Kelompok perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp100 miliar hingga di bawah Rp250 miliar dihuni 13 perusahaan. Dari jumlah itu, 10 perusahaan berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Asuransi Eka Lloyd Jaya duduk di kursi paling terhormat.
Sumber : Istimewa
TAHUN 2025 menjadi periode yang tak mudah bagi industri asuransi umum. Ada beragam tantangan yang mesti dihadapi. Biarpun begitu, sejumlah perusahaan asuransi umum berhasil mempertahankan konsistensi performa, bahkan membukukan kinerja prima. Salah satunya, Asuransi Eka Lloyd Jaya.
Dinakhodai Moch. J. Djaffar selaku direktur utama, Asuransi Eka Lloyd Jaya mampu menjaga pertumbuhan usaha dengan baik dan berkelanjutan. Dalam edisi rating kali ini, asuransi umum ini mampu menorehkan nilai sempurna di sepuluh dari total sebelas aspek penilaian.
Salah satu indikator kesuksesan perusahaan ini dalam menjaga kinerja adalah melonjaknya aset sebesar 95,84% secara tahunan ke posisi Rp1,06 triliun. Selain itu, total modal sendirinya tercatat Rp116,96 miliar, melonjak 603,92%. Angka pertumbuhan ini menjadi yang terbesar di kelompoknya.
Asuransi Eka Lloyd Jaya juga berhasil menorehkan pertumbuhan pendapatan jasa asuransi sebesar 31,32%, dari Rp386,05 miliar pada 2024 menjadi Rp506,95 miliar. Hal ini menandakan tingginya kepercayaan nasabah serta pertumbuhan bisnis perusahaan yang solid. Tumbuhnya pendapatan jasa asuransi berdampak pada meningkatnya hasil jasa asuransi ke posisi Rp99,05 miliar, atau tumbuh 201,34%. Itu artinya, dalam setahun terakhir bisnis Asuransi Eka Lloyd Jaya tumbuh positif, dipercaya banyak orang, dan mencetak lebih banyak pendapatan. Top!
Perusahaan asuransi umum yang berdiri pada 1981 ini juga sukses menerapkan strategi investasi yang terukur. Terbukti, pendapatan investasi perusahaan ini naik 34,87% ke posisi Rp15,29 miliar, diiringi rasio kecukupan investasi sebesar 114,00%. Angka tersebut membuktikan kemampuan manajemen dalam membaca dan melihat situasi pasar yang dinamis dan terkenal volatil.
Pertumbuhan kinerja Asuransi Eka Lloyd Jaya yang positif ini diiringi pula dengan rasio keuangan yang terjaga dengan baik. Rasio likuiditas terjaga di angka 216%, jauh lebih tinggi dari ketentuan regulator yang sebesar 150,00%. Risk based capital (RBC) atau rasio pencapaian solvabilitas minimum berada di posisi 148,00%, masih di atas threshold 120%. Seluruh aspek positif ini bermuara pada perolehan laba bersih Asuransi Eka Lloyd Jaya yang memelesat 544,39% dari Rp9,39 miliar menjadi Rp60,52 miliar.
Kinerja keuangan yang menawan itu pada akhirnya membawa Asuransi Eka Lloyd Jaya bertengger di posisi pertama di kelompok perusahaan asuransi umum bermodal sendiri Rp100 miliar hingga di bawah Rp250 miliar, dengan total skor 98,40%. Nilai itu merupakan yang tertinggi kedua dalam rating secara keseluruhan. Asuransi Eka Lloyd Jaya pun berhak menyandang predikat “sangat bagus”.
Apa yang dilakukan manajemen Asuransi Eka Lloyd Jaya pada 2025 lalu menjadi bukti, apabila strategi dan manajemen risiko dilakukan secara prudent serta terukur, tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan bisa tetap tumbuh dengan baik, bahkan di tengah situasi yang sulit sekalipun.
DIPIMPIN Adi Wibowo Adisaputro sebagai direktur utama, Asuransi Digital Bersama (ADB) berhasil meraih predikat “sangat bagus” dan mengamankan peringkat kedua di kelompok ini dengan total skor 96,21%. Dari sebelas kriteria penilaian, ADB berhasil mencatatkan nilai sempurna di sembilan aspek.
