Dari total 105 bank, sebanyak 24 bank berhasil mempertahankan predikat “sangat bagus” secara berkesinambungan. Tahun ini, Bank BPD DIY pecah telur “sangat bagus” selama 30 tahun berturut-turut. Luar Biasa! Selain itu, terdapat bank-bank yang mampu mempertahankan predikat serupa selama 25 tahun, 20 tahun, 15 tahun, 10 tahun, dan 5 tahun tanpa putus
Sumber: Istimewa
RATING bank 2026 mencatat capaian yang patut mendapat angkat topi. Dari 105 bank yang dirating, sebanyak 24 bank berhasil mempertahankan predikat “sangat bagus” secara berturutturut selama 5 hingga 30 tahun. Di tengah tekanan ekonomi, persaingan yang makin ketat, dan tantangan kualitas kredit, pencapaian ini menunjukkan konsistensi yang luar biasa.
Predikat “sangat bagus” bukan sekadar label. Predikat ini merupakan rapor biru yang mencerminkan kemampuan bank menjaga kesehatan usaha, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi secara berkelanjutan. Karena itu, bankbank yang mampu mempertahankannya selama bertahuntahun layak memperoleh apresiasi tinggi.
Sorotan utama tahun ini jatuh kepada Bank BPD DIY. Bank yang dipimpin Santoso Rohmad sebagai direktur utama ini menjadi satusatunya bank yang berhasil meraih predikat “sangat bagus” selama 30 tahun berturut-turut atau sepanjang periode 1996-2025. Dengan nilai ratarata 91,19%, Bank BPD DIY tampil sebagai simbol konsistensi industri perbankan nasional.
Prestasi Bank BPD DIY menjadi semakin istimewa karena diraih saat rekor Bank Woori Saudara (BWS) harus terhenti. Pada rating tahun lalu, BWS menjadi satu satunya bank yang berhasil mempertahankan predikat “sangat bagus” selama 30 tahun berturutturut. Tapi, pada rating kali ini BWS tereliminasi dari pemeringkatan karena rasio kredit bermasalah (NPL) melampaui threshold penilaian.
Dengan keluarnya BWS, tongkat estafet konsistensi tertinggi kini sepenuhnya berada di tangan Bank BPD DIY. Keberhasilan menjaga kualitas kinerja selama tiga dekade menunjukkan kuatnya governance, manajemen risiko, dan kemampuan adaptasi Bank BPD DIY menghadapi berbagai siklus ekonomi.
Di bawah kelompok 30 tahun, terdapat kelompok bank yang berhasil mempertahankan predikat “sangat bagus” selama 25 tahun berturutturut atau sepanjang periode 2001-2025. Tahun ini kelompok tersebut dihuni delapan bank, yaitu Bank BPD Bali, Bank Central Asia (BCA), Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Kalbar, Bank OCBC NISP, Bank Jambi, Bank Sultra, dan Bank Bengkulu.
Tiga teratas kelompok 25 tahun ditempati Bank BPD Bali dengan nilai ratarata 93,23%, BCA dengan nilai rata rata 92,03%, dan BRI dengan nilai ratarata 91,90%. Ketiganya menunjukkan performance yang sangat solid dan menjadi benchmark bagi industri.
Kelompok berikutnya adalah bank yang berhasil mempertahankan predikat “sangat bagus” selama 20 tahun berturutturut atau sepanjang periode 2006-2025. Hanya ada dua bank yang berhasil masuk kelompok ini, yaitu Bank Pembangunan Kalteng dan Bank Index Selindo.
Bank Pembangunan Kalteng menjadi yang terbaik di kelompok 20 tahun dengan nilai ratarata 90,37%. Posisi kedua ditempati Bank Index Selindo dengan nilai ratarata 88,14%. Walaupun jumlahnya sedikit, kedua bank ini berhasil menunjukkan track record yang cemerlang.
Pada kelompok 15 tahun berturut-turut (2011-2025) terdapat empat bank. Mereka adalah Bank Mandiri, Bank BCA Syariah, Bank Mestika, dan Krom Bank Indonesia. Bertahan selama 15 tahun jelas bukan pekerjaan yang gampang.
Bank Mandiri memimpin kelompok ini dengan nilai ratarata 95,06%. Posisi kedua diraih Bank BCA Syariah dengan nilai ratarata 89,39%, sementara Bank Mestika berada di posisi ketiga dengan nilai ratarata 88,43%. Ketiganya tampil konsisten dan mampu menjaga kualitas bisnis dalam jangka panjang.
Kelompok 10 tahun berturut-turut (2016-2025) dihuni tiga bank, yaitu Bank Mandiri Taspen, Bank Sulteng, dan Bank Sumsel Babel. Bank Mandiri Taspen memimpin dengan nilai ratarata 93,95%, diikuti Bank Sulteng dan Bank Sumsel Babel, dengan nilai ratarata masingmasing 88,24% dan 86,96%.
Sementara itu, kelompok 5 tahun berturut-turut (2021 2025) berisi enam bank, yaitu Bank Syariah Indonesia (BSI), Allo Bank Indonesia, Bank CIMB Niaga, Bank Nationalnobu, Bank Papua, dan Permata Bank. Meski masa konsistensinya lebih pendek, pencapaian mereka tetap layak diapresiasi karena diraih pada periode industri yang penuh tantangan.
Di kelompok 5 tahun ini, BSI menjadi yang terbaik dengan nilai ratarata 93,59%. Posisi kedua ditempati Allo Bank Indonesia dengan nilai ratarata 90,86%. Adapun Bank CIMB Niaga berada di peringkat ketiga dengan nilai ratarata 88,85%. Hasil ini menunjukkan progres yang keren dan menjanjikan.
Secara keseluruhan, rating bank 2026 memperlihatkan bahwa menjaga predikat “sangat bagus” jauh lebih sulit dibanding meraihnya sekali. Konsistensi membutuhkan disiplin, strategi yang tepat, dan kemampuan melakukan continuous improvement dari tahun ke tahun.
Karena itu, keberhasilan 24 bank yang mampu mempertahankan predikat “sangat bagus” secara berturutturut layak mendapat penghargaan tersendiri. Mereka bukan hanya berhasil melewati berbagai tantangan industri, tapi juga menjadi contoh bahwa kinerja yang sehat dan berkelanjutan tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan perbankan nasional.
Predikat “sangat bagus” bukan sekadar label. Predikat ini merupakan rapor biru yang mencerminkan kemampuan bank menjaga kesehatan usaha, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi secara berkelanjutan. Karena itu, bankbank yang mampu mempertahankannya selama bertahuntahun layak memperoleh apresiasi tinggi.