Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Rating 105 Bank VERSi inFOBank 2026 - KBMI 4

Paling Perkasa di Liga Utama

Empat bank KBMI 4 berhasil mengamankan predikat “sangat bagus”. BCA tampil paling moncer dan menjadi yang terbaik di antara bank-bank papan atas itu. Bank Mandiri memberikan tekanan dari posisi kedua, lalu disusul BNI dan BRI

Oleh Ari Nugroho
Sumber : Infobank

Sumber : Infobank

OTOT kuat Bank Central Asia (BCA) tampak makin keras. Bank ini menunjukkan kelasnya dengan meraih predikat “sangat bagus” dalam “Rating 105 Bank Versi Infobank 2026”. Capaian ini layak mendapat apresiasi tinggi karena menegaskan konsistensi BCA sebagai salah satu bank terbaik di Indonesia. Dengan total skor 94,51%, bank yang dipimpin Hendra Lembong sebagai presiden direktur ini tampil perkasa dengan menjadi yang terdepan di liga utama atau KBMI 4, kelompok bank bermodal inti di atas Rp70 triliun.

                Prestasi itu bukan datang secara instan. BCA sukses mempertahankan predikat bergengsi itu selama lebih dari 25 tahun berturutturut. Di tengah persaingan sengit dengan bankbank elite seperti Bank Mandiri, BNI, dan BRI, BCA tetap tampil paling unggul. Konsistensi ini menjadi bukti kuat bahwa fondasi bisnis dan pengelolaan bank ini berjalan sangat solid.

                Keunggulan BCA terlihat jelas dari sejumlah aspek penilaian utama dalam rating. Bank swasta terbesar di Indonesia dengan total aset konsolidasi Rp1.586,83 triliun per akhir 2025 ini meraih nilai sempurna pada aspek permodalan, rentabilitas, dan efisiensi. Hasil itu menunjukkan kemampuan BCA menjaga kesehatan bisnis sekaligus membuahkan profit secara optimal.

                Pada aspek permodalan, BCA menjadi yang terbaik melalui rasio CAR dan pertumbuhan modal inti. Di sisi rentabilitas, bank ini memimpin pada komponen ROA, ROE, serta per tumbuhan laba tahun berjalan. Sementara, pada aspek efisiensi, BCA mendominasi lewat rasio BO/PO dan NIM. Nilai BCA pada aspek kualitas aset dan likuiditas juga ter golong tinggi. Kondisi itu mencerminkan kemampuan bank ini menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko.

                  Dari sisi tata kelola, BCA kembali mencatatkan hasil yang keren. Nilai komposit GCGnya pada 2025 berada di peringkat 1, yang merupakan kategori terbaik. Dari 105 bank yang dirating, hanya empat bank yang berhasil memperoleh nilai GCG tertinggi itu. Dan, di KBMI 4 hanya BCA dan Bank Mandiri yang mampu mencapainya.

                  Kemampuan mengelola risiko juga menjadi salah satu kekuatan utama BCA. Dalam aspek profil manajemen risiko, bank ini memperoleh peringkat 2 yang mencerminkan kondisi perusahaan sehat dan baik. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis yang dicapainya tetap dibarengi kontrol risiko yang disiplin. Pendekatan ini menjadi salah satu key success BCA dalam menjaga kinerja berkelanjutan.

                  Kinerja keuangan BCA di 2025 memang mengesankan. Bank ini membukukan laba bersih Rp57,56 triliun atau tumbuh 4,94% secara tahunan. Pertumbuhan ini menjadi yang tertinggi di antara peer-nya. Angka itu juga melewati ratarata pertumbuhan industri perbankan yang tercatat 2,74%.

                Pertumbuhan laba BCA yang mantap didukung fungsi intermediasi yang ciamik. DPK meningkat 10,18% menjadi Rp1.249,04 triliun dengan porsi dana murah (CASA) men capai 83,68% dari total DPK, naik dari 81,51% pada 2024. Rasio CASA itu menjadi yang tertinggi di KBMI 4.

                    Di saat yang sama, kredit tumbuh 7,71% menjadi Rp992,89 triliun dengan kualitas aset yang tetap oke, ditandai dengan NPL gross 1,71%, lebih rendah dibanding kan dengan ratarata industri yang tercatat 2,03%. Dengan performa seperti itu, BCA kembali membuktikan dirinya sebagai benchmark industri perbankan nasional.

1.       Bank Mandiri

KINERJA Bank Mandiri pada 2025 benarbenar ciamik. Bank yang dipimpin Riduan sebagai direktur utama ini membukukan laba Rp61,35 triliun, tumbuh 0,30% secara tahunan. Hebatnya lagi, dari 105 bank, laba Bank Mandiri merupakan yang terbesar.