Salah satu kesuksesan ADB dalam mempertahankan kinerja positif di 2025 terletak pada kemampuan menjaga sejumlah rasio keuangan dengan baik. Perusahaan yang mulai beroperasi pada 1988 ini mampu menjaga RBC di posisi 1.036,00%. Rasio likuiditasnya tercatat 234,71% dengan rasio kecukupan investasi menyentuh angka 174,34%. ADB juga mencatatkan pertumbuhan kinerja usaha yang bagus. Aset melonjak 38,43% menjadi Rp347,25 miliar. Sementara, pendapatan jasa asuransi tumbuh triple digit (122,91%) ke posisi Rp730,70 miliar. Strategi investasi perusahaan ini juga berhasil, tecermin dari pendapatan investasinya yang naik 41,02% menjadi Rp7,16 miliar. MAS
SALUT untuk Dwi Wahyuni, Direktur Utama Avrist General Insurance, beserta jajarannya karena mampu membawa perusahaan ini melewati pelbagai tantangan pada 2025. Buktinya, kinerja Avrist General Insurance tahun lalu terbilang sangat baik dan melebihi rerata industri asuransi umum.
Pendapatan jasa asuransi yang dibukukan Avrist General Insurance di 2025 mencapai Rp418,79 miliar atau meningkat 17,03% dari 2024. Hal ini berdampak pada meningkatnya hasil jasa asuransi yang mencapai 54,34% ke posisi Rp38,79 miliar. Sejumlah rasio keuangannya juga terjaga optimal, seperti RBC sebesar 223,00%, rasio likuiditas yang mencapai 141,00%, dan rasio kecukupan investasi yang di posisi 153,00%.
Semua itu berimbas pada lonjakan laba bersih yang mencapai 747,80% menjadi Rp11,39 miliar dari Rp1,34 miliar di 2024. Avrist General Insurance pun berhasil mempertahankan predikat “sangat bagus” pada rating kali ini dengan total skor 93,30%. MAS
BERBEKAL total skor 90,43%, Asuransi Candi Utama kembali berhasil menyabet predikat “sangat bagus”. Keberhasilannya meraih predikat prestisius merupakan perwujudan dari kesuksesan dalam mengimplementasikan strategi dan kebijakan perusahaan untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja di 2025.
Tahun lalu, perusahaan asuransi yang dipimpin Budi Herawan selaku direktur utama ini membukukan pendapatan jasa asuransi sebesar Rp331,18 miliar, naik 9,31% dari tahun sebelumnya. Pendapatan investasinya pun meningkat 7,21% menjadi Rp17,57 miliar. Performa apik ini berdampak positif terhadap perolehan laba bersih perusahaan sebesar Rp8,67 miliar atau meningkat 86,37%.
Asuransi Candi Utama juga mampu menjaga rasio keuangan tetap di batas optimal dan sehat. Rasio likuiditas dan rasio kecukupan investasi perusahaan ini masingmasing tercatat 158,67% dan 215,97%. RBCnya juga sangat sehat, yakni sebesar 392,06%. MAS
SUNDAY Insurance Indonesia (Sunday Insurance) menutup jajaran lima besar di kelompok ini. Herlin Sutanto, Presiden Direktur Sunday Insurance dan jajarannya berhasil membawa perusahaan asuransi umum ini membukukan pertumbuhan yang ciamik di 2025.
Lihat saja, pertumbuhan modal sendirinya tercatat 69,83%, terbesar ketiga di kelompoknya. Aset perusahaan yang berdiri pada 1988 ini menyentuh Rp661,94 miliar atau tumbuh 9,74%. Sunday Insurance juga meraup pendapatan jasa asuransi sebesar Rp1,11 triliun, melonjak 38,17%. Sementara, pendapatan investasinya memelesat 133,00% menjadi Rp17,16 miliar, tertinggi di kelompoknya. Alhasil, laba bersih tumbuh triple digit sebesar 686,04% menjadi Rp27,47 miliar.
Capaian-capaian itu membawa Sunday Insurance meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 90,02%. Di rating sebelumnya juga menyandang predikat “sangat bagus”. Artinya, perusahaan ini mampu menjaga keberlanjutan usahanya dengan sangat baik. MAS
Dinakhodai Moch. J. Djaffar selaku direktur utama, Asuransi Eka Lloyd Jaya mampu menjaga pertumbuhan usaha dengan baik dan berkelanjutan. Dalam edisi rating kali ini, asuransi umum ini mampu menorehkan nilai sempurna di sepuluh dari total sebelas aspek penilaian.