BSI berhasil menjaga keberlanjutan usahanya dengan sangat baik di 2025. Bank ini kembali menyandang predikat “sangat bagus”, dengan kinerja paling bersinar. Keren!
Sumber : Istimewa
1. Bank Syariah Indonesia
Kinerja Terjaga, Bertahan sebagai Juara
BANK Syariah Indonesia (BSI) kembali meraih prestasi yang keren. Dalam rating institusi keuangan syariah 2026 versi Infobank, BSI menggenggam predikat “sangat bagus” dengan total skor 93,71%, naik dari 93,67% pada tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan konsistensi BSI menjaga kinerja sekaligus memperkuat posisinya sebagai bank syariah terbesar di Indonesia.
Dari tujuh aspek penilaian, BSI mencetak skor sempurna pada permodalan dan efisiensi. Kinerja manajemen risiko, GCG, kualitas aset, rentabilitas, dan likuiditas juga tetap solid. Hal itu mengantarkan BSI menjadi satu-satunya bank umum syariah (BUS) di kelompok KBMI 3 yang meraih predikat “sangat bagus”.
Angkat topi untuk capaian BSI ini, dan itu bukan hasil kerja semalam. Strategi BSI berjalan sangat baik, dengan fokus pada pembiayaan berkualitas, transformasi digital, dan pengembangan produk yang relevan dengan kebutuhan nasabah. Kehadiran BYOND by BSI, perluasan jaringan ATM/CRM, EDC, BSI Agen, dan merchant QRIS menjadi bagian dari upaya membangun transaction banking yang makin kuat.
BSI juga tak berhenti di bisnis konvensional perbankan syariah. Bank ini makin serius menggarap bisnis emas atau bullion bank, memperkuat tabungan haji, bancassurance, hingga treasury. Langkah itu membuat mesin pertumbuhan BSI makin beragam dan menjadi benteng penting menghadapi persaingan industri yang makin ketat. Hasilnya cukup jelas, pertumbuhan BSI mampu melaju di atas rata-rata industri.
Dari sisi pendanaan, kinerjanya cukup nendang. DPK BSI pada 2025 mencapai Rp380,49 triliun atau tumbuh 16,20% secara tahunan, jauh di atas rata-rata industri perbankan syariah (gabungan BUS dan unit usaha syariah) yang 10,19%. Lebih menarik lagi, CASA meningkat menjadi 61,62% dari 60,12% pada 2024, menunjukkan kemampuan BSI memperbesar porsi dana murah sekaligus menjaga kualitas funding.
Di sisi pembiayaan, BSI menyalurkan Rp318,22 triliun atau tumbuh 14,53%, kembali melampaui pertumbuhan industri perbankan syariah (gabungan BUS dan unit usaha syariah) yang sebesar 9,56%. Kualitas pembiayaan pun tetap terjaga dengan NPF gross turun menjadi 1,81% dari 1,90% pada tahun sebelumnya, lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri yang sebesar 2,19%. Kombinasi pertumbuhan dan kualitas ini menjadi modal penting bagi BSI untuk menjaga performance tetap positif.
Kinerja itu akhirnya ikut mengerek laba bersih BSI menjadi Rp7,57 triliun pada 2025, tumbuh 8,02%, sementara aset mencapai Rp456,19 triliun atau meningkat 11,64%. Sejak berdiri pada Februari 2021 hingga kini, bank syariah yang dipimpin Anggoro Eko Cahyo sebagai direktur utama ini terus menunjukkan bahwa bank syariah bisa bermain agresif sekaligus tetap terukur. Dengan fondasi yang makin kuat dan strategi yang makin tajam, BSI punya ruang besar untuk melanjutkan momentum sebagai salah satu pemain utama perbankan nasional.
Untuk mengakses RATING Bank Umum Syariah per Desember 2024-2025 dapat di akses melalui Majalah Infobank Edisi September 2026 : https://www.infobankstore.com/magazine/detail/2026/1253/infobank-edisi-september-2026
Kinerja Terjaga, Bertahan sebagai Juara