                    Kinerja intermediasi Bank Mandiri tampil impresif tahun lalu. DPK tumbuh 23,95% menjadi Rp2.105,76 triliun, jauh melampaui ratarata industri yang hanya 13,81%. Di lain sisi, kredit meningkat 13,58% menjadi Rp1.890,83 triliun, lebih tinggi ketimbang pertumbuhan industri yang tercatat 9,39%. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi bisnis Bank Mandiri berjalan efektif dan tetap on the track dalam menjaga momentum pertumbuhan.

                    Berkat capaian itu, Bank Mandiri meraih predikat “sangat bagus” dalam rating bank tahun ini dengan total skor 94,31%. Dan, yang lebih membanggakan, predikat itu berhasil dipertahankannya selama lebih dari 15 tahun berturutturut, sebuah track record yang tak mudah dicapai. Dalam rating, bank terbesar di Indonesia dengan aset Rp2.829,95 triliun per akhir 2025 ini unggul dalam aspek tata kelola, dengan nilai terbaik pada profil manajemen risiko dan GCG serta menjadi yang teratas di kelompoknya untuk kualitas aset. Ar

2.       Bank Negara Indonesia

                    TEMBOK prestasi Bank Negara Indonesia (BNI) kian kokoh. Buktinya, bank ini berhasil mempertahankan predikat “sangat bagus” dengan total skor 86,07% berkat kinerja yang cemerlang di 2025. Di bawah kepemimpinan Putrama Wahju Setyawan sebagai direktur utama, bank ini menunjuk kan hasil yang patut diapresiasi dan menjadi salah satu highlight di industri perbankan nasional, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu pemain utama di kelompok bank besar.

                    Kinerja BNI pada 2025 mengesankan. Bank ini membukukan laba Rp20,11 triliun, sementara DPK ter catat Rp1.040,83 triliun atau tumbuh 29,21% secara tahunan, jauh melam paui rata-rata pertumbuhan industri yang hanya 13,81%. Bahkan, pertumbuhan DPK itu menjadi yang tertinggi di antara bankbank KBMI 4. Adapun kredit naik 15,94% menjadi Rp899,53 triliun, juga berada di atas rata-rata industri yang tercatat 9,39%.

                    Ekspansi yang solid turut mendorong aset BNI naik 20,52% menjadi Rp1.362,05 triliun pada akhir 2025. Dalam penilaian rating, bank ini meraih nilai sempurna pada aspek permodalan dan mencatat nilai tertinggi pada aspek likuiditas, sebuah achievement yang menunjuk kan bahwa kualitas fundamental bank ini tetap terjaga. Ar

3.        Bank Rakyat Indonesia

            BERBEKAL total skor 81,88%, Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil menyabet predikat “sangat bagus”. Capaian itu layak mendapat penghargaan tinggi karena bank yang dipimpin Hery Gunardi sebagai direktur utama ini selalu “sangat bagus” selama lebih dari dua dekade tanpa putus, sebuah catatan prestasi luar biasa yang tak gampang diraih.

            Kekuatan BRI terlihat dari performanya di berbagai komponen penilaian dalam rating. Bank ini meraih nilai terbaik pada rasio CAR untuk aspek permodalan, pertumbuhan kredit untuk kualitas aset, ROA dan ROE untuk rentabilitas, LDR untuk likuiditas, serta NIM untuk efisiensi. Perolehan itu menunjukkan fondasi bisnis yang solid sekaligus menjadi bukti bahwa bank jagoan micro banking ini mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kehatihatian.

                BRI menutup 2025 dengan laba bersih Rp57,13 triliun. Total aset tercatat Rp2.135,37 triliun atau tumbuh 7,19% secara tahunan, sementara DPK naik 7,43% menjadi Rp1.466,84 triliun. Kredit yang disalurkan mencapai Rp1.521,49 triliun atau mengembang 12,32%. Kuatnya fungsi intermediasi BRI menegaskan bahwa mesin pertumbuhan bank ini masih berjalan kencang dan tetap menjadi motor penggerak sektor usaha rakyat. Ar

                Prestasi itu bukan datang secara instan. BCA sukses mempertahankan predikat bergengsi itu selama lebih dari 25 tahun berturutturut. Di tengah persaingan sengit dengan bankbank elite seperti Bank Mandiri, BNI, dan BRI, BCA tetap tampil paling unggul. Konsistensi ini menjadi bukti kuat bahwa fondasi bisnis dan pengelolaan bank ini berjalan sangat solid.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juli 2026

Rp 65.000

BELI