Performa bisnis dua market leader di industri penjaminan syariah tumbuh solid di 2025. Kali ini, Jamkrindo Syariah menjadi yang terbaik, diikuti Askrindo Syariah.
Sumber : Istimewa
DUA penguasa pasar industri penjaminan syariah nasional, yakni Penjaminan Jamkrindo Syariah (Jamkrindo Syariah/Jamsyar) dan Jaminan Pembiayaan Askrindo Syariah (Askrindo Syariah), kompak mempertahankan kinerja positif. Keduanya silih berganti menjadi yang terbaik dalam rating keuangan syariah versi Infobank. Tahun ini giliran Jamsyar yang menjadi kampiun berkat raihan total skor 91,70%.
Performa bisnis perusahaan yang dinakhodai Hari Purnomo sebagai direktur utama ini memang mentereng tahun lalu. Biro Riset Infobank (birl) mencatat, di 2025 Jamsyar mengantongi laba bersih Rp141,03 miliar, meroket 160,66% dari Rp54,11 miliar di tahun sebelumnya.
Kinerja laba Jamsyar disokong bisnis yang tumbuh signifikan ditambah operasional yang makin efisien. Pendapatan penjaminan naik 19,06% dari Rp254,19 miliar menjadi Rp302,64 miliar. Sedangkan, investasi yang mencapai Rp715,61 miliar mendongkrak hasil investasi hingga naik 3,34% menjadi Rp96,92 miliar.
Jamsyar pun berhasil mendorong pendapatan operasional hingga tumbuh 14,83% menjadi Rp399,56 miliar. Di saat yang sama, beban operasional bisa ditekan dari Rp200,84 miliar menjadi Rp66,96 miliar, atau susut 66,66%. Maka, tidak heran bila laba usaha Jamsyar melonjak menjadi Rp183,05 miliar. Efisiensi juga menjadi perhatian. Terlihat dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) yang berada di posisi 16,76%.
Dengan indikator-indikator keuangan yang kompak tumbuh positif, perusahaan beraset total Rp2,46 triliun di akhir 2025 ini pun berhasil meraih nilai sempurna pada sejumlah aspek penilaian rating, yakni aspek likuiditas, investasi terhadap cadangan klaim ditambah utang klaim, BO/PO, dan rentabilitas.
Sementara itu, Askrindo Syariah, yang dipimpin Aviantono Yudihariadi sebagai direktur keuangan sekaligus plt direktur utama, meraih total skor 87,36%. Di 2025, Askrindo Syariah mengantongi pen dapatan pen jaminan Rp538,93 miliar atau tumbuh 23,44%. Kenaikan pendapatan itu turut mengerek laba bersih menjadi Rp163,18 miliar atau meningkat 19,29%. Perusahaan ini menutup 2025 dengan total aset Rp3,28 triliun, naik 9,80% dari Rp2,99 triliun di 2024.
Performa bisnis perusahaan yang dinakhodai Hari Purnomo sebagai direktur utama ini memang mentereng tahun lalu. Biro Riset Infobank (birl) mencatat, di 2025 Jamsyar mengantongi laba bersih Rp141,03 miliar, meroket 160,66% dari Rp54,11 miliar di tahun sebelumnya.