Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Rapor Keuangan Biru, Mengisi Posisi Satu

Perta Life Insurance menjadi yang teratas di kelompok asuransi jiwa bermodal sendiri Rp250 miliar sampai dengan di bawah Rp1 triliun. Total ada 12 perusahaan asuransi jiwa yang menghuni kelompok ini, delapan di antaranya berhasil meraih predikat “sangat bagus”.

Oleh Ari Astriawan
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa



TAHUN 2025 menjadi periode luar biasa bagi Perta Life Insurance. Sejumlah indikator keuangan penting perusahaan asuransi ini tumbuh sangat kuat. Lonjakan paling tinggi terjadi pada sisi laba bersih yang meroket 8.224,65% secara tahunan atau menjadi Rp65,85 miliar, dari Rp791 juta di tahun sebelumnya.

Di bawah kepemimpinan Hanindio W. Hadi sebagai direktur utama, perusahaan asuransi jiwa ini berhasil memacu pendapatan jasa asuransi hingga naik 21,53% dari Rp484,05 miliar di 2024 menjadi Rp588,27 miliar. Sementara, beban jasa asuransi tumbuh lebih rendah, yakni 7,30% dari Rp473,25 miliar menjadi Rp507,81 miliar. Alhasil, perusahaan ini mencatatkan lonjakan hasil jasa asuransi 131,96% dari Rp35,83 miliar menjadi Rp83,10 miliar.

Pencapaian ini merefleksikan bah wa Perta Life Insurance mampu men jaga kualitas bisnis dengan penge lolaan risiko yang baik. Efisiensi operasional juga membaik, sehingga produktivitas usahanya menjadi lebih optimal.

Di samping itu, pengelolaan investasi yang sangat baik turut berkontribusi terhadap kinerja laba. Jumlah investasi naik 13,75% dari Rp2,45 triliun menjadi Rp2,79 triliun. Kenaikan ini menunjukkan dukungan likuiditas yang kuat, ditopang juga dengan kenaikan pendapatan premi.

Investasi yang dilakukan perusa ha an ini menghasilkan pendapatan investasi sebesar Rp181,02 miliar, atau meningkat 25,44% secara tahunan. Meski beban investasi mengalami kenaikan menjadi Rp43,53 miliar, Perta Life Insurance berhasil mengantongi hasil investasi sebesar Rp178,25 miliar, atau meningkat 25,09% dari Rp142,49 miliar di tahun sebelumnya.

Secara fundamental, kondisi kesehatan keuangan Perta Life Insurance terjaga sangat baik. Salah satunya terlihat dari risk based capital (RBC) yang berada di posisi 352,48%, jauh di atas threshold 120%. Di akhir 2025, perusahaan ini tercatat memiliki total aset Rp3,16 triliun, atau mengembang 7,48% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,94 triliun.

Dengan performa bisnis yang tumbuh solid, dalam rating ini, Perta Life Insurance meraih total skor 98,70%. Capaian itu tidak hanya membuat Perta Life Insurance mengamankan predikat “sangat bagus”, tapi juga menjadi yang terbaik di kelompok perusahaan asuransi jiwa dengan modal sendiri Rp250 miliar sampai dengan di bawah Rp1 triliun. Capaian itu juga sekaligus menegaskan keunggulan Perta Life Insurance dari sisi kinerja keuangan dibandingkan dengan belasan perusahaan lain di kelompoknya.

Berdasarkan penilaian rating, Perta Life Insurance meraih skor sempurna di sejumlah aspek penilaian, yakni rasio likuiditas, rasio kecukupan investasi, pertumbuhan pendapatan jasa asuransi, pertumbuhan laba, hasil jasa asuransi terhadap pendapatan jasa asuransi, beban asuransi terhadap pendapatan asuransi, laba setelah pajak terhadap rata-rata modal sendiri, hasil investasi terhadap investasi, dan pendapatan jasa asuransi terhadap modal sendiri. Di dua aspek lainnya, yakni rasio laba sebelum pajak terhadap rata-rata aset dan rasio pencapaian solvabilitas minimum, raihan skornya juga tinggi.

DI posisi kedua, Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 98,51%. Perusahaan yang dinakhodai Hengky Djojosantoso sebagai presiden direktur ini mengantongi laba bersih Rp99,26 miliar pada 2025, memelesat 94,53%.

Memelesatnya laba bersih disokong oleh bisnis yang tumbuh solid. Pendapatan jasa asuransi naik 16,94% menjadi Rp245,88 miliar. Beban jasa asuransi berhasil dijaga dengan baik. Alhasil, hasil jasa asuransinya tetap tumbuh solid, di level 22,67% atau menjadi Rp84,93 miliar.

