaya dananya tetap terjaga. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Bank Seabank Indonesia tumbuh 43,44% menjadi Rp32,13 triliun dari Rp22,40 triliun pada 2024. Sementara, DPK meningkat 30,59% menjadi Rp34,81 triliun.

Pertumbuhan DPK ini didorong perolehan dana

murah (CASA) yang naik 34,50% menjadi Rp24,62 triliun. Alhasil, rasio CASA terhadap DPK meningkat dari 68,68% menjadi 70,74%, mencerminkan kuatnya kemampuan bank ini dalam menghimpun dana berbiaya rendah. Per akhir 2025, aset bank ini tercatat tumbuh 28,48% menjadi Rp44,44 triliun.

Di tengah ekspansi kredit yang tinggi, kualitas aset Bank Seabank Indonesia tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau NPL gross terjaga di angka 1,82%. Dari sisi permodalan, Bank Seabank Indonesia juga masih memiliki ruang ekspansi yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) 23,29%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

Sementara itu, perbaikan profitabilitas diikuti peningkatan efisiensi operasional. Rasio BO/PO Bank Seabank Indonesia membaik dari 93,10% menjadi 91,47%. Di lain sisi, NIM meningkat dari 16,52% menjadi 21,45%, mencerminkan makin optimalnya kemampuan bank dalam menghasilkan pendapatan dari aset produktif.

Kepada Infobank, Sasmaya menjelaskan bahwa capaian positif pada 2025 menjadi validasi bahwa strategi bisnis bank berada di jalur yang tepat. Menurutnya, menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah tantangan ekonomi global dan domestik sekaligus mempertahankan prinsip kehatihatian bukanlah hal mudah. “Namun demikian, kami berhasil melakukan ekspansi bisnis dengan menjaga kualitas pertumbuhan tetap baik,” ujarnya, bulan lalu.

Selain itu, terdapat tiga pilar utama yang menopang kinerja Bank Seabank Indonesia di 2025, yakni efisiensi biaya dana (cost of fund), penyaluran kredit yang prudent, dan optimalisasi pendapatan berbasis komisi (fee-based income). Keberhasilan memperkuat struktur CASA membuat biaya dana lebih efisien, sementara pemanfaatan teknologi data-driven credit scoring membantu menjaga kualitas kredit tetap sehat. Laba RP678,44 M s79,12%

“Bank telah berhasil bertransformasi dari sekadar tempat menyimpan dana pasif menjadi rekening transaksi utama atau main transaction account. Pada Desember 2025, volume transaksi Seabank tercatat mencapai sekitar 12 juta transaksi per hari,” ungkapnya

2. Allo Bank Indonesia

ALLO Bank Indonesia me nempati posisi runner-up di kelompok ini dengan skor 91,13%. Berkat konsistensi dalam mengukir kinerja ce merlang, bank yang dipimpin Ari Yanuanto sebagai plt direktur utama ini mem per oleh capaian baru sebagai bank yang berpredikat “sangat bagus” selama lima tahun berturutturut. Di 2025, DPK bank ini tumbuh 56,17% men jadi Rp9,52 triliun, di dorong pe ningkatan CASA 89,93%. Kreditnya tumbuh 22,23% menjadi Rp9,14 triliun. Kenaik an kredit dan DPK mendongkrak laba bersih Allo Bank In donesia tumbuh 22,94% menjadi Rp574,26 miliar. AUS

3. Bank Jago

BANK Jago menjadi salah satu bank dengan lonjakan profitabilitas tinggi di kelompok ini. Di 2025, bank yang dipimpin Arief Harris Tandjung sebagai direktur utama ini meraup laba Rp276,23 miliar atau me lonjak 114,94% dari Rp128,52 miliar pada 2024. Kenaikan laba bank ini jauh di atas industri perbankan nasional.

Pertumbuhan laba Bank Jago ditopang ekspansi bisnis yang agresif. Penyaluran kredit bank ini tercatat tum buh 37,54% menjadi Rp24,35 triliun. Pendapatan bunga bersih pun naik 58,75% menjadi Rp2,47 triliun. Bank Jago bertengger di posisi ketiga dengan total skor 88,34%. AUS

4.       Bank China Construction Bank Indonesia

BANK China Construction Bank Indonesia (CCB Indonesia) menunjukkan ketahanan bisnis di tengah pertumbuhan industri yang menantang di 2025. Bank yang dipimpin Jiang Yongdong sebagai direktur utama ini membukukan laba bersih Rp301,95 miliar atau tumbuh 2,22% secara tahunan pada 2025. Pertumbuhan itu di dukung penyaluran kredit yang meningkat 12,54% menjadi Rp26,41 triliun. Kualitas aset CCB Indonesia pun membaik dengan penurunan NPL dari 2,12% menjadi 1,53%. CCB Indonesia meraih total skor 85,80%. AUS

5.       Bank BTPN Syariah

BANK BTPN Syariah men dapat total skor 84,89% dan berpredikat “sangat bagus”. Dalam rating ini, bank yang dipimpin Hadi Wibowo sebagai direktur utama ini mendapat nilai sempurna di aspek permodalan, renta bilitas, dan efisiensi.

Pada 2025, BTPN Syariah membukukan laba bersih Rp1,20 triliun atau naik 13,15% secara tahunan. Bank pun mam pu menjaga margin pem biayaan yang tinggi, tecer min dari rasio NIM yang mencapai 22,71%, salah satu yang tertinggi di industri perbank an. Tingginya margin turut mendorong ROA se besar 7,34% dan ROE 13,92%, juga tertinggi di kelompok ini. AUS

6.       Bank ANZ Indonesia

BANK ANZ Indonesia meleng kapi jajaran top 6 di kelompok ini dengan skor 84,63% dan berpredikat “sangat bagus”. Kinerja bank yang dipimpin Jodi West sebagai presiden direktur ini cemerlang di 2025. Bank ini menunjukkan kekuatan pada efisiensi operasional dan kualitas aset yang sangat terjaga.

Bank ANZ Indonesia mem bukukan laba bersih Rp414,01 miliar atau tumbuh 0,69% secara tahunan di 2025. Bank ini berhasil mempertahankan kualitas aset yang sangat baik dengan rasio NPL 0,90%. Struktur pendanaan bank juga terbilang kuat, tecermin dari rasio CASA terhadap DPK yang mencapai 79,98%. Sementara, efisiensi operasionalnya terjaga dengan rasio BO/PO 61,41%, terendah di kelompoknya. AUS

 

 

Kinerja keuangan Bank Seabank Indonesia di 2025 menunjukkan pertumbuhan yang impresif. Bank ini membukukan laba bersih Rp678,44 miliar, meningkat 79,12% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat Rp378,77 miliar. Kenaikan laba bersih salah satunya ditopang pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang meningkat signifikan. Bank ini mencatat pendapatan bunga bersih sebesar Rp8,25 triliun atau naik 52,81%.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juli 2026

Rp 65.000

BELI