Infobank
DI hampir setiap gejolak ekonomi global, dunia selalu kembali berlari ke tempat yang sama: dolar Amerika Serikat (AS). Ketika ketidakpastian meningkat, investor global mencari aset yang dianggap paling aman. Dolar AS kembali menguat dan dampaknya segera menjalar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Saat dolar menguat, harga barang impor naik, biaya energi membengkak, cicilan utang luar negeri menjadi lebih mahal, dan tekanan terhadap rupiah ikut meningkat. Dampaknya kemudian masuk ke kehidupan sehari-hari: harga pangan, tarif transportasi, biaya produksi usaha, hingga bunga pinjaman. Karena itu, persoalan nilai tukar bukan sekadar urusan pasar keuangan. Nilai tukar pada akhirnya ikut menentukan daya beli masyarakat dan ketahanan ekonomi nasional.