Tak hanya itu, investasinya juga tumbuh kuat. Jumlah investasi tumbuh 30,05% menjadi Rp1,06 triliun dari sebelumnya Rp816,67 miliar. Sedangkan, hasil investasi melonjak 97,54% atau menjadi Rp78,76 miliar. Ini mencer min kan ekspansi bisnis diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik dan operasional yang efisien.

Secara fundamental, perusahaan asuransi jiwa ini juga tampak kokoh. RBC terjaga di level 315,00%. Lalu, total asetnya naik 29,26% menjadi Rp1,27 triliun. AA

NICK Jiang Li, Direktur Utama Asuransi Jiwa Moneeinsure dan segenap jajarannya berhasil membawa perusahaannya membukukan kinerja ciamik di 2025. Sejumlah indikator keuangan penting kompak tumbuh solid. Laba bersih melonjak 55,53% dari Rp72,24 miliar di 2024 menjadi Rp112,35 miliar.

Lonjakan laba sejalan dengan ekspansi bisnis yang positif, di antaranya tecermin dari hasil jasa asuransi yang melambung 62,68% dari Rp93,53 miliar menjadi Rp152,13 miliar. Total pendapatan jasa asuransi tumbuh 53,49% menjadi Rp249,71 miliar, dari sebelumnya Rp162,68 miliar.

Asuransi Jiwa Moneeinsure pun berhasil memacu kinerja investasinya. Jumlah investasi meningkat menjadi Rp349,21 miliar, atau naik 59,83%. Selaras dengan itu, hasil investasi melonjak signifikan, 78,55% atau menjadi Rp18,46 miliar. Total aset perusahaan asuransi ini pun makin gemuk, naik 41,57% menjadi Rp491,52 miliar.

Berkat kinerja cemerlang yang dibukukan pada 2025, Asuransi Jiwa Moneeinsure pun berhasil meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 97,79%. AA

PFI Mega Life Insurance, yang dipimpin Samdarshi Sumit sebagai presiden direktur, meraih total skor 97,09%. Raihan skor itu membuat PFI Mega Life Insurance berhak atas predikat “sangat bagus”.

Sejumlah indikator keuangannya kompak tumbuh positif. Di 2025, perusahaan asuransi jiwa yang menjadi bagian dari CT Corp ini meraup laba bersih Rp50,89 mili ar, meningkat 13,56% dibandingkan dengan 2024 yang sebesar Rp44,81 miliar. Pencapaian laba turut disokong oleh kena ik an pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp338,26 miliar atau melonjak 36,49% dari Rp247,83 miliar.

Kinerja investasi yang meningkat juga menopang performa laba PFI Mega Life Insurance. Hasil investasi mengembang 69,77% dari Rp72,64 miliar menjadi Rp123,33 miliar. Di lain sisi, perusahaan ini juga terus memperkuat permodalan. Modal sendiri makin gemuk karena ada penambahan 11,60% atau menjadi Rp432,51 miliar, dengan RBC 2.733,00%. AA

DI bawah komando Liarny sebagai presiden direktur, Asuransi Jiwa Starinvestama terus menunjukkan kinerja positif. Tahun lalu, perusahaan ini membukukan laba bersih Rp59,59 miliar, melonjak lebih dari lima kali atau tepatnya 523,33%, dibandingkan dengan 2024 yang sebesar Rp9,56 miliar.

Dari sisi operasional, kenaikan laba disokong pendapatan jasa asuransi yang tumbuh 32,43% dari Rp114,55 miliar menjadi Rp151,69 miliar. Di luar itu, perusahaan ini juga mengantongi hasil investasi Rp800,28 miliar, atau melejit 187,25% dari sebelumnya Rp278,60 miliar.

Kinerja bisnis yang tumbuh agresif juga dibarengi penguatan fundamental. Modal sendiri kian tebal karena ada peningkatan 20,52% dari Rp285,83 miliar menjadi Rp344,49 miliar. Kondisi kesehatan keuangannya pun makin baik, tergambar dari RBC dan rasio likuiditas yang masing-masing sebesar 847,00% dan 1.147,00%. AA

 

 

Di bawah kepemimpinan Hanindio W. Hadi sebagai direktur utama, perusahaan asuransi jiwa ini berhasil memacu pendapatan jasa asuransi hingga naik 21,53% dari Rp484,05 miliar di 2024 menjadi Rp588,27 miliar. Sementara, beban jasa asuransi tumbuh lebih rendah, yakni 7,30% dari Rp473,25 miliar menjadi Rp507,81 miliar. Alhasil, perusahaan ini mencatatkan lonjakan hasil jasa asuransi 131,96% dari Rp35,83 miliar menjadi Rp83,10 miliar.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Agustus 2026

Rp 65.000

BELI